Koran Jakarta | August 22 2017
No Comments

Menghadapi Rekan Sok Tahu

Menghadapi Rekan Sok Tahu

Foto : KORAN JAKARTA
A   A   A   Pengaturan Font

Pertanyaan:

Bu Rossa, saya punya rekan kerja yang sangat sok tahu. Dia suka sekali men­dominasi pembicaraan dan sering ngelantur. Saya tidak tahan untuk menegurnya. Bagaimana cara memberi­tahunya bahwa dia salah tanpa menciptakan perseli­sihan? Eka, Jakarta

Jawaban:

Berbicara dengan rekan kerja yang wawasannya luas emang asyik. Kita bisa ngo­brol apa saja sekaligus bisa bertanya hal-hal yang kita tidak tahu. Tapi bagaimana kalau bicara dengan rekan yang sok tahu? Biasanya orang yang sok tahu gemar sekali berbicara. Dalam setiap pembicaraan dengan siapapun ia hampir selalu mendominasi. Dan parah­nya banyak juga isi pembi­caraannya yang ngelantur alias salah.

Biasanya pendengarnya lama-lama akan merasa ger­ah dan tidak betah mende­ngarkan obrolannya. Paling tidak, anda juga akan gemas mendengar obrolannya, se­mentara anda tahu apa yang diucapkannya bukanlah informasi yang benar. Dan ujung-ujungnya anda mau meralat ucapannya bahwa itu tidak benar. Tapi sebelum anda menyangkal ucapan­nya, perlu anda ketahui, tak ada satu orang pun di dunia ini yang suka disalahkan. Sekalipun orang itu sadar bahwa dirinya salah.

Oleh karena itu jika anda ingin meralat atau membe­narkan ucapan seseorang ada cara tersendiri. Anda tidak bisa memvonisnya dengan mengatakan, “Kamu salah..!”. Anda harus bisa berkompromi dengan situasi dan kondisi yang ada. Jika masalahnya cukup sepele, anda tidak perlu ngotot menjadi si juru benar. Dalam obrolan yang ringan, anda tidak usah menampakkan wajah serius untuk meralat ucapannya. Berikut ini tips meralat ucapan yang salah:

- Jika rekan anda meng­ucapkan informasi yang salah, jangan langsung menyalahkannya. Tarik nafas sejenak. Biarkan rekan anda selesai bi­cara. Nah jika anda ingin meluruskan, mulailah dengan ucapan,..”Setahu saya begini…”. Kalimat ini mengesankan anda tidak berlagak seperti orang yang paling tahu. Berbeda jika anda mengucap­kan, “Kamu salah besar, seharusnya begini…”. Kalimat ini menandakan anda orang yang tidak luwes dan tidak kompro­mis menghadapi suatu kondisi.

- Jika ia berulang kali mengucapkan informasi yang salah, cukup tiga kali anda meralatnya. Lebih dari itu, anda akan dicap sebagai orang sok sempurna dan tidak bisa menerima kekurangan orang lain. Batasi sikap menyalahkan anda. Selebihnya, lupakan saja obrolannya. Tidak perlu diresapi apalagi diambil hati.

- Bersikaplah rileks setiap rekan anda itu mengajak ngobrol. Jangan menam­pakkan wajah tidak suka dan antipati. Jika anda selalu tampil sebagai juru benar di hadapan­nya, obrolanpun menjadi tegang dan sama sekali tidak menyenangkan.

- Jika anda sudah tidak tahan dengan obrolannya yang konyol dan banyak kebodohan yang dita­mpilkannya, tidak perlu sewot. Sudahi obrolan dengan mengambil sikap yang paling natural. Mi­salnya dengan menga­takan anda ada kerjaan, ingin ke kamar kecil, dll.

Pada intinya kepandaian anda menghadapi setiap orang dengan karakter yang berbeda, merupakan modal bagi anda untuk merentangkan networking dan memperluas pergaulan. Kondisi ini jelas akan meng­untungkan anda. Bukankah untuk sukses dalam karir juga dibutuhkan keluwe­san bergaul..? Termasuk di dalamnya bisa menghadapi orang yang paling sok tahu sekalipun.

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment