Momen Orang Utan Membantu Manusia yang Terjebak di Lumpur | Koran Jakarta
Koran Jakarta | May 30 2020
No Comments

Momen Orang Utan Membantu Manusia yang Terjebak di Lumpur

Momen Orang Utan Membantu Manusia yang Terjebak di Lumpur

Foto : Instagram @anil_t_prabhakar
A   A   A   Pengaturan Font

Aksi orang utan lewat postingannya Prabhakar juga menunjukkan, begitu sisi kemanusiaan umat manusia mati, kadang-kadang hewan memandu kita kembali ke dasar-dasar kita sebagai manusia.

Alam seolah tidak berhenti memberi kejutan pada manusia. Sebuah pertemuan yang menyentuh antara orang utan dan manusia di Kalimantan telah melelehkan hati orang di seluruh dunia. Fotografer amatir, Anil Prabhakar, berhasil menangkap momen singkat itu, saat salah satu hewan yang terancam punah di Indonesia itu mengulurkan tangannya untuk membantu seorang pria keluar dari kubangan yang dipenuhi ular. Prabhakar kemudian membagikan momen mengharukan itu lewat media sosialnya.

Prabhakar menemukan peristiwa itu saat sedang melakukan safari bersama sejumlah rekan di hutan konservasi yang dikelola oleh Borneo Orang utan Survival Foundation (BOS).

“Ada laporan ular di daerah itu, lalu petugas datang dan dia menghalau ular-ular itu. Saya melihat orang utan datang sangat dekat dengannya dan mengulurkan tangannya,” kata Prabhakar.

Prabhakar menuturkan, penjaga itu kesulitan bergerak di air yang berlumpur dan mengalir, dan orang utan itu seperti mengatakan, “Boleh saya bantu?”

“Saya benar-benar tidak bisa memencet tombol. Saya tidak pernah mengharapkan hal seperti itu. Saya hanya mengambil momen itu, benar-benar emosional,” katanya.

Ular berbisa dikenal sebagai predator orang utan Kalimantan, yang selama ini telah kehilangan habitat karena kebakaran hutan, dan terancam perburuan ilegal. “Bisa dibilang, ular adalah musuh terbesar mereka,” kata ahli geologi dari Kerala di India itu.

Pria itu kemudian berhasil keluar dari sungai dan orang utan itu pun segera berlari kembali ke dalam hutan. “Mereka benar-benar liar, kita tidak tahu bagaimana mereka akan bereaksi,” ujarnya saat Prabhakar bertanya mengapa dia menjauh.

Prabhakar mengatakan seluruh kejadian itu hanya berlangsung tiga atau empat menit. “Saat itu saya sangat bahagia bisa mengalaminya,” katanya.
Foto yang diunggah di akun Instagram miliknya itu kini telah mendapat 15.000 “like”.

Lewat postingannya, Prabhakar juga menunjukkan, begitu sisi kemanusiaan umat manusia mati, kadang-kadang hewan memandu kita kembali ke dasar-dasar kita sebagai manusia.

Orang utan adalah satu-satunya kera berukuran besar di Asia yang sebagian besar ditemukan di Kalimantan dan Sumatera, Indonesia. Sedangkan sebanyak 10 persen sisanya ditemukan di Sabah dan Sarawak, Malaysia. Dalam tiga generasi terakhir, diperkirakan populasi orang utan Kalimantan telah berkurang lebih dari 80 persen.

Jika terluka, hewan-hewan itu dibawa ke hutan konservasi, agar terhindar dari risiko perburuan atau kerusakan habitat. Begitu mereka sehat, hewan itu akan dikembalikan ke alam liar. Orang utan juga memiliki siklus reproduksi yang sangat lama. Seekor orang utan betina di alam liar hanya akan melahirkan setiap enam hingga delapan tahun.

 

cnn/SB/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment