Patrialis Akbar Lunasi Denda Rp300 Juta ke KPK | Koran Jakarta
Koran Jakarta | April 9 2020
No Comments
VARIA

Patrialis Akbar Lunasi Denda Rp300 Juta ke KPK

Patrialis Akbar Lunasi Denda Rp300 Juta ke KPK

Foto : ISTIMEWA
Patrialis Akbar
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Terpidana mantan Hakim Konstitusi, Patrialis Akbar telah melunasi pembayaran denda sebesar 300 juta rupiah ke lembaga antirasuah. Denda tersebut sebagaimana putusan Peninjauan Kembali (PK), dengan perkara Nomor 156 PK/Pid.Sus/2019 pada 27 Agustus 2019 dengan amar putusan pidana penjara selama tujuh tahun dan denda sebesar 300 juta rupiah, subsidair pidana kurungan selama tiga bulan.

“Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada tanggal 9 Maret 2020 telah melaksanakan penyetoran ke kas negara sebagai salah satu komponen asset recovery yang dilakukan oleh KPK,” kata Pelaksana Tugas Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri, di Jakarta, Rabu (25/3).

Ali menambahkan untuk pidana badan telah dilaksanakan eksekusinya pada tanggal 3 Oktober 2019 lalu. Terpidana Patrialis Akbar juga telah membayar uang pengganti sebesar 4.043.195 rupiah dan 10.000 dollar Amerika Serikat (AS) melalui rekening KPK. Selanjutnya, pada tanggal 2 Oktober 2017, KPK telah melaksanakan penyetoran pembayaran uang pengganti tersebut ke kas negara.

Untuk diketahui, Mahkamah Agung (MA) mengabulkan PK yang diajukan Patrialis Akbar pada 27 Agustus 2019 sehingga MA membatalkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat yang menuntut Patrialis selama delapan tahun penjara.

Hakim MA menyatakan Patrialis Akbar hanya menerima uang sejumlah 10.000 dollar AS yaitu separuh dari jumlah pemberian uang dari Pengusaha Impor Daging, Basuki Hariman sebesar 20.000 dollar AS melalui saksi Kamaluddin selaku orang dekat Patrialis. Sisanya, sekitar 10.000 dollar AS, tidak diterima oleh Patrialis, melainkan digunakan untuk kepentingan sendiri saksi Kamaluddin. Serta, uang untuk kepentingan main golf bersama saksi Kamaluddin sebanyak 4.043.195 rupiah. ola/N-3

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment