Koran Jakarta | September 19 2019
No Comments

Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Perempuan

Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Perempuan

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : Timeless Beauty
Penulis : Donafeby Widyani
Penerbit : Metagraf
Cetakan : Pertama, Mei 2018
Tebal : 146 halaman
ISBN : 978-602-6328-63-2

Banyak perempuan yang mengidap krisis kepercayaan diri karena merasa belum me­menuhi standar kecantikan menurut pendapat umum seperti berkulit putih, tinggi, berhidung mancung, langsing, dan berwajah mulus. Tak ayal, seka­rang banyak ditemukan klinik, produk, dan obat kecantikan.

Kaum hawa semakin mudah tera­cuni untuk memiliki paras ayu. Iklan produk kosmetik dan fashion salah satu pemicunya.

Tampilan model yang terlihat sempurna, sedikit banyak membuat mereka kurang puas dengan tubuh dan penampilan diri (hal 10). Padahal, bila ditilik kembali, model yang digunakan dalam iklan, belum merepresentasikan wanita secara umum.

Buku ini mencoba meluruskaan pola pikir kaum hawa mengenai definisi cantik yang sebenarnya. Cantik bukan sekadar fisik. Penampilan fisik memang penting untuk memberi­kan impresi pertama (hal 3). Namun, itu bukan satu-satunya tolok ukur. Kepribadian jauh lebih penting. De­ngan memiliki kepribadian yang baik, aura positif akan keluar dari dalam diri yang akan membuat kecantikan alami terpancar.

Buku menekankan, cantik itu ten­tang percaya diri. Perempuan akan terlihat cantik ketika merasa nyaman dengan tubuhnya baik secara fisik maupun mental (hal 5). Memiliki tubuh kurang ideal tidak penting bila nyaman dengan diri sendiri. Semua bergantung pada pola pikir. Bila berpi­kir dan percaya, diri sendiri cantik dan menarik, kecantikan akan memancar secara alami.

Selain itu, buku dilengkapi kisah nyata beberapa wanita yang mampu keluar dari pola pikir tentang standar kecantikan. Mereka mampu terlihat cantik, justru dengan mengubah ba­gian yang dianggap kurang, sehingga menjadi kelebihan. Kelebihan menjadi ciri khas, sehingga membuatnya lebih istimewa.

Veronica Ong adalah seorang beauty vlogger yang pernah di-bully karena wajahnya penuh jerawat. Ia sering diberi komentar negatif oleh orang di sekitarnya. Hal itu sempat membuatnya tertekan. Bahkan, gadis tersebut pernah berpikir untuk home schooling atau pindah sekolah. Namun dia tetap bertahan, hingga mengenal make up yang membuatnya menjadi lebih percaya diri. Veronica menjadi lebih berani bersosialisasi dan tidak peduli lagi dengan komentar jahat.

Sedangkan Vanya Qintara, sejak ke­cil merasa kurang percaya diri dengan warna kulitnya yang gelap. Gadis ini kerap menangis karena selalu diejek teman-temannya. Beruntung, dia me­nemukan titik balik saat kuliah. Selama ini, secara tidak sadar selalu menonjol­kan kekurangannya. Kemudian, Vanya mulai mencoba berpikir dari perspektif lain.

Gadis ini merawat sesuatu yang dulu dianggap sebagai kekurangan agar berubah menjadi kelebihan. Vanya menonjolkan kulitnya yang gelap menjadi tampak lebih sehat dan eksotis. Tindakannya itu menuai ba­nyak pujian.

Buku ini mendefinisikan cantik de­ngan menerima, mensyukuri, dan me­rawat (hal 58). Menerima segala yang ada pada diri baik kekurangan mau­pun kelebihan. Kemudian mensyukuri tubuh karena masih berfungsi dengan baik. Yang penting merawat kebersihan diri, kesehatan, dan kebugaran. Ketika semua telah dilakukan, aura kecan­tikan akan tampak dari dalam diri.

Buku ini mengupas berbagai ma­salah kaum hawa tentang kecantikan dengan detail. Tak hanya itu, dituliskan pula solusi yang mudah dipahami dan dipraktikkan. Buku dapat men­jadi motivasi perempuan yang sedang mengalami krisis percaya diri karena cantik, tidak melulu tentang fisik.

Diresensi Wening Niki Yuntari, Mahasiswi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment