Koran Jakarta | September 19 2019
No Comments
Toy Story 4

Menghargai Kehidupan melalui Petualangan

Menghargai Kehidupan melalui Petualangan

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

“Menuju tak terbatas dan melampauinya,” merupakan kata-kata yang paling diingat para penggemar kartun Toy Story. Sejak dirilis terakhir kalinya pada 2010, film Toy Story menyisakan kenangan untuk penggemarnya dan anak-anak mengenai bagaimana kisah perpisahan antara Woody, Buzz dan kawan-kawan dengan Andy, anak laki-laki pemilik mainan itu.

Di akhir film Toy Sto­ry 3, terlihat Andy yang memasuki bangku kuliah memberikan mainan yang di­milikinya pada Bonnie, gadis kecil yang mengingatkan Andy pada masa kecilnya ketika ia menghabiskan waktu bersama mainannya. Kini, Disney dan Pixar pun menghadirkan kem­bali kisah petualangan Woody, Buzz dan yang lainnya dalam Toy Story 4.

Toy Story 4 menampilkan kisah baru, di mana para mainan ini akan bertemu de­ngan teman-teman baru serta menjelajahi tempat-tempat yang tidak terduga sebelum­nya. Banyak yang menyangka, bahwa Toy Story 3 merupakan akhir dari perjalanan Woody dan kawan-kawan. Namun dituturkan Josh Cooley, sutra­dara Toy Story, bahwa itu me­rupakan akhir dari perjalanan Woody dan Andy, bukan petualangan mereka.

“Nyatanya, itu hanya akhir dari petualangan Woody dan Andy. Seperti kehidupan, setiap akhir merupakan awal yang baru. Woody kini ber­ada di sebuah dunia baru, bersama dengan mainan baru dan pemilik baru, sesuatu yang belum pernah kita lihat sebelumnya,” jelasnya.

Di Toy Story 4 menceri­takan Woody, yang selalu yakin keberadaannya di du­nia adalah untuk memasti­kan kebahagiaan pemiliknya, entah itu Andy maupun Bonnie. Ketika Bonnie mem­buat mainan baru, Forky yang merasa dirinya sampah dan bukan mainan, Woody pun berusaha menunjukkan Forky bagaimana ia harus menghargai dirinya sebagai mainan.

Namun, saat Bonnie membawa mainan-mainannya berlibur, Woody dan Forky justru berakhir pada sebuah petualangan baru yang mempertemukannya dengan sahabatnya yang telah lama hi­lang, Bo Peep. Di satu sisi, ada mainan antik yang mengincar kotak suara Woody agar diri­nya bisa dimiliki seorang anak perempuan yang telah lama dinantikan.

Film ini dibuat berdasarkan naskah Andrew Stanton, penu­lis yang terlibat sejak pem­buatan Toy Story 1 bersama Stephany Folsom. Film ini juga kembali diisi oleh pengisi suara legendaris seperti Tom Hanks sebagai Woody, Tim Allen sebagai Buzz Lightyear, Annie Potts sebagai Bo Peep, Joan Cusack sebagai Jassie, ter­masuk Keanu Reeves sebagai Duke Caboom.

Toy Story yang mulai tayang sejak 21 Juni memberikan ba­nyak pesan moral khususnya mengenai persahabatan dan pentingnya untuk bergerak terus maju. Itu karena di be­berapa adegan, Woody yang biasanya dipilih menjadi mainan favorit harus tergan­tikan mainan lainnya, dan dirinya masih sering terkenang akan pemilik lamanya, Andy. Meskipun begitu, Toy Story 4 menjadi tontonan wajib yang menghibur keluarga, sekaligus melepas kerinduan bagi para penggemar kartun ini. gma/R-1

Teori Mengenai Ayah Andy

Salah satu yang menarik dari film-film Disney dan Pixar adalah seringkali menyelipkan beberapa ‘kunci’ pada setiap filmnya. Salah satu yang menjadi populer berkat film Toy Story 4 adalah me­ngenai ayah Andy, ayah dari pemilik mainan-mainan itu.

Teori tersebut muncul ka­rena ada suatu kejanggalan di mana ayah Andy tidak pernah terlihat di sepanjang film Toy Story sejak film pertamanya tayang. Menurut mereka, ayah Andy sudah meninggal sewaktu Molly, adik Andy, masih berada di kandungan. Mereka juga menampilkan gambar rumah Andy pada film Toy Story 1 yang menunjukkan foto anak laki-laki memakai kacamata yang dirujuk sebagai ayah Andy dan bernama Andy Senior.

Mereka yakin itu ayah Andy karena fisiknya yang tampak berbeda dengan Andy kecil. Andy Senior senang menon­ton acara televisi yang dibuat oleh merek sereal Cowboy’s Crunchies yaitu acara Woody’s Roundup.

Acara tersebut menjadi sangat populer dan mereka merilis boneka Woody sebagai bentuk promosi sereal itu. Na­mun karena peluncuran satelit Sputnik, anak-anak kala itu lebih tertarik dengan astronot ketimbang koboi.

Melihat kegigihan Andy Senior, pihak Cowboy’s Crunchies pun mengirimkan prototype boneka Woody padanya. Hingga akhirnya, mainan tersebut pun jatuh ke tangan Andy kecil dan menjadi mainan langka yang menjadi incaran para kolektor. Selain itu, tulisan Andy di kaki Woody dan Buzz pun tampak ber­beda, sehingga menguatkan bahwa teori karangan fans ini berkemungkinan besar benar.

Belum lagi ada yang me­ngatakan kalau ini cerita dari ‘orang dalam’ pembuat Toy Story. Tetapi, salah satu kreator Toy Story, Andrew Stanton melalui cuitannya di Twitter mengatakan teori karangan itu bohong. “Benar-benar berita bohong. Semuanya kembali ke rumah masing-masing. Tidak ada yang harus dibaca (me­ngenai ini), kawan,” tulisnya. gma/R-1

Uko Uwais dalam Stuber

Di tengah maraknya transportasi online yang berkembang, Hollywood pun terinspirasi membuat film mengenai ki­sah pengemudi Uber dalam film action-comedy. Film besutan Twentieth Century Fox berjudul Stuber itu meng­kisahkan pengemudi Uber bernama Stu yang diper­ankan Kumai Nanjiani, yang berusaha mengejar ratingnya sebagai pengemudi angkutan transportasi online itu.

Ia kemudian bertemu dengan Vic Manning yang diperankan Dave Bautista yang baru saja menjalani operasi Lasik dan men­dapatkan informasi me­ngenai bandar narkoba yang telah lama ia cari, Oka Tedjo.

Dengan kondisinya yang belum dapat melihat dengan sempurna, Vic pun memutus­kan memesan jasa kendaraan online hingga akhirnya ber­temu dengan Stu.

Aktor laga kenamaan Indonesia, Iko Uwais, terlibat dalam film produksi Holly­wood ini. Ia berperan sebagai Oka Tedjo, sosok penjahat utama yang menjadi target sasaran Vic. “Tedjo adalah sosok penjahat yang tangguh dan mempunyai kemampuan bela diri yang hebat. Ini me­rupakan kesempatan emas untuk mengerahkan ke­mampuan yang saya miliki,” ungkap Iko Uwais yang juga menjadi koreografer laga da­lam film tersebut.

Selain itu, berbeda dari film-film action-comedy pada umumnya, film Stuber banyak menampilkan pesan moral khususnya maskulini­tas laki-laki. Seperti ketika Stu mengatakan tidak apa-apa untuk laki-laki menangis ataupun berpelukan karena itu sama sekali bukan berarti dirinya lemah.

Itu merupakan salah satu bentuk ekspresi setiap orang dan hingga saat ini masih ser­ingkali disalahartikan. Belum lagi, lelucon-lelucon yang di­lontarkan Kumai dalam film ini, membuat penonton tidak berhenti menahan tawa se­panjang film. Film Stuber ren­cananya akan mulai tayang di Indonesia 24 Juli di seluruh bioskop di Indonesia dan di­harapkan menjadi tontonan yang menghibur di samping banyaknya adegan laga yang menegangkan.  gma/R-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment