Koran Jakarta | April 22 2018
No Comments
Suara Daerah

Pariwisata Potensi Ekonomi Unggulan Sumenep

Pariwisata Potensi Ekonomi Unggulan Sumenep

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

 

 ariwisata menjadi salah satu potensi ekonomi unggulan di Sumenep, Jawa Timur. Hal itu dibuktikan dengan meningkatnya angka kunjungan wisatawan selama dua tahun terakhir. Menurut data Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, jumlah wisatawan yang berkunjung ke wilayah ini pada 2016 mencapai 800 ribu orang. Pada 2017, angka kunjungan naik 16 persen, mencapai 1.049.000 wisatawan.

Untuk semakin diperhi­tungkan dalam kancah pari­wisata nasional maupun in­ternasional maka pada tahun ini, pimpinan daerah yang terletak di ujung timur Pulau Madura itu menggelar “gawe besar”, yakni Visit Sumenep 2018. Ada 36 acara atau festival yang disiapkan dalam menyambut Visit Sumenep 2018, atau Kunjungan Wisata Kabupaten Sumenep 2018 itu.

Untuk mengetahui apa saja yang akan dilakukan Pemkab Sumenep dalam mendongkrak sektor pari­wisata Sumenep, wartawan Koran Jakarta, Selocahyo, berkesempatan mewawanca­rai Bupati Sumenep, Abuya Busyro Karim, di Sumenep, baru-baru ini. Berikut petikan selengkapnya.

Apa tujuan dari Visit Sumenep 2018?

Wisata Sumenep bisa dikatakan sukses bila mem­bawa efek kesejahteraan pada masyarakat. Kunjungan wisata Kabupaten Sumenep 2018 merupakan salah satu upaya memenuhi salah satu misi pemerintahan kami yaitu meningkatkan kemandirian perekonomian pedesaan dan perkotaan dengan memper­hatikan potensi ekonomi lokal yang unggul berdaya saing tinggi.

Beragamnya potensi eko­nomi lokal di Sumenep yang memiliki nilai jual, dan berda­ya saing tinggi menjadi modal dasar dalam mewujudkan per­ekonomian Kabupaten Sume­nep yang mandiri. Diharapkan dengan acara ini mendorong optimalisasi pariwisata daerah yang mempunyai potensi un­tuk dikembangkan.

Semua itu dilakukan bersa­maan melalui pemberdayaan masyarakat pada wilayah-wilayah dengan potensi yang berbeda. Dengan begitu, dapat memberikan dukungan terha­dap pertumbuhan ekonomi lokal, yang muaranya diharap­kan memberi dukungan pada kesejahteraan masyarakat.

Pihak mana saja yang terlibat?

Kesuksesan wisata di Sume­nep tergantung tiga pilar, yang terdiri dari pemerintah, peng­usaha, dan masyarakat. Tiga pilar ini yang bisa membawa kesuksesan Visit Sumenep 2018. Pemerintah sebatas memfasilitasi dan mendorong. Pengusaha dan stakeholder lain juga dibutuhkan.

Keterlibatan aktif warga di sekitar destinasi wisata akan memiliki hubungan emosi untuk meramaikan kun­jungan wisatawan.

Seperti apa kegiatannya?

Desember lalu di-launching dalam Calender of Event 2018 oleh Deputi Bidang Pengem­bangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pari­wisata (BP3N Kemenpar) di Jakarta. Tema yang diangkat Interesting and Healthy, ka­rena Sumenep punya potensi beragam, mulai wisata sejarah kerajaan, bahari, sampai pulau dengan kadar oksigen tertinggi nomor dua di dunia. Dari 36 festival yang disiapkan, ada yang berskala kabupaten, pro­vinsi, nasional, dan regional sampai internasional.

Apa yang jadi unggulan?

Kami mempunyai even unggulan tingkat nasional, antara lain gathering media dan pelaku usaha pariwisata se-Indonesia, festival santri se-Indonesia. Lalu, untuk tingkat dunia ada kontes kucing internasional, gebyar mancing internasional, dan festival keraton dan masya­rakat adat se-ASEAN V yang akan dihadiri dari keraton se-Nusantara dan ASEAN.

Bagaimana kesiapannya?

Membangun pariwisata tidak harus memunggu siap di semua hal. Pencanangan tahun kunjungan merupa­kan awal dimulainya upaya pengembangan parwisata. Pembangunan pariwisata ha­rus berjalan, sarana jalan, dan promosi juga jalan. Memang perlu keseriusan anggaran untuk pembenahan infra­struktur wisata.

Untuk itu, Pariwisata Sumenep telah didu­kung unsur 3A yang memadai, yakni Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas.

selocahyo/N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment