Koran Jakarta | July 17 2018
No Comments
Museum Macan

Menghidupkan Ruang Dialog Seniman Kelas Dunia

Menghidupkan Ruang Dialog Seniman Kelas Dunia

Foto : Koran jakarta/ wahyu Ap
A   A   A   Pengaturan Font

Museum Modern and Contemporary Art in Nusantara (Macan) merupakan identitas baru seni hiburan modern di wilayah Jakarta, tempatnya yang terkenal nyaman dan menyenangkan itu bersemayam beragam karya seni dan juga rangkaian kegiatan penting penunjang kreativitas.

 

Untuk mengisi waktu libur, atau mungkin hanya sekedar ingin jalan-jalan menikmati waktu senggang di sela kesibukan superpadat, museum bisa jadi wadah interaktif yang mampu menyegarkan pikiran.

Selain dimanjakan dengan indahnya arsitektur bangunan yang khas, isi dari koleksinya juga sangat edukatif yang jika Anda telusuri banyak hal yang menarik untuk diketahui, sehingga tak mengherankan jika museum kerap dijadikan sumber inspirasi banyak orang, untuk memperoleh ide, gagasan ataupun semangat baru.

Museum Macan, yang berlokasi di AKR Tower Level MM, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, adalah salah satu museum yang wajib Anda kunjungi di wilayah Jakarta. Berbeda dari museum lainya, koleksi Museum Macan yang terus berkembang justru berfokus pada seni modern dan kontemporer dari Indonesia maupun luar negeri, konsep ini sekaligus menjadi pembeda dari museum kebanyakan yang dari sisi sajian karya mungkin terasa lebih interaktif dan juga menyenangkan.

Melalui konsep ini pula arti baru konsep museum sebagai fasilitas seni juga berhasil menghidupkan ruang-ruang seniman untuk berkarya, dan juga bagi penikmatnya, karena wadah ini mampu menjadi ruang dialog antar karya-karya seni kelas dunia, seniman dan penikmat seni. Lalu museum ini kerap juga mengadakan berbagai program publik dan aktivitas untuk mendidik dan mendukung apresiasi seni di kalangan masyarakat.

Untuk memperkuat semangat itu, Minute Maid Pulpy dan Museum Macan barubaru ini melakukan beberapa rangkaian kegiatan workshop untuk mendukung talenta seni dan penikmat seni yang hadir menikmati pameran di Museum Macan.

“Ada banyak talenta seni lokal, mereka butuh wadah serta apresiasi seni dari para penikmatnya. Workshop ini merupakan komitmen kami dalam mendukung para talenta seni terutama generasi muda dalam memberdayakan kreativitas mereka. Kami percaya, berkreasi dan mengapresiasi karya seni adalah bentuk semangat kebaikan,” urai Senior IMC Manager Minute Maid, Monika Puspitasari dalam peluncuran program workshop bertajuk ‘Apresiasi Kebaikan Seni bersama Minute Maid Pulpy dan Museum Macan’ di Jakarta, belum lama ini.

Workshop yang dimulai sejak 9 Juli hingga 31 Agustus 2018 diharapkan dapat meningkatkan apresiasi seni dan memberikan pengalaman berbeda kepada masyarakat khususnya generasi muda saat berkunjung ke museum.

“Sesi workshop ini akan dilakukan dengan jadwal satu kelas di hari biasa dan satu kelas di akhir pekan selama satu minggu sekali,” terang Monika. Untuk mengikuti program workshop ini, dengan cara melakukan pembelian produk Minute Maid Pulpy empat case senilai 260 ribu rupiah di situs JD.id atau booth Minute Maid Pulpy yang ada di Museum Macan.

“Kalau daftar secara online tinggal tunjukkan bukti konfirmasi pendaftaran pada saat mengunjungi booth Minute Maid Pulpy di Museum Macan untuk mendapatkan tote bag kanvas eksklusif, dan juga tentu tiket masuk ke Museum Macan,” papar Monica.

 

Melibatkan Seniman Muda

Para pengisi workshop ini merupakan sederet nama besar di industri seni dan kreatif. Di antaranya adalah Dita Alangkara, salah satu pendiri kolaboratif komunitas fotografi What’s Next Project dan pendiri komunitas @1OOOkata. Selain itu ada Martha Puri, sosok di baIik karya kreatif @idekuhandmade, Puty Puar, ilustrator dan blogger @byputy, dan Nike Prima, salah satu pendiri sarana kreatif dalam bidang home and living, @Iivinglovingnet.

Koran Jakarta yang berkesempatan mengikuti workshop perdana ‘Apresiasi Kebaikan Seni bersama Minute Maid Pulpy dan Museum Macan’ membahas soal memaksimalkan kamera smartphone dalam ruang museum. Pembahasan ini diperlukan karena museum seringkali memiliki aturan ketat soal foto, di mana biasanya kamera profesional tidak boleh dibawa masuk karena alasan tertentu.

Dalam workshop yang memakan waktu kurang lebih 1,5 jam ini, Aries yang juga pendiri iPhonesia, komunitas fotografi ponsel di Indonesia menjabarkan tips sebelum berburu foto di museum.

“Pertama alangkah baiknya kita mengobservasi sembari menikmati karya-karya yang dipamerkan ini diperlukan untuk mengetahui seluk beluk pengambilan gambar, kemudian pencahayaan bagian ini penting demi memaksimalkan hasil foto,” jelasnya.

Pengamatan lain yang cukup krusial dalam pengambilan gambar melalui smartphone ialah pemilihan objek. “Sembari observasi Anda juga harus melihat seluk beluk arsitektur museum baik interior atau eksterior yang menarik untuk diabadikan,” ungkap Aries.

Kemudian karya seni dalam porsi pengambilan gambar harus yang utama, menurut Aries, karya seni tetap menjadi pemeran utama, pengambilan gambar pun harus melibatkan suasana ruang untuk menghidupkan karya dalam hasil jepretan Anda.

“Yang juga tidak kalah menarik Anda bisa melihat bagaimana interaksi orang-orang di dalam museum. Disarankan untuk menghidupkan hasil foto, mengamati, sekaligus menjadikan anak-anak sebagai objek bidikan Anda, karena rasa penasaran mereka masih tinggi, jadi banyak yang menarik saat interaksi mereka dengan karya seni di museum sedang terjadi,” ujar Aries.

Tak dipungkiri karya foto di museum belakangan memang sedang naik daun, dalam pengamatan Aries tagar museum selfie telah dipakai tak kurang 57 ribu foto. Hal ini menunjukkan bahwa telah terjadi pergeseran motivasi orang ke museum dari menikmati seni ke ajang fotografi.

Kalau berbicara Museum Macan sendiri hashtag-nya sudah mencapai sekitar 43.500 foto. “Jadi, sepertinya sekarang orang datang ke museum sebagai destinasi wisata baru, hasil fotonya pun sudah banyak yang bagus tersebar di sosial media, dan efeknya tentu akan menarik perhatian masyarakat lebih luas untuk ikut menikmati sekaligus menghagai karya seni Indonesia,” tandasnya.

 

ima/R-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment