Koran Jakarta | April 21 2019
No Comments
Skandal Huawei I Beijing Tahan Mantan Diplomat Kanada

Meng Bebas dengan Jaminan

Meng Bebas dengan Jaminan

Foto : AFP/Julie DAVID DE LOSSY/CRISIGROUP
Michael Kovrig
A   A   A   Pengaturan Font

Pengadilan Kanada mengabulkan pembebasan dengan jaminan bagi petinggi perusahaan Huawei, Meng Wanzhou. Pada saat bersamaan Tiongkok menahan eks diplomat Kanada, sebagai balasan penahanan Meng.

VANCOUVER – Pengadilan di Vancouver, Kanada, pada Selasa (11/12) mengabulkan pembebasan dengan jaminan bagi petinggi perusahaan telekomunikasi raksasa Tiongkok, Huawei, yang ditahan pada 1 Desember lalu karena ada permintaan ekstradisi dari Amerika Serikat (AS).

“Meng Wanzhou, kepala keuangan Huawei, dibebaskan dengan jaminan sebesar 7,5 juta dollar AS,” pernyataan dari pengadilan di Vancouver.

Meng sendiri ditahan karena keterlibatannya dalam kasus sanksi terhadap Iran. Pengadilan Vancouver mengabulkan pembebasan dengan jaminan terhadap Meng atas pertimbangan kesehatannya.

Atas keputusan pengadilan itu, Meng bisa menhirup udara bebas dan tinggal di rumah mewah di Vancouver yang dimiliki suaminya yang bernama Liu Xiaozong.

Kasus penahanan Meng ini berbuntut panjang dan mengguncang hubungan diplomatik antara Tiongkok dengan Kanada dan AS, terlebih saat Tiongkok kemudian melakukan penahanan terhadap mantan diplomat Kanada di Beijing.

Penahanan Meng juga dikhawatirkan bisa mengguncang “gencatan senjata” dalam perang dagang antara AS dan Tiongkok.

Pejabat AS mengatakan penahan Meng tak berkaitan dengan perundingan dagang, namun Presiden Donald Trump mengatakan akan melakukan intervensi dalam kasus ini jika bisa membantu kelancaran kesepakatan dengan Tiongkok.

Atas itikad Presiden Trump itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lu Kang, menyambutkan dengan baik. “Jika pejabat dan pemerintah AS ingin melakukan upaya yang positif ke arah yang benar terkait isu ini, kami akan menyambutnya,” kata Lu dalam taklimat hariannya.

Huawei adalah perusahaan kunci yang strategis bagi Tiongkok yang mendukung ambisi penguasaan teknologi tinggi global. Sayangnya layanan Huawei di negara seperti AS, Australia, Selandia Baru, dan Inggris, diblokade karena kekhawatiran keamanan.

Meng bukan sembarang petinggi Huawei karena ia adalah anak perempuan Ren Zhengfei yang adalah pendiri perusahaan teknologi telekomunikasi raksasa Tiongkok itu. Jika dinyatakan bersalah melakukan pelanggaran sanksi, Meng bisa dikenai hukuman penjara maksimal lebih dari 30 tahun.

Proses ekstradisi meng sendiri akan dimulai pada 6 Februari mendatang. Namun pelaksanaannya bisa berbulan-bulan bahkan tahunan, apalagi jika banding diajukan.

Penahanan Kovrig

Terkait penahanan Meng di Kanada, dilaporkan bahwa Beijing telah melakukan “tindak balasan” dengan menahan mantan diplomat Kanada yang bernama Michael Kovrig. Informasi penahanan Kovrig oleh Tiongkok disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Kanada pada Selasa.

“Penahanan Kovrig telah jadi perhatian tertinggi di pemerintahan kami,” kata Menlu Kanada, Chrystia Freeland.

Keprihatinan pun disampaikan oleh Perdana Menteri Justin Trudeau atas penahanan mantan diplomatnya. “Kami tahu atas situasi penahanan warga Kanada di Tiongkok, dan kami telah melakukan hubungan langsung dengan Beijing,” kata PM Trudeau.

Saat ini Kovrig adalah penasihat senior untuk Asia Utara dan Timur untuk institusi International Crisis Group. Kovrig kabarnya ditahan oleh aparat keamanan Tiongkok di Beijing pada Senin (10/12).

Tiongkok sebelumnya telah mewanti-wanti bahwa Kanada akan menerima konsekuensi atas penahanan petinggi Huawei jika tak segera dibebaskan.  AFP/I-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment