Koran Jakarta | November 20 2018
No Comments
Perada

Menggali Keajaiban Besar demi Mencapai Kesuksesan

Menggali Keajaiban Besar demi Mencapai Kesuksesan

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : Big Miracles
Penulis : Joanna Garzilli
Penerbit : Gramedia
Cetakan : Pertama, 2018
Tebal : xvi + 315 halaman
ISBN : 978-602-03-8000-1

Buku Big Miracles dibuka dengan sebuah kalimat yang sangat provokatif, “Jika ingin menggali keajaiban besar dalam diri, buku ini pilihan yang bijaksana. Keajaiban besar tidak dinanti, tapi harus diraih.” Itulah tesis utama yang hendak diusung sang penulis, Joanna Garzilli. Buku ini bermula dari pengalaman pribadi akan mengalami pahit-getir hidup. Dia pernah berutang besar, kelelahan adrenal, ditolak kerja, kelebihan berat badan, dan lemah diri.

Bertahun-tahun, Garzilli tenggelam dalam kubangan materialisme yang menyebabkan hilang keseimbangan. Sampai suatu siang, kala rehat di tempat kerja bagian keuangan sebuah perusahaan London, dia membaca novel Spiritual The Celestine Prophecy, karya James Redfield. Dia sadar dan merasa tak sanggup lagi melakoni kehidupan ini. Dia harus pergi dan ingin mengalami pemahaman-pemahanan yang ditulis novel tersebut. Inilah titik balik kehidupannya.

Joanna kemudian berhenti kerja dan memulai petualangan spiritual. Joanna Garzilli memulai hidup baru menjadi guru master Reiki, mempelajari seksualitas tantrik, mengajar yoga, membuat film, meramu program televisi di Inggris, dan pembacaan psikis. Pergulatan panjang dan melelahkan itu akhirnya berbuah 11 kaidah yang membuatnya menemukan jati diri setelah mengamplikasikannya. Sebelas kaidah itu antara: menyelaraskan diri dengan spirit, menjadi kendaraan spiritual, berkomitmen terhadap terobosan, memaafkan kesalahan, dan hidup tanpa ego.

Kemudian, percaya kemampuan diri, menerima tanggung jawab, bercita-cita tinggi, mengambil tindakan tepat, melayani, dan keluar dari zona aman. Spirit, bagi Garzilli adalah diri sejati, roh suci, diri yang lebih tinggi dan istilah-istilah lainnya yang dimaksudkan untuk merujuk pada percikan cahaya ilahi.

Spirit sesungguhnya dimiliki semua manusia yang dapat menjadi pedoman hidup agar tumbuh secara spiritual/rohani (hlm 313). Dalam konteks itulah, menurut Garzilli, paling utama yang harus disadari, manusia makhluk spiritual. Artinya, jiwa dan tubuh digerakkan oleh roh. Jika manusia selaras secara spiritual, jiwa akan menerima energi, dorongan, dan hasrat dalam diri menuangkannya ke tindakan nyata. Semakin manusia fokus pada penyelarasan spiritual makin banyak keajaiban besar bisa terwujud.

Salah satu metode ampuh untuk menggapai keajaiban besar dengan meditasi di pagi hari, sebelum beraktivitas apa pun. Ini khususnya jika manusia sedang dirundung kebingungan dan kebimbangan. Saat mengalami dinamika keluarga atau urusan pekerjaan, misalnya, gunakan meditasi agar diri menyelaraskan dengan roh (hlm 26). Meditasi juga berfungsi sebagai alat vakum yang bisa menyedot pikiran-pikiran tak bahagia di karpet jiwa. Selama meditasi sebaiknya diiringi musik.

Siapkan pula jurnal untuk mencatat pemahaman yang muncul ketika bermeditasi. Ada empat langkah dalam meditasi: terpusat, membumi, terhubung, dan mengajukan pertanyaan kepada Spirit (hlm 295). Melalui buku ini, Garzilli membagi pengalamannya, mukjizat besar bisa terjadi ketika mampu menerobos halangan-halangan dan melampaui batas-batas daya serta pengalaman manusia. Lebih jauh, dia juga menuntun pembaca membuat perubahan positif dalam menapaki kehidupan.

Di dalamnya dipaparkan metode yang dikemas secara bertahap, selangkah demi selangkah, guna mengaktifkan keajaiban luar biasa yang selama ini terpendam demi kesuksesan sejati, di antaranya menggantikan kekhawatiran dengan ketenangan, keraguan dengan penerimaan diri, dan ketidakpastian dengan kepastian tentang tujuan hidup.

Diresensi Ahmad Jauhari, Bekerja di Litbang Tarbiyatul Wathon, Gresik

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment