Koran Jakarta | August 20 2018
No Comments
Masalah Kemanusiaan

PBB Pantau Kebutuhan Bantuan Kemanusiaan Di Korut

PBB Pantau Kebutuhan Bantuan Kemanusiaan Di Korut

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Seoul - Ada bukti bahwa di Korea Utara bantuan kemanusiaan sangat dibutuhkan, kata Kepala Humanitarian PBB Mark Lowcock dalam kunjungan pertamanya ke negara yang terisolasi sejak 2011 itu.

Ia tiba di ibu kota Korea Utara, Pyongyang, pada Senin dan mengunggah sebuah rekaman gambar secara dalam jaringan pada Selasa malam, yang menguraikan pengamatannya setelah melakukan perjalanan ke beberapa daerah di kawasan baratdaya negara tersebut.

“Salah satu hal yang kami lihat adalah bukti yang sangat jelas tentang kebutuhan bantuan kemanusiaan di sini,” katanya dalam video yang diunggah ke akun Twitter resminya dan laman PBB.

“Lebih dari separuh anak-anak di daerah pedesaan, termasuk tempat-tempat yang pernah kita kunjungi, tidak memiliki air bersih, sumber airnya terkontaminasi,” katanya.

Meski pasokan atau operasi kemanusiaan mendapat pengecualian berdasarkan resolusi Dewan Keamanan PBB, namun pejabat Amerika Serikat telah memperingatkan bahwa sanksi internasional atas Korea Utara yang mengembangkan program rudal balistik memperburuk masalah kemanusiaan dengan memperlambat pengiriman bantuan.

Sekitar 20 persen anak-anak di Korea Utara menderita kekurangan gizi, menekankan perlunya lebih banyak dana untuk bantuan kemanusiaan, kata Lowcock.

Akses untuk pekerja kemanusiaan membaik, katanya tanpa merinci, tetapi dia mencatat bahwa pendanaannya gagal.

PBB mengatakan pihaknya harus menghentikan dukungan nutrisi untuk taman kanak-kanak di Korea Utara pada bulan November karena kekurangan dana, dan “Kebutuhan dan Rencana Prioritas 2018” sementara untuk Korea Utara kebutuhannya kekurangan dana hingga 90 persen.

Ketika mengunjungi sebuah rumah sakit yang tidak didukung oleh PBB, Lowcock mengatakan ada 140 pasien tuberkulosis tetapi obat yang tersedia hanya cukup untuk mengobati 40 dari mereka.

Lebih dari 10 juta orang atau sekitar 40 persen dari populasi Korea Utara, membutuhkan bantuan kemanusiaan, kata PBB dalam sebuah pernyataan.

Lowcock dijadwalkan bertemu dengan pejabat pemerintah, perwakilan agen kemanusiaan dan orang-orang yang menerima bantuan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang situasi kemanusiaan, kata PBB.

 

Ant/Rtr/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment