Koran Jakarta | September 16 2019
No Comments
Sinergi BUMN

Pegadaian Tingkatkan Penjualan Produk BUMN

Pegadaian Tingkatkan Penjualan Produk BUMN

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - PT Pegadaian (Persero) resmi menjalin kerja sama untuk meningkatkan penjualan dan pemasaran produk dengan PT Sarinah (Persero). Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antar kedua belah pihak sebagai pintu masuk untuk kerja sama lebih lanjut.

Penandatanganan nota kesepahaman antara Pegadaian dan Sarinah juga bertujuan untuk memanfaatkan kemampuan masing-masing pihak dalam melaksanakan, mengembangkan, dan meningkatkan bidang usaha, sesuai ketentuan yang berlaku.

Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategi Pegadaian, Ninis Kesuma Adriani, mengatakan nota kesepahaman ini sebagai pedoman dan langkah awal dalam meningkatkan sistem penjualan dan pemasaran, dengan kompetensi, fasilitas, serta pemberian jasa dengan prinsip saling menguntungkan.

Sedangkan itu, sumber daya yang dimiliki Pegadaian dapat dioptimalkan oleh Sarinah, sehingga sinergi untuk mewujudkan One Family, One Nation, One Vision to Excellence. Dalam hal ini, produk-produk Pegadaian yang cocok untuk karyawan maupun vendor-vendor Pegadaian bisa memanfaatkannya.

“Dengan penandatanganan kerja sama ini, kami meyakini akan membawa dampak usaha seluruh perseroan yang terlibat akan lebih meningkat,” ungkapnya di Jakarta, Jumat (23/8).

Ninis menjelaskan, untuk karyawan Sarinah bisa memanfaatkan produk seperti tabungan emas, kemudian untuk para vendornya bisa ditawarkan pembiayaan yang cocok seperti gadai, mikro kreasi, sedangkan untuk pembiayaan sepeda motor bisa menggunakan Amanah. “Kemudian kerja sama yang bisa dijajaki lagi, bisa ikut berjualan di Sarinah karena kita punya anak usaha Galeri 24,” ujarnya.

Kendati demikian, Ninis belum bisa menyebutkan besaran jumlah nasabah yang bisa dihimpun dari kerja sama ini. Sebab pada tahap awal ini akan lebih fokus pada bentuk kerja samanya. Apabila sudah tahu kanal distribusinya maka pihaknya baru akan membuat target jumlah nasabah tersebut.

“Yang akan kita lakukan adalah bagaimana potensi kerja sama ini akan bisa membantu kita mencapai target-target bisnis. Karena kalau target corporate sudah ditetapkan seperti standing loan kita sampai akhir tahun harus bisa lebih dari 46 triliun rupiah. Kita kejar dengan segalam macam kerja sama,” kata dia.

Selama ini, lanjut Ninis, pendekatan Pegadaian lebih banyak ke ritel. Untuk itu pada tahun ini, Pegadaian membentuk divisi yang akan mengarahkan Pegadaian untuk bekerja secara business to business (B2B), atau antar perusahaan.

Pegadaian berharap dengan adanya divisi ini akan membantu pemasaran yang tidak hanya ke ritel tapi juga perusahaan. “Divisi baru dibentuk pada bulan Juli 2019. Ini tahap awal jadi kontribusinya masih kecil,” imbuh dia.

Untuk B2B ini, sementara dilakukan dengan perusahaan BUMN sebagai prioritas sebagai bentuk sinergi antar perusahaan BUMN. Kendati demikian pihak swasta pun terbuka peluang untuk diajak kerja sama. 

 

yni/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment