Koran Jakarta | July 20 2018
No Comments
Politik Jerman l Pemerintahan Koalisi Jerman Efektif Bekerja pada Musim Gugur

Merkel Berhasil Bentuk Koalisi

Merkel Berhasil Bentuk Koalisi

Foto : AFP/John MACDOUGALL
Capai Kata Sep akat l Kanselir Jerman yang juga ketua Partai CDU, Angela Merkel, berjabat tangan dengan ketua Partai SPD, Martin Schulz, usai konferensi pers di markas SPD di Berlin, Jumat (12/1). Mereka berhasil mencapai kata sepakat soal pemerintahan koalisi Jerman pada detik-detik akhir perundingan
A   A   A   Pengaturan Font

Setelah perundingan maraton yang amat alot, akhirnya Kanselir Jerman, Angela Merkel, bisa meraih kesepakatan berkoalisi dengan Partai SPD. Berkat kesepakatan politik ini, maka Merkel sudah bisa membentuk pemerintahan mayoritas.

BERLIN – Setelah diselimuti ketidakpastian selama hampir empat bulan, Jerman akhirnya memiliki pemerintahan koalisi, yang akan memimpin negara itu empat tahun ke depan. Partai Sosial Demokrat (SPD), yang sebelum pemilu September 2017 digelar sudah gembar-gembor tidak akan berkoalisi lagi dengan partainya Angela Merkel, CDU-CSU, akhirnya luluh pada hari terakhir perundingan terkait pembentukan koalisi pemerintahan.

“Kesepakatan pembentukan pemerintahan koalisi dicapai setelah perundingan maraton 24 jam. Ini akan memberikan Eropa sebuah awal yang mencerahkan,” kata Merkel dalam sebuah pernyataan pada Jumat (11/1).

Partai CDU-CSU tidak mendapatkan suara mayoritas dalam pemilu 2017 meskipun keluar sebagai pemenang pemilu. Kanselir Merkel berkeras tidak mau memimpin pemerintahan minoritas sehingga pihaknya berupaya menggandeng partai-partai lain untuk berkoalisi.

Kata sepakat untuk berkoalisi antara partai SPD dan CDU-CSU merupakan sebuah langkah awal menuju pemerintahan Jerman yang kuat dan belum menjadi sebuah akhir proses politik. Setelah kesepakatan ini tercapai, masih ada serentetan pertemuan politik yang harus digelar.

Pada 21 Januari nanti, sekitar 600 delegasi partai-partai di Jerman akan melakukan pertemuan di Kota Bonn untuk secara serentak melihat rincian kesepakatan-kesepakatan pembentukan koalisi pemerintahan yang dicapai kemarin.

Meski saat ini kesepakatan sudah tercapai, pesimisme masih belum bisa dihapuskan dikalangan anggota Partai SPD. Mereka takut Merkel akan kembali memaksa SPD untuk mengkhianati prinsip-prinsip partai dan menciderai lebih jauh masyarakat yang telah memilih SPD dalam pemilu 2017.

Namun Ketua Partai SPD, Martin Schulz, pun mencoba meyakinkan dan memuji kesepakatan koalisi pemerintahan, dimana kepemimpinan Partai SPD dengan suara bulat mendukung cetak biru koalisi pemerintahan Jerman.

Jika seluruh delegasi Partai SPD puas dengan kesepakatan dalam koalisi pemerintahan ini, maka perundingan resmi koalisi secara teori akan dimulai pada 22 Januari mendatang. Hingga berita ini ditulis, belum dipublikasi kesepakatan-kesepakatan apa saja yang dicapai dalam pembentukan koalisi pemerintahan.

Ketua Partai CSU, Horst Seehofer, mengatakan pihaknya sangat berharap pemerintahan yang baru sudah bisa bekerja pada musim gugur nanti atau 1 April 2018. Jika seluruh rangkaian perundingan-perundingan ini berjalan mulus, maka Merkel untuk keempat kalinya akan memimpin Jerman dengan suara mayoritas di Bundestag (parlemen).

Namun posisi ini bukan jaminan langkah Merkel memimpin Jerman akan mulus karena dia dihadapkan pada tugas yang amat berat. Sebab meski berkoalisi, perbedaan pandangan dalam parlemen Jerman sangat mencolok.

Beberapa pengamat politik memproyeksi Merkel tidak akan bertahan hingga empat tahun. Oskar Niedermayer, pengamat dari Free University di Berlin mengatakan kepentingan partai-partai sangat kuat sehingga Merkel tidak akan memegang jabatannya sampai tuntas.

Sedangkan analis politik dari Universitas Bremen, Lothar Probst, mengatakan koalisi pemerintahan Jerman yang baru akan pecah lebih awal, yang bisa berdampak pada perombakan kabinet dan kepemimpinan Merkel tidak sampai empat tahun.

Eropa Bergembira

Keberhasilan membentuk kesepakatan antara Partai SPD dan CDU-CSU untuk membentuk sebuah koalisi pemerintahan Jerman yang baru, mendapat sambutan positif dari negara-negara Eropa.

Ketua Komisi Eropa, Jean-Claude Juncker, menyebut pencapaian ini sebagai sebuah rencana positif bagi Uni Eropa UE). Sebab masa depan UE ada pada kesepakatan koalisi pemerintahan ini dan pihaknya sangat menantikan kontribusi Jerman terhadap organisasi terbesar di Benua Biru ini. “Saya sangat puas dengan konteks apa yang CDU-CSU dan Partai SPD telah sepakati pada kebijakan umum demi masa depan,” kata Juncker.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, juga sangat bergembira dengan pencapaian ini. Dia sangat menantikan untuk bekerja sama dengan pemerintahan koalisi Jerman yang baru yang kemungkinan bisa mengubah rencana-rencananya memperdalam hubungan dengan negara-negara UE dan zona Eropa.

“Kesepakatan ini sangat baik bagi Jerman, Prancis dan baik bagi Eropa secara keseluruhan. Ini adalah sebuah langkah penting bagi stabilitas dan hubungan masa depan antara Prancis dan Jerman. Namun terlepas dari itu semua adalah masa depan Eropa dalam beberapa bulan ke depan dan tahun-tahun mendatang,” kata juru bicara pemerintah Prancis, Benjamin Griveaux. uci/AFP/I-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment