Koran Jakarta | November 23 2017
No Comments
Kasus E-KTP

Miryam Bungkam

Miryam Bungkam

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Tersangka Miryam S Haryani, mantan anggota Komisi II DPR RI, kembali diperiksa sebagai tersangka di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (19/5). Seusai diperiksa di dalam Gedung KPK lebih dari empat jam pada pukul 15.07 WIB, Miryam memilih bungkam.

Dengan pengawalan petugas keamanan, Miryam yang memakai rompi oranye tahanan langsung menuju mobil tahanan. Dia berjalan menembus kerumunan awak media yang menanyai dirinya seputar pemeriksaan di KPK. Miryam dianggap memberikan keterangan tidak benar dalam persidangan tindak pidana korupsi e-KTP atas terdakwa Irman dan Sugiharto di Pengadilan Tipikor.

Miryam mengaku diancam penyidik untuk mengakui adanya pembagian uang kepada anggota DPR RI terkait proyek e-KTP. Karena merasa tertekan, Miryam beralasan terpaksa mengakui adanya pemberian uang hasil korupsi e-KTP. Di persidangan Tipikor, Miryam membantah semua keterangan yang ia sampaikan soal pembagian uang hasil korupsi e-KTP.

Menurut dia, sebenarnya tidak pernah ada pembagian uang ke sejumlah anggota DPR RI periode 2009–2014, sebagaimana yang dia beberkan sebelumnya kepada penyidik. Tetapi, berdasarkan keterangan ahli psikologi klinis Ratih Ibrahim, tidak ada intimidasi terhadap Miryam. Ratih menyampai hal itu dalam dalam sidang praperadilan yang diajukan tersangka Miryam S Haryani, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (18/5).

Saksi Lain

KPK juga memanggil mantan anggota DPR RI periode 2004–2009, Antarini Malik, untuk diperiksa sebagai saksi kasus e-KTP. Antarini Malik digali keterangannya untuk Andi Agustinus alias Andi Narogong, pengusaha yang sekarang menjadi tersangka kasus e-KTP. “Diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AA,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Jumat.

Selain Antarini Malik, KPK juga memeriksa tiga saksi lainnya. Tiga saksi itu, yakni Kasie Pencatatan Perubahan Pewarganegaraan Akibat Non Kelahiran Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Diana Anggraeni. Kemudian Staff Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kusmihardi dan Staff PNS Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Achmad Purwanto. mza/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment