Peduli Sesama Cegah Virus Korona | Koran Jakarta
Koran Jakarta | May 30 2020
No Comments
Covid-19

Peduli Sesama Cegah Virus Korona

Peduli Sesama Cegah Virus Korona

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Covid-19 telah menghantam nyaris semua aspek kehidupan di Indonesia. Pengaruh paling signifikan adalah kerugian ekonomi yang diderita para pekerja sektor informal karena mereka terpaksa berhenti beraktivitas, atau omzet yang berkurang lantaran konsumen menahan diri untuk keluar rumah.

Dalam situasi normal, ketika terjadi bencana yang sifatnya pribadi, seperti sakit, kecelakaan atau musibah lainnya, keluarga atau komunitas memberi dukungan agar korban cepat pulih.

Namun dalam situasi ketika semua orang terkena bencana, keluarga atau komunitas dari kelompok sosial ekonomi yang sama tidak mampu memberikan dukungan karena mereka juga mengalami persoalan yang sama. Kita tak dapat mengharapkan pemerintah menyelesaikan semua hal sementara rakyat hanya menuntut atau mengkritik. Sekalipun memiliki tanggung jawab paling besar, pemerintah juga tidak mampu menyelesaikan semua hal secara bersamaan.

Pada saat seperti inilah kontribusi seluruh anggota masyarakat diperlukan agar krisis ini cepat berlalu. Kontribusi dapat diberikan dalam berbagai bentuk seperti uang, barang, tenaga, pikiran, atau bahkan sekedar mematuhi anjuran untuk tinggal di rumah kecuali untuk hal-hal mendesak yang diperlukan.

Kepada kelompok paling terdampak inilah, mereka yang secara sosial ekonomi lebih mapan memiliki tanggung jawab untuk membantu. Di berbagai negara yang terdampak Covid-19, para dermawan telah memberikan sumbangan sebagai dukungan bagi penyelesaian pandemi ini. Ada orang yang menyumbang perlengkapan kesehatan. Yang lain mendonasikan hartanya untuk riset.

Tebarkan Kepedulian

Pandemi Covid-19 semakin mengancam negeri ini, setiap harinya jumlah pasien dalam pengawasan maupun pasien yang positif semakin meningkat. Beberapa hari lalu, Pemkot Bogor menetapkan status KLB korona untuk Bogor, keputusan ini diambil setelah merebaknya Covid -19 di Kota Bogor dan sekitarnya.

Berbagai upaya dalam rangka penanganan Covid-19 telah dilakukan berbagai pihak terutama dalam mengikuti segala arahan dari pemerintah setempat. Pemerintah membuat aturan dan arahan bagi masyarakat yang harus diikuti dalam bentuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Saat ini ditetapkan untuk melakukan berbagai aktivitas di rumah, termasuk bekerja, belajar dan beribadah.

Hal ini sangat berdampak bagi perekonomian masyarakat, di mana semua kegiatan perekonomian seakan terhenti dengan adanya ancaman virus berbahaya ini.

Minimnya aktivitas masyarakat dalam bekerja di luar rumah, pendapatan beberapa pekerja pun sangat terbatas padahal kebutuhan harian harus tetap terpenuhi, terutama dalam memenuhi kebutuhan sembako.

Atas dasar aksi sosial tanggap Covid-19, RM Bumi Nini (RMBN) adalah salah satu restaurant keluarga yang merupakan second brand RM Bumi Aki membagi-bagikan sembako secara gratis kepada masyarakat yang putus penghasilan dikarenakan terbatasnya penghasilan untuk memenuhi kebutuhan harian. Aksi sosial membagi-bagikan sembako ini dilakukan di cabang RMBN Cisarua pada Kamis (26/3). Siapapun masyarakat yang memang membutuhkan boleh mengambilnya secara cuma-cuma.

“Kami siapkan tempat khusus, di mana masyarakat sekitar bisa mendapatkan sembako tersebut. Pembagian sembako ini adalah salah satu gerakan sosial dengan sesama. Paket sembako yang kami bagikan ini diharapkan mampu memenuhi dan meringankan pengeluaran kebutuhan harian keluarga tersebut. Tidak sedikit keluarga dan pihak lainnya yang sebenarnya mengalami dampak dari adanya Covid-19 ini, minimnya aktivitas bekerja di luar membatasi pendapatan mereka. Padahal pendapatan tersebut memang sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Ayu Putri Anggraini selaku Public Relations.

Ayu menjelaskan paket sembako yang dibagikan ini sudah disiapkan dengan kondisi yang baik, di mana Tim RMBN tetap mengutamakan kesehatan, kebersihan dan keamanan baik kepada pelanggan maupun masyarakat sekitar.

Pembagian paket sembako ini setidaknya bisa mengurangi pengeluaran keluarga tersebut. Terutama untuk keluarga yang memang sangat membutuhkan dan pendapatan ekonominya terguncang akibat adanya ancaman Covid-19.

“Gerakan kepedulian dan kesadaran kita saat ini yang sangat dibutuhkan. Membantu bukan melulu diharuskan dalam hal besar, tapi membantu adalah ketika hal kecil yang kita lakukan dapat berdampak besar untuk orang yang memang membutuhkannya. Mari sama-sama ulurkan tangan, memulihkan rintangan ini, percayalah akan ada senyum indah di balik rintangan ini,” pungkas Ayu.

Ambil Hikmah Positifnya

Ada berbagai alasan masuk akal yang membuat banyak orang panik atas munculnya Covid-19. Pertama, virus itu bisa menyebar dengan cepat dan menimbulkan gejala yang bisa berujung pada kematian jika tidak ditangani dengan segera dan benar. Kedua, belum ada anti-virus atau vaksin untuk virus yang masih sekeluarga dengan SARS ini. Veissière menjelaskan wabah korona ternyata punya banyak sisi baik. Salah satunya fakta bahwa ada banyak pasien sembuh dari wabah yang telah diumumkan sebagai pandemi oleh WHO itu. Selain itu, berikut beberapa hal baik lain yang tersembunyi dari wabah Covid-19:

1. Meningkatkan kewaspadaan dan rasa syukur Menurut Veissière, penyakit dan hal-hal buruk selalu memicu serangkaian peristiwa positif yang tidak terduga. Dalam hal Covid-19, Veissière menjelaskan banyaknya berita buruk mengenai virus ini di media telah membuat umat manusia lebih memperhatikan kesehatan dan mensyukuri kebaikan yang ada pada tubuh masing-masing pribadi.

2. Mempererat persaudaraan Menurut Veissière, semenjak Covid-19 muncul, banyak negara di dunia mulai gotong-royong, bekerja sama dengan negara lainnya. Bahkan, bukan hanya dalam skala besar, di antara individu, tingkat kepedulian terhadap sesama juga makin tinggi.

3. Memperluas batasan psikologi Veissière mengatakan, bencana alam biasanya menyatukan orang dan memicu tindakan solidaritas spontan di antara orang asing. Namun, itu semua terjadi melalui berbagai ujian atau bencana. Sebab pada masa lalu kemunculan pandemi atau bencana kerap kali memicu lahirnya xenophobia, diskriminasi, konflik, dan persaingan untuk sumber daya.

4. Memberi jeda Hal baik lain yang datang dari wabah Covid-19 adalah membantu kita mengambil jeda dari kerja keras dan produktivitas berlebih. “Covid-19 juga mengingatkan kita bahwa tatanan sosial yang dulu membuat kita kuat telah hancur, dan menunjukkan kepada kita cara untuk memperbaikinya,” jelasnya.

5. Menyadarkan pentingnya seseorang dan hubungan Veissière mengatakan, di saat orang diisolasi, mereka akan mulai memikirkan orang-orang yang tidak ada di sekitar, seperti teman, kerabat, keluarga, hingga rekan kerja.

Dari sini, mereka akan mempelajari pentingnya untuk tetap menjadi terhubung dengan orang-orang di luar sana sembari memastikan keselamatan diri sendiri dan orang lain.  pur/R-1

 

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment