Koran Jakarta | November 22 2019
No Comments

Nunung dan Jerat Narkoba

Nunung dan Jerat Narkoba
A   A   A   Pengaturan Font

Lagi-lagi masyarakat dikejutkan penangkapan pesohor karena kasus narkoba. Kali ini korbannya komedian bernama Tri Retno Prayudati alias Nunung. Pengge­mar dan kolega sesama artis terkejut. Nunung ditangkap di kediamannya, kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (19/7). Aparat menyita barang bukti kepemilikan sabu-sabu 0,36 gram. Kini, Nunung ditetapkan sebagai tersangka dan dita­han.

Keterkejutan kolega cukup beralasan karena selama ini Nunung tidak memperlihatkan tanda-tanda “pemakai.” Dia ternyata pinter menyembunyikan perilaku yang mem­buatnya harus berurusan dengan polisi. Bahkan dari pen­gakuannya, dia sudah memakai narkoba 20 tahun.

Seperti kasus korupsi yang menjerat kepala daerah dan politisi, kasus narkoba yang menimpa para pesohor terus terjadi. Sudah banyak artis ditangkap karena kasus serupa. Mereka yang hidup dan menjalani profesi di dunia hiburan masih saja sembunyi-sembunyi menggunakan narkoba.

Nunung termasuk selebritas yang berhasil meniti karier tinggi. Dia memulai dari grup lawak Srimulat bentukan Teguh Slamet Rahardjo. Dari Srimulat, Nunung kemudian mengadu nasib di dunia akting. Tahun 1990-an, Nunung ikut membintangi sinetron populer Si Doel Anak Sekolahan sebagai adik Mas Karyo yang diperankan pelawak Basuki (alm).

Perannya yang bagus menyabet penghargaan Pemeran Komedi Wanita Terfavorit Panasonic Award 1999. Nunung sempat juga bermain film layar lebar dan belakangan wajah­nya sering tampil di acara TV swasta. Dulu, Nunung hampir setiap malam tampil di acara komedian, Opera Van Java.

Kini, Nunung harus mempertanggungjawabkan perbu­atan yang sebenarnya bisa dihindari jauh-jauh hari. Karier yang dibangun dengan perjuangan panjang itu hancur bersamaan penangkapannya. Agak sulit untuk bangkit dan eksis lagi di dunia hiburan. Stasiun televisi kini berpikir seribu kali untuk menampil­kan kembali Nunung dalam acara prime time, jika bebas. Permintaan maaf dan penye­salan tak ada guna lagi, sebab polisi akan menjebloskan ke penjara.

Dengan tertangkapnya Nunung dan suaminya, para pesohor harusnya sadar dan menghentikan segala macam penggunaan barang haram itu. Apa pun alasannya. Se­bab berbagai tekanan yang kerap dijadikan alasan para selebritas menggunakan narkoba sesungguhnya bisa diatasi. Ini bila mereka tahu diri dan mampu menempat­kan diri di tengah situasi ge­merlap dunia hiburan.

Namun, sering para selebritas yang memang sudah ke­canduan narkoba sulit melepaskannya, walaupun sudah banyak rekan yang ditangkap. Kita mengingatkan lagi agar segera menyudahi perbuatan yang hanya akan “mengu­bur” karier dan masa depan mereka. Meskipun sulit, jika ada kemauan keras, narkoba bisa dihindari. Yang belum mengonsumsi, jangan pernah mencoba. Sedang yang se­ring mengonsumsi segera menghindari narkoba.

Peran keluarga, kolega, dan sahabat sangat penting da­lam upaya menghindari narkoba. Namun, semua bergan­tung pada pribadi selebritas. Salah menentukan langkah ke­luar dari tekanan pekerjaan akan berakibat fatal. Jadi, mulai sekarang hindari dan hindari narkoba.

Aktivitas keagamaan dan sosial merupakan obat muja­rab bagi selebritas menghindari jerat narkoba. Dengan ak­tif dalam kegiatan sosial dan keagamaan, kepedulian dan kepekaan selebritas diasah serta diharapkan diimplemen­tasikan dalam perbuatan yang positif bagi orang lain. Se­bab keberhasilan selebritas sendiri merupakan anugerah yang belum tentu dirasakan orang lain yang berkeinginan terjun dalam dunia yang katanya mudah mencari pengha­silan besar itu.

Jika memungkinkan, para selebritas menjalin komu­nikasi erat dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) agar dibantu menjelaskan bahaya narkoba. Korban tewas akibat narkoba sudah banyak. Artis juga amat banyak yang terjerat narkoba. Jadi berhentilah mengonsumsi narkoba, tak ada gunanya, kecuali kehancuran.

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment