Koran Jakarta | April 22 2018
No Comments

Mengapa Tidak Bisa Menabung dan Cara Mengatasinya

Mengapa Tidak Bisa Menabung dan Cara Mengatasinya
A   A   A   Pengaturan Font

Pertanyaan :

Bu Rossa, mengapa saya sulit sekali menabung? Peng­hasilan saya sudah cukup besar, namun tiap bulan gaji saya habis nyaris tak bersisa. Mohon advisnya Bu.

Marlin, Tangerang

Jawaban :

Menabung adalah kebi­asaan yang sangat mendasar yang harus dipelajari setiap profesional. Tapi kita lebih suka menghabiskan uang yang dengan susah payah kita dap­atkan daripada menyisihkan­nya untuk saat-saat genting. Ketidakmampuan menabung ini merupakan masalah yang serius dari sudut pandang keuangan dan dapat dikaitkan dengan banyak hambatan atau alasan bagi para profesional.

Berikut adalah beberapa alasan yang paling umum dilakukan oleh orang-orang yang tidak dapat menyim­pan atau menabung sangat sedikit:

“Belum punya cukup uang untuk ditabung”

Ini merupakan alasan yang umum diantara professional muda yang baru memulai kariernya. Saat menabung menjadi sangat sulit karena gajimu masih kecil, bukan berarti kamu boleh tidak menabung sama sekali. Mungkin sudah saatnya kamu melihat penge­luaranmu dan melihat apakah ada kesempatan untuk bisa menabung. Kamu juga bisa mengevaluasi ulang peker­jaanmu. Jika bayarannya benar-benar bermasalah, mungkin sudah saatnya kamu mencari pekerjaan lain yang lebih tinggi.

“Saya masih punya be­berapa tagihan.”

Memiliki sejumlah uang bisa menghalangimu untuk menabung. Bisa juga, sambil melunasi hutang tapi tetap menabung. Semakin cepat kamu melepaskan diri dari hutang, semakin cepat bisa memulai tabungan untuk diri sendiri atau keluargamu.

Tapi kalau keuanganmu memungkinkanmu melunasi hutang dan menabung pada saat bersamaan, lalu apa yang menghentikanmu melakukan­nya? Menabung tidak berarti kamu menyisihkan sebagian besar gaji bulananmu dengan mengorbankan pembayaran hutang dan biaya hidupmu sendiri. Kamu hanya perlu mengalokasikan sejumlah kecil untuk tabunganmu. Dan be­gitu hutangmu menjadi lebih kecil, secara bertahap kamu bisa mulai meningkatkan jum­lah uang yang kamu simpan.

“Saya tidak tahu kemana perginya uangku”

Banyak orang mengguna­kan alasan ini seolah-olah uang mereka tiba-tiba meng­hilang setelah menerima gaji mereka. Kalau kamu salah satu dari orang-orang itu, maka kamu pasti memiliki beberapa masalah serius da­lam melacak pengeluaranmu. Kamu mungkin bahkan tidak pernah mengurus anggaran bulanan dalam hidupmu yang menjelaskan kenapa kamu tidak tahu di mana kamu menghabiskan uangmu.

Ingatlah bahwa kehilangan kendali atas pengeluaranmu adalah masalah serius dan kamu perlu mengendalikan­nya sesegera mungkin. Mulai­lah dengan melacak penda­patan dan pengeluaranmu. Tidak perlu skema yang rumit, hanya perlu membuat ang­garan realistis yang bisa kamu gunakan dan jalani.

Setelah kamu bisa mela­cak pengeluaranmu, kamu juga bisa menentukan area di mana kamu bisa mulai memotong beberapa biaya dan mengalokasikannya ke rekening tabungan.

“Saya akan mulai menabung nanti.”

Tidak ada penundaan yang baik, sebaliknya malah bisa membahayakan masa depan keuanganmu. Alasan ini juga sama saja dengan “Saya masih terlalu muda untuk menabung” atau “Saya ingin menghabiskan uang hasil jerih payah saya selama masih bisa”.

Sama sekali tidak ada alasan untuk menghabiskan semua uangmu hanya karena kamu bisa atau hanya karena kamu pikir kamu masih punya banyak waktu di masa depan untuk menabung. Kebenaran yang yang perlu kamu sadari adalah bahwa kamu tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi kemudian. Kalau kamu punya kemampuan untuk menghe­mat uang sekarang, mulailah menabung!

Ini hanyalah beberapa ala­san paling umum mengapa banyak profesional yang bek­erja tidak dapat menabung. Dan sementara rintangan ini mungkin tampak berat bagi kebanyakan kita, kita harus berhenti menggunakannya sebagai alasan. Lebih pen­ting lagi, kita harus berusaha sekuat tenaga untuk mengata­sinya untuk menjamin masa depan keuangan kita.

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment