Koran Jakarta | October 16 2018
No Comments
DISKONTO

OJK Cabut Izin Usaha BPR Sambas Arta

OJK Cabut Izin Usaha BPR Sambas Arta

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut izin usaha PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR), Sambas Arta yang beralamat di Jalan Karang Intan No.35 Sakok, Kota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat melalui keputusan Anggota Dewan Komisioner (KDK) Nomor KEP-115/D.03/2018 tanggal 12 Juli 2018.

Kepala OJK Provinsi Kalimantan Barat, Moch Riezky F Purnomo dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (12/7) mengatakan keputusan itu diambil setelah sebelumnya BPR Sambas Arta sejak 5 April 2018 telah ditetapkan dengan status dalam pengawasan khusus karena rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) yang kurang dari 0 persen.

“Penetapan status tersebut ditetapkan agar pengurus/pemegang saham melakukan upaya penyehatan,” kata Riezky. Selain itu, penetapan status juga dilakukan karena kelemahan pengelolaan oleh manajemen yang tidak memperhatikan prinsip kehati-hatian dan pemenuhan asas perbankan yang sehat.

“Sampai batas waktu yang ditentukan, upaya penyehatan yang dilakukan oleh pengurus/pemegang saham untuk keluar dari status dalam pengawasan khusus yang harus memiliki rasio KPMM paling kurang sebesar 8 persen tidak terealisasi,” katanya.

Dengan mempertimbangkan pernyataan ketidaksanggupan dari pengurus dan pemegang saham dalam menyehatkan BPR tersebut dan kondisi keuangan BPR yang semakin memburuk, maka OJK mencabut izin usaha BPR tersebut setelah memperoleh pemberitahuan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

“Setelah pencabutan izin usaha BPR Sambas Arta, selanjutnya LPS akan menjalankan fungsi penjaminan dan melakukan proses likuidasi sesuai Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004 Tentang Lembaga Penjamin Simpanan sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2009,” katanya. 

 

bud/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment