Koran Jakarta | August 22 2018
No Comments
Hubungan Bilateral - Jerman dan Swedia Diminta Jadi Mediator Atasi Konflik

Pasien Saudi di Kanada Dipindahkan ke Amerika

Pasien Saudi di Kanada Dipindahkan ke Amerika

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font
Organisasi hak perempuan, amal, dan kelompok HAM mendesak komunitas internasional untuk bergabung dengan Kanada menyerukan penghormatan terhadap hak perempuan di Saudi.

 

RIYADH - Semua pasien dari Arab Saudi yang menjalani perawatan medis di Kanada telah dipindahkan ke Amerika Serikat. Pemindahan para pasien itu guna memastikan keamanan mereka dalam perawatan.


Kedutaan Besar Saudi memberikan semua bantuan kepada warganya, dan mengambil sejumlah langkah penting yang diperlukan untuk melindungi kepentingan mereka.


“Ini untuk menjamin keamanan pasien dari Saudi yang menjalani perawatan di Kanada bersama dengan kerabat mereka, dan untuk memenuhi kebutuhan perawatan mereka di tempat lain,” kata Duta Besar Arab Saudi untuk Kanada, Naif bin Bandar Al-Sudairi, Kamis waktu setempat.


Seperti diketahui, krisis diplomatik antara Saudi dan Kanada makin memanas sejak Senin lalu. Selain memindahkan semua pasien, Saudi juga menarik duta besarnya di Kanada dan mengusir dubes Kanada, kemudian membekukan semua kerja sama perdagangan dan investasi.


Negeri pimpinan Raja Salman itu juga merelokasi ribuan mahasiswa Saudi yang menempuh pendidikan di Kanada. Tak hanya sampai di situ, maskapai milik negara, Saudia, juga menangguhkan penerbangan langsung ke Toronto.


Perseteruan ini berawal ketika Kanada menyerukan pembebasan segera kepada para aktivis, termasuk aktivis kesetaraan gender peraih penghargaan internasional, Samar Badawi.


Penangkapan tersebut terjadi setelah belasan aktivis perempuan Saudi ditahan atas tuduhan membahayakan keamanan nasional. Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, menolak untuk minta maaf.


Sementara itu, pemerintah Saudi sedang mempertimbangkan langkah “hukuman” lebih lanjut kepada Kanada.


Minta Bantuan


Sementara itu, Kanada diam-diam dikabarkan meminta bantuan Jerman dan Swedia untuk menyelesaikan perselisihan dengan Kerajaan Arab Saudi.

Seorang pejabat senior yang tidak disebutkan namanya mengatakan Menteri Luar Negeri Kanada, Chrystia Freeland, telah berbicara dengan rekannya dari dua negara tersebut.


Sebelumnya, Jerman dan Swedia juga pernah menjadi sasaran kemarahan Saudi karena mengkritik pelanggaran hak asasi manusia di negara Timur Tengah itu.

Freeland dilaporkan mencoba memahami bagaimana kedua negara tersebut dalam mengatasi krisis diplomatik dengan Saudi. Dia juga memohon dukungan dari Jerman dan Swedia.

Pemerintah Kanada juga berencana untuk merayu Uni Emirat Arab dan Inggris, yang memiliki hubungan historis kuat dengan Arab Saudi.


Sedangkan organisasi hak perempuan, amal, dan kelompok HAM mendesak komunitas internasional untuk bergabung dengan Kanada menyerukan penghormatan terhadap hak perempuan di Saudi. Mereka juga meminta Saudi untuk segera membebaskan aktivis perempuan yang kini ditahan.


“Kami ikut Kanada dalam mendesak Arab Saudi untuk membebaskan aktivis hak perempuan, Samar Badawi dan Nassima al-Sada,” demikian pernyataan dari kelompok non-pemerintah dan individu, termasuk Nobel Women’s Initiatve, Oxfam, dan Lawyers without Borders. AFP/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment