Koran Jakarta | May 28 2018
No Comments
Love in Shanghai

Padupadan Busana Valentine dan Imlek

Padupadan Busana Valentine dan Imlek

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Momen Valentine kali ini juga bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Imlek yang membuatnya terasa sangat spesial. Begitu pula dengan toko retail Fashion Legacy di bilangan Jakarta Selatan, yang banyak menampilkan koleksi pakaian dengan material yang sangat Indonesia, seperti batik, tenun, dan kain lainnya.

Turut meramaikan momen tahun Baru Imlek ini, Fashion Legacy mengadakan sebuah fashion show bertajuk Love in Shanghai yang merupakan perpaduan antara hari kasih sayang dan tahun baru China. “Kami mengangkat tema Love in Shanghai yang merupakan perpaduan momen antara Valentine dan Tahun Baru Imlek yang kebetulan berdekatan, koleksi yang kami peragakan bisa dikenakan untuk kedua momen tersebut. Baik formal, semi formal maupun kasual,” ungkap Vadiel Mekha selaku General Manager Marketing Fashion Legacy.

Dalam peragaan tersebut, Fashion Legacy memperagakan lebih dari 40 looks yang terdiri dari beberapa brand dan desainer seperti Sekar Kedaton, Dhara, Okainku, Agnes Budhisurya, Alif dan Kava.

Dhara salah satu desainer tersebut menceritakan bahwa koleksinya terinspirasi dari mana saja karena ia gemar mengamati seseorang. Ia memadukan penggunaan kain batik dengan tenun sehingga bisa digunakan pada berbagai macam kesempatan dan dapat dipadu padankan dengan pakaian apa saja.

“Campuran dengan permainan garis China dengan budaya Jawa dengan suatu kemasan penampilan yang menarik,” ujar Dhara. Ia menggunakan banyak kain tenun dari Garut, Makassar, dan Cirebon untuk memberi tahu bahwa Indonesia memiliki banyak tenun yang tidak kalah cantiknya dengan tenun daerah lain.

“Juga untuk memberi tahu kalau gaya Cheong Sam ini bisa dipakai dengan kain Nusantara dengan se- Okainku gala macam opsi yang disuguhkan,” ujar Dhara.

Koleksi yang mendomina- si pun masih warna merah, hitam, dan gold. Gaya pakaian tradisional Cheong Sam masih mendominasi pada peragaan ini. Pakaian Cheong Sam yang tradisional dan dipadukan dengan kain Nusantara dapat menampilkan suguhan yang menarik. Terlebih, beberapa desainer juga menambahkan potong-potongan yang edgy membuat tampilan tersebut dapat dikenakan untuk segala usia dan cocok untuk digunakan pada perayaan Imlek.

Menyambut Tahun Baru Imlek, beberapa toko retail di Jakarta sudah menyiapkan beragam baju untuk merayakan Tahun Baru Imlek tersebut. SOGO Department Store menyelenggarakan ajang peragaan busana beberapa waktu lalu untuk memperkenalkan koleksi terbaru mereka.

Sebanyak lebih dari 15 brand ternama turut berpartisipasi di ajang ini. Antara lain, Studio 133 Biyan, Votum by Sebastian, Sissae Qipao, Esye, Fluorescence, Luire, Lyne Halim, Rupa Arupa, Batik Draisal, Batik Chic, Chic Simple, Most, Amary, Korz, Mandarin Peony, BLF, dan masih banyak lainnya.

Motif bunga dan batik mendominasi koleksi pakaian Imlek kali ini. Warna merah yang menjadi warna khas Imlek juga terlihat banyak dalam koleksi tersebut. Berbarengan dengan warna seperti navy blue, creme, dusty pink, light blue, dan turqoise.

Dapat terlihat dari koleksi yang ditampilkan, pakaian-pakaian ini sangat cocok untuk merayakan Imlek. Gaya pakaian Cheong Sam sangat menonjol dalam koleksi yang tersedia di seluruh gerai SOGO ini, tampak dari potongan yang tidak terlalu esktrem dan cenderung terlebih ke arah tradisional. 

Cermati Empat Karakter

Memilih warna pakaian mungkin tidak terlalu dipikirkan oleh sebagian orang. Orang kebanyakan terlalu cenderung memilih pakaian dari model baju, potongan, detail pakaian, dan bahan pakaiannya. Pemilihan warna umumnya dilakukan paling akhir dan biasanya dipilih karena warna kesukaan atau melihat kecocokan dari warna kulit.

Menurut Maria Keyho Tampubolon seorang face analysis expert, menjelaskan ada empat karakter manusia dan penting untuk setiap orang mengetahui apa karakternya. Sehingga dia bisa mengetahui warna fashion apa yang cocok untuk dirinya.

Empat karakter tersebut adalah phlegmatis, sanguinis, koleris, dan melankolis. Phlegmatis digambarkan dengan sifat air yang tenang dan memiliki kepribadian agak tertutup dan tidak menyukai konflik. Sedangkan Sanguinis yang merupakan elemen udara adalah orang dengan kepribadian yang cuek namun easy going dan dominan.

“Yang kalau misalnya berkumpul, tidak ada dia (Sanguinis), tidak akan ramai,” ujar Maria.

Koleris menggambarkan sifat elemen api yang mampu bekerja multi tasking dan menyukai tantangan. Sementara Melankolis cenderung kepribadian yang teratur dan terencana seperti elemen tanah. Setiap orang pun umumnya memiliki dua karakter dalam dirinya. Yaitu main personality, yang paling sering terlihat orang, dan secondary personality, karakater yang muncul saat sedang dalam keadaan tertekan.

“Seperti misalnya orangnya Sanguinis tetapi dia memiliki sifat Melankolis. Saat menonton drama Korea bisa saja ia tiba-tiba menangis karena merasa perasaannya tertekan saat menonton tersebut,” ujarnya.

Setiap karakter pun memiliki warna-warna yang dapat mengeluarkan outer look-nya melalui cara berpakaian. Karakter Phlegmatis lebih cocok dengan warna-warna pastel. Warna terang namun soft selanjutnya cocok untuk karakter Sanguinis. Koleris dengan elemen apinya pantas dengan warna-warna terang. Sementara Melankolis biasanya lebih pantas dengan warna-warna primer.

“Semisalkan warna merah ya warna merah aja, tidak warna merah maroon atau fuschia,” kata Maria. Dengan mengetahui karakter dan warna-warna yang sesuai dengan karakter mereka, orang-orang bisa menampilkan lebih baik aura atau energi yang mereka miliki.

Hal tersebut dapat membuat impresi orang lain terhadap dirinya menjadi baik dan meningkatkan kepercayaan diri. “Jadi ada kan orang yang gemuk dan memakai pakaian apa saja cocok dan kelihatan cakep, itu karena warna baju yang ia kenakan sesuai dan menonjolkan aura yang ia punya,” jelas Maria.

Untuk mengetahui karakter yang dimiliki orang biasanya dapat menilai dirinya sendiri atau meminta orang lain atau yang ahli di bidangnya untuk melakukan melakukan hal tersebut. Namun yang paling baik adalah mengenal diri sendiri tersebut dan menggunakan pakaian yang membuat diri Anda nyaman. Karena sebagus apapun pakaian tersebut jika tidak membuat diri sendiri yang memakainya nyaman, sia-sia saja. gma/R-1

 

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment