Koran Jakarta | January 18 2018
No Comments

Motor Listrik Lebih Siap

Motor Listrik Lebih Siap

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Meskipun daya jelajahnya masih sebatas 60 km, dengan kecepatan maksimal 60 km per jam namun PT Triangle Motorindo) tetap meluncurkan Viar Q1 ke pasar dengan harga 16,2 juta pada Mei 2017.

Skutik ini diklaim menjadi sepeda motor listrik pertama yang dipasarkan dengan kelengkapan STNK. “Kehadiran Viar Q1 merupakan dukungan Viar kepada pemerintah yang menginginkan hadirnya alat transportasi tanpa polusi asap dan tanpa menggunakan bahan bakar fosil,” ujar Corporate Manager PT TM Deden Gunawan.

Skutik ini menggunakan tenaga dari baterai jenis Lithium- Ion berkapasitas 60 Volt- 20 Ah untuk menggerakkan motor berdaya 800 watt buatan Bosch, dengan charger input listrik 220 Volt dan charger power 50 Hz. Dibutuhkan waktu kurang lebih 5 jam untuk mengisi baterai hingga penuh, yang sanggup mejangkau jarak sepanjang 70 km dengan kcepatan maksimum hanya 60 km per jam.

Dari hitungan ekonomi Viar Q1 cukup tidak menguras kantong seperti kendaraan berbahan bakar fosil. Dengan hitungan biaya listrik per 1 kWh sebesar 1.467 rupiah menurut TDL 2017, maka untuk mengisi penu baterai hanya butuh 2.934 rupiah.

Dengan kemampuan menempuh jarak hingga 70 km, dengan demikian hanya butuh 42 rupiah untuk setiap kilometernya.

Bandingkan dengan ongkos BBM bersubsidi jenis premium yang harganya 6.550 rupiah per liternya. Skutik teririt dengan 1 liter bensin mencapai jarak 70 km, misalnya jika dihitung per kilometernya membutuhkan ongkos bensin sebesar 93,5 rupiah. Apalagi skutik ini tidak butuh perawatan rutin seperti ongkos servis, ganti oli mesin, ganti oli garden, dan lainnya.

Viar Q1 akan segera mendapatkan pesaing baru. Hal ini karena motor prosuksi Garansindo dan ITS Gesits akan segera memasuki proses produksi di pabrik Wijaya Karya (WIKA) di Cileungsi, Bogor, dengan kapasitas 50.000 unit per tahun.

Skutik Gesits mengaplikasi motor elektrik berdaya 5kW dengan torsi mencapai 15Nm pada 3.000 rpm dari sumber baterai Lithium-ion dengan sistem manajemen baterai yang seluruhnya merupakan produk dalam negeri.

“Hanya dibutuhkan waktu maksimal 3 jam untuk mengisi ulang energi pada baterai. Dalam kondisi baterai terisi daya penuh Gesits mampu menempuh jarak 80-100 Km dengan kecepatan maksimum mencapai 100 km per jam,” ujar Abdulllah.

Merek Jepang yanag selama ini diuntungkan dengan mesin konvensional tidak mau ketinggalan. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing pada akhir Oktober 2017 telah mengenalkan Yamaha Electric Vehicle (YEV) dalam bentuk e-Fino.

YEV telah disempurnakan daripada generasi sebelumnya, dan kali ini dalam bentuk skuter matik, yang ringan dan cocok digunakan dijalanan Indonesia. Sekutik yang membutuhkan waktu isi ulang 3 jam dengan baterai 110 volts memiliki berat cukup ringan, hanya 66 kg saja.

“Kami sangat percaya diri untuk menghadapi era kendaraan listrik di Indonesia. Yamaha siap berkontribusi untuk hal ini,” kata Presiden Yamaha Indonesia Motor Manufacturing Minoru Morimoto. hay/E-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment