Koran Jakarta | October 22 2017
No Comments

Menikmati Pantai Prigi di “Shourtern Paradise”

Menikmati Pantai Prigi di “Shourtern Paradise”

Foto : koran jakarta/selocahyo
A   A   A   Pengaturan Font

Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, yang memiliki luas wilayah 126.140 hektare, sebagian besar merupakan pegunungan. Namun, letaknya yang berada di pesisir selatan membuat kabupaten yang berjarak tempuh lima jam perjalanan darat dari Surabaya ini memiliki luas laut sejauh empat mil.

Perpaduan antara garis pantai dengan perbukitan dan gunung daerah penghasil 19 ribu ton ikan setiap tahun ini menghasilkan “lukisan” atau pemandangan alam yang eksotis dan indah. Masyarakat yang gemar berwisata pantai dan sedang berada di Trenggalek, ada baiknya mampir ke Pantai Prigi. Pantai yang terletak di wilayah Desa Tasimadu, Watulimo, ini merupakan salah satu objek wisata alam terbaik Trenggalek yang memiliki jargon Shourtern Paradise itu.

Di sepanjang empat kilometer garis pantainya yang berpasir putih, mata kita akan dihanyutkan oleh indahnya laut biru berpadu dengan nyiur pepohonan kelapa yang menjulang melambai. Menyaksikan pemandangan eksotis itu memang terasa beda karena wisatawan dapat menikmatinya dari ketinggian, saat kendaraan melintasi jalur yang membelah dataran perbukitan pesisir Trenggalek. Jika pada umumnya pantai yang ada di selatan Pulau Jawa mempunyai gelombang dan ombak yang lumayan tinggi, hal itu tidak berlaku pada pantai Prigi.

Deburan ombak pada garis pantainya yang membentuk lengkungan bulan sabit ini terasa bersahabat, memercik ramah membahasi kaki para wisatawan yang riang gembira bermain di pinggiran. Hal itu disebabkan arus ganas laut selatan telah dijinakkan oleh kontur teluk dan pegunungan yang menjorok di sisi kiri dan kanan pantai.

Pengunjung pun dengan leluasa dapat melakukan berbagai aktivitas khas pantai yang menyenangkan. Mulai sekadar bermain air, membuat istana pasir, bermain bola, berenang, atau sekadar menenangkan pikiran sambil menikmati kelapa muda segar yang banyak dijajakan warga.

Bagi pengunjung yang ingin merasakan keseruan dapat memanfaatkan fasilitas sewa perahu milik penduduk setempat. Kita akan dibawa ke sejumlah rumah apung untuk melihat budi daya ikan, maupun menyusuri tebing-tebing karang yang berjajar beberapa puluh meter dari bibir pantai. Ada juga banana boat yang membuat pengunjung berteriak kegirangan, saat perahu berbentuk seperti buah pisang ini ditarik melaju kencang sambil meloncat-loncat di gelombang.

Urusan fasilitas tak perlu khawatir, pengunjung dimanjakan dengan banyak sarana penunjang yang memadai seperti area parkir yang luas, rumah makan, taman bermain, kamar mandi, penginapan hingga bumi perkemahan. Jadi, ada banyak fasilitas penunjang yang bisa membuat liburan Anda lebih seru di pantai ini.

Untuk masuk ke area wisata, setiap pengunjung hanya perlu mengeluarkan biaya tanda masuk sebesar enam ribu rupiah, sedangkan untuk sewa perahu dikenakan tarif 10 ribu rupiah per orang.

Pantai Prigi terletak 48 kilometer dari pusat Kota Trenggalek. Untuk mencapainya wisatawan dapat mengambil jalan arah ke selatan sesudah di pertigaan Durenan. Setelah 10 kilometer dari pertigaan Durenan, kita akan menjumpai pertigaan Bandung, yang masuk lokasi Kabupaten Tulungagung. Lanjutkan perjalanan ke arah barat mengikuti jalur yang ada. Tidak ada lagi persimpangan, hanya jalur berkelok dan naik turun bukit, yang cukup mengocok isi perut.

Pelelangan Ikan

Panjang pantai selatan Kabupaten Trenggalek mencapai 96 kilometer yang sebagian besar pantainya berbentuk teluk. Secara umum pantai selatan Trenggalek terdiri dari Teluk Panggul, Teluk Munjungan, dan yang paling besar adalah Teluk Prigi.

Teluk Prigi mempunyai tiga kawasan subteluk atau labuhan, Damas di Desa Karanggandu, labuhan Gangsa di Karanggongso, Desa Tasikmadu dan labuhan Prigi di Tasikmadu. Teluk Prigi mempunyai dasar laut lumpur bercampur pasir sedikit berbatu karang dengan kedalaman 15–61 meter.

Sepanjang pantai Teluk Prigi dihuni oleh penduduk dan menjadi pusat kegiatan perikanan dengan telah dibangunnya Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi yang memiliki dua unit Tempat Pelelangan Ikan (TPI).

TPI Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) yang ada di Pantai Prigi adalah sentra perekonomian dari warga setempat. Tidak hanya bertumpu dari hasil pengelolaan objek wisata pantai, mereka juga mencari pendapatan sebagai nelayan.

Setiap paginya, sesudah beberapa nelayan pulang melaut, serta melabuhkan kapalnya waktu fajar mendekati, mereka segera menggelarkan ikan-ikan segar hasil tangkapannya ditempat pelelangan ikan itu.

Nyaris separuh lokasi pantai berpasir cokelat ini juga dijadikan sebagai tempat PPN. Separuh lagi dibiarkan alami. Setiap saat, kita bisa menjumpai beberapa puluh perahu cadik serta perahu nelayan tradisional bertumpu di pelabuhan.

Beberapa kapal lain tiba dari tengah samudera atau menuju lautan luas. Saat malam tiba tanpa bulan purnama, nyaris seluruhnya nelayan turun melaut.

Wisatawan bisa menjumpai aktivitas nelayan yang melakukan perbaikan jala atau para perajin kapal tradisional yang sedang dengan terampil merangkai batang-batang kayu jadi kapal. Suasana yang sayang apabila dilewatkan.

Sementara itu, masyarakat yang melakukan usaha penangkapan ikan banyak yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB), tercatat lebih dari 100 KUB penangkapan ikan. SB/E-3

Menyantap Kuliner dengan Menu Ikan Laut Segar

Kurang lengkap rasanya kalau berwisata tanpa merasakan kuliner andalan khas setempat. Bagi penggemar ikan laut, Anda telah datang di tempat yang tepat. Ya, selain menawarkan pemandangan pantainya yang indah, di pantai Prigi, wisatawan dapat menjumpai puluhan stan ikan laut segar hasil tangkapan nelayan setempat.

Kegiatan penangkapan yang dilakukan oleh nelayan selama ini masih terkonsentrasi di sekitar pantai, saat ini mulai berkembang usaha-usaha penangkapan ikan yang berorientasi pada penangkapan ikan lepas pantai dengan memperhatikan aspek kelestarian sumber daya ikan dan lingkungan.

Stan-stan ikan segar yang berjajar sangat mendukung kegiatan kelompok penangkapan ikan warga. Mereka menjajakan hasil tangkapan utama nelayan seperti ikan tongkol, marlin, layang, lemuru, cakalang, peperek, layur, tuna, lobster, teri, sotong, selar, kembung, dan bambangan.

Serunya lagi, pengunjung dapat langsung menyantap ikan yang pilihan karena para penjual siap memasakkan dengan metode asap. Ya, aroma harum menggoda ikan asap dapat tercium langsung oleh wisatawan yang turun dari kendaraan, tak jauh dari stan-stan penjual. Dengan bumbu sambal kecap super pedas dan kental, rasakan keasyikkan menyantap ikan asap dengan nasi putih sambil duduk di pasir putih Prigi yang lembut. Jangan lupa pesan kelapa muda segar yang dapat kita nikmati langsung dari batok atau tempurungnya.

Seorang penjual ikan asap, Sarinah, mengatakan, tidak semua stan buka pada hari biasa,karena pengunjung lebih ramai pada akhir pekan atau tanggal merah.

“Ikan yang kami jual dijamin segar. Setelah diasap bisa tahan sampai keesokan hari, kalau dimasukkan ke lemari pendingin lebih lama lagi,” tuturnya.

Sarinah mengaku menjalankan usaha kecilnya itu untuk membantu sang suami yang berprofesi sebagai nelayan. Ikan-ikan yang ditawarkan harganya cukup bersahabat, berkisar antara 15 sampai 40 ribu rupiah bergantung jenis dan ukurannya. Sebagai contoh, seekor lobster karang ukuran sedang hanya dihargai 35 ribu rupiah, termasuk ongkos masak.

“Kita bagi-bagi rezeki dengan warung yang ada di sekitar pantai. Kami menjual ikan asap, sedangkan mereka menyediakan nasi putih, minum dan tempat duduk untuk santapnya,” pungkas dia. SB/E-3

 

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment