Koran Jakarta | June 18 2019
No Comments

Mengenal Penyakit Kronis Seribu Wajah

Mengenal Penyakit Kronis Seribu Wajah
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : A to Z Penyakit Rematik Autoimun

Penulis : dr Sandra Sinthya Langow, Sp.PD-KR

Penerbit : Elex Media Komputindo

Cetakan : 2018

Tebal : xvi + 180 halaman

ISBN : 978-602-04-7714-5

Gejala psikosi bisa dikenali dari gatal di kulit kepala, tengkuk, wajah, siku, ruas-ruas jari tangan, dan lutut, kemudian, kaki, punggung bawah, kulit bersisik, serta ruam-ruam merah menebal. Jika digaruk hingga terdengar “wik wik wik” terasa gatal-nikmat, tetapi memperparah sakit. Pemicunya iklim ekstrem, virus, bakteri, infeksi, dan stres yang menyebabkan nyeri sendi di sekujur tubuh.

Gatal garukan menjadikan psorias rentan autoimun. Buku ini mendata anak-anak dan perempuan menjadi sarang autoimun. Kemudian, 80 persen penyandang autoimun seluruh dunia perempuan. Epidemiologi mendata 7 sampai 400 per 100.000 anak mengidap autoimun. Artritis Foundation mendata 300.000 anak Amerika menderita nyeri sendi dan 400.000 anak serta remaja Jerman menderita rematik (hlm 102).

Autoimun adalah penyakit kronis seribu wajah yang masuk ke tubuh dan mengganggu kesehatan secara bertahap. Dia berjalan lambat dan sulit didiagnosis. Autoimun menunjukkan gejala variatif layaknya seribu wajah penyakit. Gejala pengecoh, misalnya, demam berulang, mudah lelah, nyeri sendi kronik, dan kelainan kulit tak kunjung sembuh. Kemudian, penurunan berat badan, anemia, seriawan, mulut, mata kering, serta rambut rontok (hlm 3).

Buku A to Z mengklasifikasikan tiga titik serang autoimun-rematik gawat. Dia menyerang sendi (peradangan, pengapuran, asam urat, lupus, dan pembuluh darah). Dia juga menyerang otot (nyeri otot serta lemah otot tangan dan paha). Kemudian, menyerang jaringan lunak tendon, bursa, fascia (nyeri dan kaku jari tangan, bengkak tendon hingga susah menggerakkan ibu jari, dan nyeri telapak kaki).

Nyeri sendi tangan dan kaki adalah gejala yang patut dicurigai sebagai awal terkena autoimun. Gejala ini sering disertai peradangan. Tidak mudah mendiagnosis penyakit rematik autoimun. Gejala mencoloknya menyerupai dan menyertai jenis penyakit lain. Akibatnya, pasien sering menduga terkena penyakit lain sebelum akhirnya terdeteksi positif terserang autoimun.

The American College of Rheumatology membuat 11 kriteria untuk memastikan seseorang terpapar autoimun-lupus atau penyakit lain yang berkategori rematik autoimun. Jika hasil tes menemukan 4 dari 11 kriteria dialami pasien, kemungkinan besar dia terkena rematik autoimun. Berdasarkan kriteria terbaru, rheumatologist membuat skor berdasarkan laboratorium dan gejala klinis pasien. Jika mencapai lebih dari 10, berarti skor ini sangat menyokong diagnosis lupus, misalnya.

Buku mendata 80 persen pasien lupus adalah perempuan. Lupus adalah penyakit rematik autoimun yang sulit didiagnosis dan tidak diketahui sebab utamanya. Penderita tidak bisa sembuh, tetapi bisa remisi (dikendalikan). Ada 17.286 odapus (orang terkena lupus) di Indonesia, tapi dapat hidup normal (hlm 36).

Penyakit infeksi, sering lesu, mudah lelah, dan sering demam tinggi ditengarai sebagai gejala awal lupus. Gejala yang menghebat berupa nyeri sendi sekujur tubuh, sering seriawan, rambut rontok, kulit wajah memerah. Kemudian, trombosit dan leukositnya rendah. Ada cairan di rongga paru-paru dan perut, serta kebocoran protein pada urine. Hanya, rentetan gejala ini terjadi tidak bersamaan.

Buku menyarankan, selain gejala seribu wajah penyakit ini, waspadalah nyeri persendian. Ada artritis (gejala dini) yang belum memengaruhi bentuk sendi. Kadang-kadang terjadi nyeri jari tangan dan kaki. Bahkan hidung dan telinga.

Autoimun tidak dapat disembuhkan, tetapi gejalanya dapat ditekan, dihilangkan, dan dicegah agar tidak muncul kembali. Stres menjadi faktor pemberat untuk semua penyakit psoriasis hingga rematik autoimun. Cara terbaik untuk bersahabat dengannya, selalu berpikir positif dan hidup optimistis. Olah raga tiga kali sepekan. 

Diresensi Yustina Windarni, Alumna Politeknik API Yogyakarta

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment