Koran Jakarta | November 22 2018
No Comments

Mengatasi Kekurangan Waktu

Mengatasi Kekurangan Waktu
A   A   A   Pengaturan Font

Pertanyaan:

Bu Rossa saya sering stress dengan pekerjaan yang menumpuk sementara waktu yang ada sangat sempit. Ba­gaimana mengatasi kendala kekurangan waktu di tempat kerja?

Jawaban:

Kekurangan waktu adalah alasan klasik bagi banyak kar­yawan yang tidak mampu me­nyelesaikan pekerjaan. Pada intinya mereka mengatakan pekerjaan terlalu banyak se­dangkan waktu terlalu sempit. Akhirnya mereka tidak bisa mengejar deadline! Tapi apa­kah benar demikian? Apakah setiap anda tidak memenuhi deadline selalu karena keku­rangan waktu?

Memang, selama ini ba­nyak yang mengklaim ‘waktu’ sebagai biang keladi tidak terselesaikannya pekerjaan. Padahal sesungguhnya ini le­bih kepada pengelolaan waktu yang kurang efektif dan efisi­en. Kebanyakan orang-orang yang tidak bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu adalah mereka yang hobi ‘menunda pekerjaan’. Jika ada waktu luang mereka lebih senang memanfaatkannya untuk kegiatan lain seperti chatting, ngobrol, ataupun bercanda. Akibatnya pekerjaan selalu tertangguhkan.

Lebih parah lagi, banyak yang sengaja menyelesaikan pekerjaan justru di detik-detik terakhir waktu deadline. Me­mang sih, pekerjaan bisa saja selesai tapi hasilnya kurang memuaskan jika dibanding mengerjakannya sejak awal. Sederet kekurangan akan terlihat jika anda mengerja­kan pekerjaan pada waktu yang mepet. Celakanya akibat mengerjakan di waktu yang sempit itu, kadang pekerjaan jadi tidak selesai. Nah sikap menunda itu berdampak bu­ruk kan? Selain membentuk pribadi yang tidak tepat waktu, terlalu sering menunda juga akan melunturkan tanggung jawab.

Jadi, anda yang gemar menunda, buruan deh enyahkan kebiasaan buruk itu. Cobalah disiplin pada diri sen­diri. Anda bisa mulai dengan mengikuti petunjuk singkat ini:

n Buatlah peraturan tertulis untuk diri sendiri. Isinya me­nekankan bahwa anda akan menyelesaikan pekerjaan tepat waktu dan tidak akan melakukan kegiatan lain sela­ma pekerjaan belum selesai. Tempelkan peraturan tertulis ini di komputer, meja kerja ataupun di gagang telepon. Kalau perlu ciptakan sanksi atau hukuman bagi diri sendiri jika anda tidak mampu me­nyelesaikan pekerjaan. Ini bisa menjadi semacam dorongan untuk menuntas kewajiban dan mencapai target anda.

n Setiap menghadapi hari baru, saat anda terbangun dari tidur rencanakan aktivitas apa yang akan anda kerjakan hari itu. Kemudian buatkan jatah waktu untuk setiap aktivitas. Usahakan selesaikan semua rencana anda tepat seperti yang anda jadwalkan.

n Buatlah skala prioritas. Anda harus mengetahui mana pekerjaan yang harus dida­hulukan. Kemudian kerjakan segera pekerjaan yang men­jadi prioritas utama. Kemu­dian menyusul ke pekerjaan berikutnya.

n Manfaatkan waktu luang untuk menyicil pekerjaan. Me­nyicil pekerjaan merupakan solusi mujarab untuk menye­lesaikan pekerjaan pas waktu. Lagipula menyicil pekerjaan di waktu yang luang tidak mem­buat anda terburu-buru dan stres dikejar deadline.

n Pertahankan semangat anda. Setiap kali anda menger­jakan tugas anda harus me­nyertainya dengan semangat. Pertahankan semangat anda agar tidak ‘down’ saat tengah berkutat dengan pekerjaan. Ni­atkan pekerjaan Anda sebagai bagian dari ibadah Anda.

n Bersikaplah tegas terha­dap segala sesuatu yang dapat menginterupsi pekerjaan anda. Misalnya putuskan tele­pon yang isinya cuma obrolan tak penting, jangan kunjungi chat room, dan matikan pon­sel anda.

n Jika tiba-tiba anda memi­liki ide di luar rencana, catat­lah ide anda. Kalau pekerja­an sudah beres, keluarkan berkas-berkas yang diperlu­kan untuk mewujudkan ide anda tadi.

Dengan demikian, anda akan menjadi pribadi yang le­bih disiplin dalam menghada­pi sang waktu. Pekerjaan beres anda pun tidak akan stres. Tetapi tentu saja bukan berarti anda harus bersikap ekstrim terhadap diri sendiri. Saat se­mua tugas anda telah tuntas, anda pun bisa memuaskan diri dengan melakukan aktivi­tas kesenangan anda, di luar pekerjaan.

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment