Koran Jakarta | October 18 2019
No Comments
Pascakerusuhan I Pemerintah Akan Bangun 100 Rumah

Pasukan Keamanan Akan Ditambah di Wamena dan Ilaga

Pasukan Keamanan Akan Ditambah di Wamena dan Ilaga

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font
Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua, meminta rumah yang dibangun untuk korban kerusuhan bersifat permanen, bukan hunian sementara.

 

TIMIKA – Pemerintah akan menambah pasukan keaman­an TNI dan Polri ke Wamena dan Ilaga, Papua. Penambahan pasukan keamanan itu bertu­juan agar situasi di kedua dae­rah itu benar-benar pulih se­perti semula.

“Keamanan itu menjadi ke­wajiban negara, kewajiban TNI dan kewajiban Polri. Makanya saya datang ke Papua dengan membawa serta Panglima TNI dan Kapolri. Mereka nanti akan menambah pasukan keaman­an di situ,” kata Menteri Koor­dinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto, di Ti­mika, Rabu (9/10).

Wiranto yang didampingi Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, dan Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian, menggelar pertemuan dengan para pengungsi dari Wamena dan Ilaga bertempat di salah satu hotel di Timika. Sebelum berkunjung ke Timika, Wiranto bersama rombongan terlebih dahulu mengunjungi Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya yang dilanda kerusuhan massa pada Senin (23/9).

Wiranto bersama rombong­an kemudian melanjutkan perjalanan menuju Jayapura untuk menemui para peng­ungsi, Gubernur Papua, Lukas Enembe, serta sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat.

Wiranto menerangkan si­tuasi di Wamena dan Ilaga kini sudah aman. Tugas kita seka­rang ini adalah meyakinkan para pengungsi bahwa keada­an di Wamena benar-benar su­dah normal. “Kalau sudah nor­mal dan sudah aman, mereka juga ingin kembali ke Wamena dan Ilaga untuk melanjutkan pekerjaan,” katanya.

Mantan Panglima ABRI (se­karang TNI) itu mengatakan para pengungsi terutama di Wa­mena dan Jayapura tidak bisa selamanya hidup di tenda-tenda dan posko-posko pengungsian. Ke depan, katanya, pemerintah akan berupaya membangun kembali rumah penduduk, tem­pat usaha (toko, ruko, kios, war­ung) serta fasilitas umum yang rusak dan dibakar massa saat terjadi kerusuhan.

Akan Dipercepat

Sementara itu, Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Ba­nua, mengatakan pemerintah akan membangun 100 unit rumah untuk korban kerusuh­an 23 September di Wamena, Kabupaten Jayawijaya. Peme­rintah juga akan membangun kios yang dibakar pada saat ke­rusuhan. “Kementerian Sosial juga akan membangun ruko-ruko yang terbakar,” kata Jhon.

Bupati mengatakan sedang berkoordinasi dengan pihak terkait agar pembangunan ru­mah dipercepat. Ia meminta agar kementerian tidak mem­bangun rumah sementara.

“Kami minta rumah yang dapat dihuni lebih lama.”

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rak­yat akan melibatkan TNI untuk membangun ulang rumah-ru­mah yang terbakar. Jhon menga­takan belum menerima dana bantuan dari Gubernur Papua.

“Kami belum tahu apakah dana itu lewat TNI atau Polri, tetapi itu untuk membantu rumah-rumah yang terbakar,” kata Jhon.

Kepala Polda Irjen Paulus Waterpauw mengatakan hing­ga Rabu pagi masih ada 152 orang pengungsi yang masih bertahan di Posko Lanud Silas Papare. Ant/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment