Membuat Karya Film Bermodal Ponsel | Koran Jakarta
Koran Jakarta | April 9 2020
No Comments
Perangkat ”Mobile”

Membuat Karya Film Bermodal Ponsel

Membuat Karya Film Bermodal Ponsel

Foto : AFP/CHRIS TOF STACHE
A   A   A   Pengaturan Font

Kecanggihan kamera pada ponsel pintar membuat vlogger, traveler, jurnalis, hingga sutradara film memanfaatkannya dalam menghasilkan karya. Kini, para sutradara tanpa ragu menggunakan ponsel pintar dalam pembuatan film.

Sutradara Angga Dwimas Sasongko, misalnya menggunakan Huawei Mate 30 Pro dalam pembuatan film pendek berjudul “Menanti Keajaiban.” Dengan contoh ini maka orang awan yang ingin terjun menghasilkan karya film tidak perlu berkecil hati, meskipun hanya bermodalkan ponsel pintar. Bahkan ponsel pintar bisa digunakan sebagai jalan keluar dari penggunaan peralatan sinematografi yang mahal. Dengan teknologi yang mendukung pada ponsel pintar mereka sudah bisa membuat konten film dengan kualitas gambar mumpuni. “Harga kamera film bisa mencapai harga 500 sampai 1 miliar rupiah. Saya saja nyewa,” ujar sutradara film, Joko Anwar.

Menurut Joko, teknologi kamera pada ponsel saat ini sudah mendukung untuk menghasilkan karya film. Dengan demikian para kreator konten hanya perlu menyiapkan ide cerita, naskah skenario, dan melakukan pra produksi.

“Seorang film maker adalah orang bercerita secara visual. Bercerita tentang apa bebas. Yang penting filmnya harus menghibur,” lanjut Joko.

Sutradara Janji Joni tersebut menjelaskan, beberapa yang perlu diperhatikan dalam memilih ponsel untuk membuat film adalah resolusi kamera, kedua fitur yang mampu menghasilkan gambar tanpa guncangan, ketiga kemampuan zoom, dam keempat kemampuan menangkap objek dengan baik pada kondisi minim cahaya. Beberapa kamera yang direkoemdasikan mampu menghasilkan konten film berkualitas di antaranya Huawei Mate 30 Pro dan Samsung Galaxy S20. Bahkan Huawei telah mengadakan kompetisi pembuatn film di wilayah Asia Pasifik dengan memakai ponsel Huawei yang bertajuk “Huawei Film Awards (HFA)”.

Kompetisi HFA yang masih berjalan ini, telah menerima 117 karya film pendek yang direkam menggunakan ponsel Huawei dari berbagai kreator dan sineas di Asia Pasifik, termasuk 2 hasil karya dari Indonesia yang berhasil memasuki 10 besar.

“Melalui Huawei Film Awards mendorong pembuat film dan kreator konten untuk mengeksplor potensi artistik dan kreatif dalam menceritakan kisah. Mereka diberdayakan untuk mewujudkan visi ini dengan teknologi kamera mobile yang canggih dari Huawei,” ujar Deputy Country Director, Huawei CBG Indonesia, Lo Khing Seng. Teknologi Mate 30 Pro yang mendukung pembuatan film diantaranya adalah Cine Camera, 25 X Ultra Motion Video, dan 3D-Depth Sensing Camera.

Cine Camera dengan sensor super besar 1/1.54 inci pencahayaan rendah, dan bahkan dapat disesuaikan hingga ISO 51200di situasi yang sangat gelap. Sementata 256x Ultra-Slow-motion Video dapat melambatkan gambar yang sedang berlangsung hingga 7,680 frame per detik, seperti 80 kali kepakan sayap seekor burung per detik.

Sementara 3D-Depth Sensing Camera berguna untuk mengukur kedalaman karakter dan objek yang berbeda dalam untuk menghasilkan efek bokeh yang mendalam dan dinamis. Lebih Canggih Sedangkan Samsung Galaxy S20 lebih canggih lagi.

Ponsel ini memiliki video dengan Resolusi 8K atau sebesar 7.680 x 4.320 piksel setara dengan 33 juta piksel. Selain itu, pengguna juga dapat memanfaatkan fitur 8K Snap pada Galaxy S20 untuk menghasilkan foto beresolusi 33MP.

“Bagi pembuat film, setiap scene memiliki arti dan konsep, jadi setiap kali kita shoot satu scene, seluruh detail seharusnya dapat terekam dengan jelas dan jernih. Detail-detail kecil ini sering banget berpengaruh sama alur dan konsep cerita. Galaxy S20 kameranya mampu merekam video dalam resolusi 8K, sehingga setiap detail dapat terekam dengan jelas,” kata Joko.

Fitur Super-steady 2.0 pada Galaxy S20 memungkinkan pengguna untuk merekam video yang sangat stabil berkat teknologi Advanced Rolling Correction hingga 60 derajat (sebelumnya 30 derajat pada Galaxy S10).

Dibekali dengan teknologi AI Motion Analysis and Prediction, pengguna dapat mengambil video layaknya menggunakan gimbal seperti videographer profesional. “Dengan fitur ini pengguna tidak perlu lagi,” ujar Mobile Product Manager Samsung Electronics Indonesia, Taufiqul Furqan. hay/S-2

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment