Koran Jakarta | June 18 2018
No Comments

Membangun Jembatan Penghubung Antaragama

Membangun Jembatan Penghubung Antaragama
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : Pastor Katolik di UIN Syarif Hidayatullah: Belajar Beriman di Komunitas Muslim Terpelajar

Penulis : Dr Greg Soetomo

Penerbit : Obor

Cetakan : Juli 2017

Tebal : xix + 354 halaman

ISBN : 978–979- 565-803-0

Jika ada orang nonmuslim belajar Islam di lembaga pendidikan Islam, opini yang terkonstruksi secara otomatis di kalangan umat Islam adalah dakwaan bahwa dia orientalis. Ini tidak berlaku bagi Romo Greg Soetomo yang selama empat tahun belajar Islam di UIN Syarif Hidayatullah hingga tingkat doktoral. Dia mendalami Islam tidak dalam posisi mualaf ataupun orientalis.

Pada pengantar buku ini, Romo Greg berkisah, ada sebagian mahasiswa Islam yang terkejut seorang pastor belajar Islam. Sebagian lain justru merespons positif. Salah satunya Azyumardi Azra, yang saat itu menjadi direktur pascasarjana UIN. “Jika seorang pastor seperti Greg belajar di UIN maka terbukalah kesempatan baik untuk pertukaran akademis, sosial, dan kultural di antara mahasiswa berbeda agama (hlm viii).”

Romo Greg memang merasakan pernyataan Azyumardi tadi. Dialog dengan mahasiswa muslim menambah keakraban serta memungkinan menemukan lebih banyak titik kesamaan antara Islam dan Katolik. Dia sendiri mengaku, belajar di komunitas muslim tidak semata mendalami ilmu keislaman, juga tidak kalah pentingnya meluaskan jejaring persahabatan.

Keakraban kadang ditampakkan dengan berbagi kisah hari raya agama masing-masing lewat email seraya mengungkapkan ucapan selamat. Hal sama diperlihatkan profesor muslim yang tidak segan memanggilnya Romo sebagai ungkapan penghomatan atas imamatnya, kendatipun berstatus mahasiswanya.

Keputusan Romo Greg belajar Islam didasarkan pada pertimbangan perlunya memahami masyarakat muslim dan ajarannya. Itu urgen dilakukan guna menghindari misunderstanding. Dengan begitu, dia bisa banyak tahu realitas ajaran Islam dan teman-teman muslimnya juga bisa memahami Katolik dari rangkaian dialog bersamanya.

Di samping itu, pertimbangan Romo Greg didasarkan pada hasil Konsili Vatikan II agar Gereja membuka jendela komunikasi dan menyapa setiap pribadi hingga terjalin harmoni. “Gereja membentangkan jembatan penghubung, bukan mendirikan tembok pemisah,” kata Paus Fransiskus (hlm 3).

Bagi Romo Greg, orang menjadi religius bukan dengan jalan menutup diri dari ajaran agama lainnya. Hal demikian berimplikasi pada perilaku narrow minded yang akan membenarkan agama sendiri dengan selaksa tindakan religiusnya walaupun secara sosial. Ini hanya melahirkan perselisihan dengan penganut agama lain. Iman akan semakin berakar kuat jika dipupuk dengan iman-iman agama lain yang secara geneologis bersumber dari Tuhan yang satu. Jargon to be religious is to be an interreligous diterjemahkan secara spesifik oleh Romo Greg menjadi to be Christian is to be Christian in dialogue with muslim (hlm 15).

Dalam ranah dialog tersebut, selama belajar di UIN, dia mengkaji isu-isu penting tentang Islam. Contoh, tentang Yesus dalam Al Quran. Ini bukan untuk apolegetik, tapi mengurai tema tersebut di belantara tafsir agar muncul ruang baru yang lebih jelas tentang konteks ayat-ayat Al Quran yang menjelaskan Yesus (hlm 75–78).

Dia juga meriset ilmiah tentang titik damai Islam-Kristen di Filipina dan Indonesia. Hasilnya menyimpulkan, harmoni dua agama tersebut bisa terjalin kuat jika ajaran agama dan ideologi sosial-politik diletakkan sebagai satu kesatuan yang berjalan seiring. Indonesia cukup berhasil melakukannya ketimbang Filipina karena dipelopori, di antaranya oleh Abdurahman Wahid dan Nurcholish Madjid (hlm 224–225).

Kisah perjumpaan pastor dan akademisi muslim dalam buku ini merupakan terobosan penting menjalin hubungan baik. Ini menegasikan prasangka negatif. Ada riset akademik objektif serta sebagai media dialog konstruktif mencari titik persamaan di bentangan perbedaan yang mudah ditemukan di tubuh Islam dan Kristen.

Diresensi Faiz, Staf di Lembaga Pendidikan An-Najah Karduluk, Sumenep

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment