Koran Jakarta | December 13 2017
No Comments
Kendaraan Listrik

Menuju Era Truk Listrik

Menuju Era Truk Listrik

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Adopsi teknologi mobil listrik bukan hanya pada kendaraan pribadi. Kendaraan komersial listrik akan segera meluncur sebagai solusi menekan angka polusi udara dan efisiensi biaya operasional.

Teknologi mobil sudah semakin maju, terutama soal daya jangkau. Bahkan kini tidak hanya sebatas mobil kecil, perusahaan mobil listrik, Tesla, bahkan pada Kamis (17/11) malam waktu California Amerika Serikat (AS),  meluncurkan truk listrik.

Truk listrik, kata Chief Executive Officer Elon Musk, merupakan bagian dari proyek Master Plan Part Deux. Pihaknya berjanji akan untuk memperluas kemampuan mobil listrik pada transportasi darat. Diharapkan truk ini bisa mambantu efisiensi energi bagi penyedia transportasi.

Sejumlah pertanyaan mengemuka dalam merespons truk listrik. Misalnya, teknologi apa yang dipakai untuk mentenagai truk ini? Apakah dengan Super Supercharger agar pengisian lebih capat. Atau dimana truk ini akan dibuat? Tentu saja hanya Elon Musk yang bisa menjawabnya.

Penggunaan truk listrik tampaknya begitu penting di Los Angeles California. Apalagi di dekat Pelabuhan, truk diesel menjadi sumber pencemaran udara, dan telah lama menjadi sumber masalah kesehatan di negara kota itu.

Bahkan awal bulan ini, pelabuhan Los Angeles dan Long Beach menyetujui sebuah rencana untuk mendorong habisnya truk diesel, dan menganntinya dengan mobil berbahan bakar gasatau kendaraan dengan emisi nol (Zero EmissonVehicle/ZEV) lainnya.

Dewan Sumber Daya Udara California,(The California Air Resources Board) telah mendorong industri otomotif ke dalam elektrifikasi.  Mereka membuat Advanced Clean Local Trucks agensi untuk mempercepat pasar awal untuk truk dengan emisi nol.

Agensi mengusulkan bahwa produsen truk memastikan bahwa 2,5 persen dari seluruh penjualan di California adalah nol emisi mulai tahun 2023. Pada 2030 target ditingkatkan menjadi15 persen. "Selama ini dampak emisi terbesar ada di sektor pengangkutan dan logistik barang," kataKetua Dewan Sumber Daya Udara California Mary Nichols, seperti ditulis Bloomberg, Selasa (14/11).

"Keberhasilan mandat ZEV untuk mobil penumpang bisa direplikasi untuk truk. Dengan memiliki mandat di luar sana, Anda memiliki daya tarik pasar," tambah  Nichols.

Mereka yang mengembangkan truk listrik bukan hanya Tesla. Pemasok suku cadang otomotif  asal Jerman Bosch juga telah bermitra dengan Nikola Motor Co untuk mengembangkan sebuah truk hidrogen-listrik kelas 8 pada tahun 2021.

Dengan kendaraan komersial listrik akan ada penghematan yang bisa diraih. Peruhabahan ini akan terjadi dalam waktu cepat. "Kendaraan komersial listrik menjadi nyata dalam waktu dekat. Operasionalnya akan lebih murah dibandingkand dengan mesin diesel, " kataWakil Presiden Kendaraan Komersial Bosch Jason Roycht, di AS.

Tidak adanya Bosch dan Tesla, BYD juga akan didanai oleh miliarder Warren Buffett,  akan membuat kendaraan listrik sepenuhnya, temasu Kelas 8, Kelas 6 dan Kelas 5 yang memiliki kemampuan tinggi. Mereka mengungkapkan truknya telah dipesan dari pelanggan seperti UPS, Goodwill, BNSF Railway dan penyewa Pelabuhan Los Angeles, Long Beach dan San Diego.

Pada Senin (13/11),  BYD mengirimkan truk sampah Kelas 8 pertamanya ke kota Palo Alto. Perusahaan ini juga memiliki fasilitas pembuatan bus listrik dengan luas 450.000 kaki persegi di Lancaster, California.

Pelanggan bus listrik BYD termasuk Stanford University dan Kansas City International Airport,mereka berharap bisa mengantarkan lebih dari 1.000 bus dalam dua tahun ke depan.Daya yang dipakai cukup besar. "Jika Anda menyetrum satu bus, itu setara dengan electrifying 40 mobil konsumen," kata Stella Li, presiden BYD Motors.

Salah satu keunggulan kendaraan komersial listrik adalah kesenyapan. Jika perusahaan transportasi bisa mengganti dengan mobil listrik ketimbang mobil berbahan bakar diesel seperti selama ini maka konsumen akan mendapatkan kenyamanan dan ketenangan.

Geliat di Indonesia 

Pada Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017,  Mitsubishi telah memamerkan mobil konsep e-Canter. Truk yang tampil dalam bentuk mobil boks ini menggunaka sumber tenaga dari enam baterai ion-lithium yang dibuat oleh Daimler dengan kapasitas mencapai 70 kWh. Untuk mengisi baterai hingga penuh dibutuhkan waktu sekitar 7 jam.

Ke depan, Mitsubishi berjanji sistem pengisian baterai akan dipercepat, sehingga lebih hemat waktu. Dengan teknologi pengisian Combo 2, untuk mencapai 80 persen keterisian hanya butuh waktu 30 menit saja.

Dengan berat mobil mencapai 7,49 ton, e-Canter sanggup menempuh jarak 100 km. Demi menjaga baterai tahan lama, dan tetap efisien alias tidak bocor,  dibekali teknologi pendingin air (water cooling).

Daya listrik yang mencapai 185 kW disalurkan ke motor listrik synchronous permanen. Hasilnya e- Canter menghasilkan torsi puncak sebesar 380 Nm. Tenaga disalurkan ke as belakang dengan transmisi jenis single-speed transmission.

Secara desain E-Canter cukup canggih. 

Pada lampu utama dan grill dibuat rapat karena memang tidak dibutuhkan penyerapan angin oleh radiator  untuk pendinginan, lantara tidak lagi menggunakan mesin bakar.

Head of Daimler Regional Centre Commercial Vehicles SEA, Kay-Wolf Ahlden, mengklaim E-Canter adalah truk listrik pertama yang diproduksi secara massal di dunia. 

“Pada Juli 2017 truk ini telah diproduksi di Jepang dan  Portugal, dan menyusul akan diproduksi di AS,” ujar dia.

Jika Mitsubishi telah memproduksi truk listrik, Proterra meproduksi bus bertenaga listrik untuk angkutan masal ringan. Bus bernama Catalyst E2 Max memiliki panjang 12,19 meter ini sanggup menempuh jarak 1.101 mil atau 1.772 km sekali isi baterai.

Meski tergolong canggih namu Proterra menjual Catalyst E2 Max dengan harga  750 ribu dolar AS atau 9,75 miliar rupiah. Harga ini tergolong murah karena di AS harga bus sejenis dengan mesin diesel dijual pada harga 500 ribu dolar AS.

Meski lebih mahal menurut  CEO Proterra, Ryan Popple, dalam jangka panjang pemilik akan merasakan nilai ekonomisnya.

"Pengadopsi bus listrik awal seperti pelanggan pertama kami, Foothill Transit, telah membuka jalan untuk aplikasi tugas berat di masa depan, seperti pelatih motor dan truk komersial," kata Ryan, seperti dikutip oleh The Verge Selasa beberapa waktu lalu. 

Catalyst E2 yang memiliki 40 tempat duduk sanggu dipacu hingga kecaptan 65 mil per jam atau 105 km per jam. Sumber tenaga bus dengan kapasitas 40 penumpang  berasal dari baterai dengan daya 660kWh yang digendongnya. hay/E-6 

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment