Koran Jakarta | November 22 2019
No Comments
Keamanan Nasional

Panglima TNI: Nama Baik NKRI Dipertaruhkan di Pelantikan Presiden

Panglima TNI: Nama Baik NKRI Dipertaruhkan di Pelantikan Presiden

Foto : KORAN JAKARTA/M FACHRI
PENGAMANAN PELANTIKAN PRESIDEN I Sejumlah kendaraan taktis Polisi dan Barracuda terparkir di halaman Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (17/10). Guna mengamankan Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019-2024, sejumlah jalan ditutup dan keamanan diperketat dengan menurunkan tiga puluh ribu personil TNI- Polri.
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjan­to mengatakan muruah dan nama baik Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di­pertaruhkan dalam pelantikan presiden dan wakil presiden RI. Karena itu, Panglima TNI mengimbau seluruh kompo­nen bangsa harus turut serta dalam menjamin keberhasilan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019–2024 pada 20 Oktober mendatang.

“TNI dan Polri harus bahu-membahu dengan seluruh ke­menterian dan lembaga serta seluruh lapisan masyarakat untuk memastikan kelancaran, keamanan, kenyamanan, dan kesuksesan pelantikan ter­sebut,” kata Panglima TNI dalam Apel Gelar Pasukan Pengamanan Dalam Rangka Pengambilan Sumpah dan Pe­lantikan Presiden dan Wakil Presiden RI Tahun 2019, di La­pangan Silang Monas, Jakarta, Kamis (17/10).

Hadir mendampingi Pang­lima TNI, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jende­ral TNI Andika Perkasa, KSAL Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, dan Wakil KSAU Marsdya TNI Fahru Zaini Isnanto.

“Laksanakan koordinasi ke­tat, baik dengan satuan atas, samping maupun satuan ba­wah. Laksanakan pula koor­dinasi yang baik dengan ins­tansi-instansi terkait lainnya. Hilangkan ego sektoral yang sempit. Saatnya kita berbuat untuk kepentingan yang lebih besar, kepentingan bangsa dan negara,” ucap Hadi.

Dalam kesempatan itu, Panglima TNI mengatakan bahwa pasukan yang ditugas­kan dalam rangka mengaman­kan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI sebanyak 30 ribu personel. “Pengamanan mulai dilaksanakan hari ini (Kamis), di mana pasukan yang terlibat sudah di-insert ke wilayah-wilayah sesuai tang­gung jawabnya. Ring 1 dilak­sanakan dan di bawah tang­gung jawab Paspampres, Ring 2 di bawah tanggung jawab TNI, dan Ring 3 di bawah tang­gung jawab gabungan antara TNI, Polri, dan unsur lainnya,” katanya.

Hadi menambahkan bahwa objek vital juga akan men­jadi poin pengamanan seba­gaimana pengamanan untuk Presiden, Wakil Presiden, dan keluarganya, tamu-tamu un­dangan, baik luar negeri seper­ti kepala negara, kepala peme­rintahan, dan utusan khusus. Pengamanan dimulai dari saat kedatangan, di perjalanan, sampai dengan tempat hotel maupun wisma, hingga sampai ke Gedung DPR/MPR.

“Beberapa titik kritis yang harus diperkuat di antaranya adalah gedung DPR/MPR, Istana Presiden, Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdana­kusuma, PLN, Pertamina, dan tempat-tempat lain yang di­anggap perlu untuk diaman­kan termasuk Glodok dan Jem­batan Tiga,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Ka­polri Jenderal Polisi Tito Kar­navian mengimbau masyara­kat sebaiknya tidak melakukan mobilisasi massa. “Kita ingin memberikan imbauan sebaik­nya tidak melakukan mobil­isasi massa, massa memiliki psikologi publik, kumpulan massa bisa menjadi massa yang rusuh, anarkistis,” kata Tito.

Tamu Asing

Sementara itu, Kepala Se­kretariat Presiden (Kasetpres), Heru Budi Hartono, menga­takan sudah ada lima kepala negara yang akan menghadiri pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin.

“Kepala negara itu dari Brunai Darussalam, Malaysia, Singapura, Australia, Myan­mar, Filipina. Kalau Tiongkok itu wakil presiden, Vietnam juga wakil presiden. Lalu, Thai­land deputinya, Amerika Seri­kat utusan, dan Demokrat Laos utusan,” kata Heru. fdl/AR-2

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment