Koran Jakarta | August 26 2019
No Comments

Optimalkan Pikiran Bawah Sadar demi Kesuksesan

Optimalkan Pikiran Bawah Sadar demi Kesuksesan
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : Dahsyatnya Kekuatan Pikiran

Penulis : Rizem Aizid

Penerbit : Laksana

Cetakan : I, Oktober 2018

Tebal : 204 halaman

ISBN : 978-602-407-449-4

Manusia memiliki pikiran sadar dan bawah sadar. Pikiran bawah sadar lebih menentukan berbagai keputusan dan perilaku manusia. Dengan kata lain, pikiran bawah sadar memainkan peranan terpenting dalam hidup. Maka, manusia perlu memahami pikiran bawah sadar, fungsi-fungsi, dan perbedaannya dengan pikiran sadar, termasuk potensinya.

Saat dipenuhi hal-hal positif, maka pikiran akan menetralkan yang negatif karena mampu melemahkan sistem kekebalan tubuh. Dengan memanfaatkan kekuatan pikiran positif banyak yang didapat seperti kesuksesan, kebahagiaan, kekayaan, kesehatan dan cita-cita. Kehidupan adalah cerminan dari cara menggunakan pikiran. Sejatinya, hidup diciptakan dari diri sendiri (Halaman 30).

Buku ini menyampaikan betapa penting berdoa karena sesungguhnya dikendalikan pikiran. Jadi saat menginginkan sesuatu, mintalah kepada Tuhan dengan memaksimalkan potensi kekuatan pikiran. Apa pun yang diinginkan akan tercapai. Bahkan, terkadang Tuhan memberi lebih dari permintaan.

Hal ini terjadi, karena optimisme pikiran sadar membangkitkan pikiran bawah sadar yang jauh lebih besar. Meskipun pikiran sadar mengendalikan aktivitas, perannya tidak lebih dari 12 persen. Selebihnya, sekitar 88 persen aktivitas tubuh dikendalikan pikiran bawah sadar (Halaman 36).

Namun di sisi lain, ternyata banyak orang yang tidak mampu mengendalikan dan memaksimalkan potensi luar biasa pikiran bawah sadar. Akibatnya, kenegatifan lebih dominan menguasai. Implikasinya, semua perbuatan, sifat, maupun perilaku akan cenderung negatif. Misalnya, perasaan khawatir atau cemas, waswas, perasaan takut, perasaan minder atau kurang percaya diri.

Contoh, perilaku negatif seperti perasaan cemas. Ada tiga komponen yang diserang saat pikiran bawah sadar mengalami kecemasan. Pertama, komponen emosional. Kecemasan yang menyerang bagian emosional dari seseorang akan membuatnya mengalami takut intens dan disadari. Kedua, komponen kognitif. Pada tataran kognitif, kecemasan atau rasa takut akan mengacaukan kemampuan individu untuk berpikir jernih.

Ketiga, komponen fisiologis. Secara fisiologis, tubuh orang yang mengalami kecemasan akan merespons kekuatan dengan memobilisasi diri untuk bertindak baik dikehendaki ataupun tidak (Halaman 69). Mengingat begitu kompleksnya dampak perasaan cemas atau takut yang berlebihan, sebaiknya sesegera mungkin melakukan pengobatan agar tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satu caranya dengan mengendalikan pikiran bawah sadar, tidak hanya untuk mengatasi kecemasan, namun gangguan dari kebiasaan buruk lainnya.

Buku ini juga menceritakan tentang mimpi penulis yang sangat berharga. Bukankah mimpi merupakan pikiran bawah sadar, namun mampu menyadarkan dan mengubah pandangan seseorang? Pertemuannya dengan ibunda dalam mimpi diberi pesan bahwa manusia tidak bisa mengendalikan semua kejadian. Orang hanya perlu sabar dan rela menerima apa adanya setiap kejadian.

Buku membahas pula solusi paling sederhana hingga paling kompleks. Cara hipnoterapi dipandang paling ampuh. Hal ini dibuktikan dengan kemampuannya mengendalikan dan mengubah pikiran bawah sadar mulai paling ringan seperti fobia hingga kepribadian majemuk. Diresensi Titik Nur Farikhah, Humas Kanwil Kemenag DIY

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment