Koran Jakarta | July 17 2018
No Comments
Regulasi Penerbangan UE

Momentum Jaga Reputasi Maskapai Penerbangan RI

Momentum Jaga Reputasi Maskapai Penerbangan RI

Foto : ANTARA/Galih Pradipta
Beri Keterangan - Menlu Retno Marsudi (kiri) bersama Menhub Budi Karya Sumadi memberikan keterangan mengenai pencabutan larangan terbang terhadap seluruh maskapai penerbangan Indonesia oleh Uni Eropa di Jakarta, Jumat (15/6).
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Ombudsman Indonesia menilai pencabutan larangan penerbangan untuk maskapai nasional ke Uni Eropa (UE) harus menjadi cambuk bagi perusahaan Indonesia untuk bisa meningkatkan keamanan dan kenyamanan sehingga mengurangi faktor kecelakaan.

“Keputusan itu merupakan harga diri bagi bangsa Indonesia, dan pemerintah hendaknya jangan berpuas diri tapi justru harus menjaga reputasi tersebut,” kata Ombudsman Indonesia, Alvin Lie, di Jakarta, Minggu (17/6).

Sebagai negara dengan potensi industri penerbangan yang sangat besar, keputusan UE itu merupakan bentuk kepercayaan terhadap otoritas penerbangan dan maskapai penerbangan Indonesia.

Keputusan itu juga sejalan dengan opini berbagai badan penerbangan internasional, di antaranya Flight Aviation Administration (FAA), AS, dan International Civil Aviation Organization (ICAO), yang mencatat upaya perbaikan signifikan yang dilakukan Indonesia.

Menurut Alvin Lie, tidak mudah untuk mempertahankan status tersebut karena penerbangan nasional harus mampu menjaga reputasi seperti mengurangi angka kecelakaan,

mengurangi kualitas dan kuantitas kecelakaan, termasuk layanan kepada penumpang, serta seberapa besar maskapai nasional mengedepankan serta memprioritaskan keselamatan.

“Saya tentu berharap semua regulasi penebangan nasional nantinya bisa menjadi standar rujukan penerbangan internasional, sehingga penerbangan nasional di mata internasional kian dipercaya,” kata dia.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, menilai keputusan UE mencabut larangan terbang bagi maskapai Indonesia menjadi kesempatan strategis untuk membuka peluang kerja sama lebih luas lagi.

Sebab, lanjut dia, dengan keputusan itu beberapa maskapai Indonesia yang telah mendapat penilaian internasional memungkinkan untuk membuka rute baru ke Eropa.

Budi Karya juga berharap pencabutan larangan terbang itu bisa diikuti dengan datangnya investasi ke Indonesia. Sebab, seiring dengan pencabutan ini, ada berita gembira karena tiga maskapai Indonesia mendapat kenaikan level.

“Bintangnya naik, Garuda Indonesia, Citilink, dan Lion Air itu kalau nggak salah dari bintang 3 jadi bintang 7,” ujar dia.

Hasil Kolaborasi

Komisi Eropa, Kamis (14/6), memperbaharui EU Air Safety List atau daftar maskapai penerbangan yang tidak memenuhi standar keselamatan internasional, dan karenanya tidak diperkenankan beroperasi di wilayah Uni Eropa (UE).

Berdasarkan daftar terbaru tersebut, 55 maskapai penerbangan Indonesia yang masih berada dalam daftar lama telah dikeluarkan dari daftar larangan terbang di UE.

Pencabutan ini merupakan hasil kolaborasi yang sangat panjang antara diplomasi, perbaikan regulasi, dan standar keselamatan penerbangan Indonesia yang sudah dimulai sejak 2007.

Sebagaimana diketahui, sejak 2007 Uni Eropa memberlakukan larangan terbang untuk seluruh maskapai penerbangan Indonesia ke, dari, dan di wilayah UE. ils/Ant/WP

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment