Koran Jakarta | July 19 2018
No Comments
suara daerah

Memacu Pembangunan Wilayah Perbatasan di Kalbar

Memacu Pembangunan Wilayah Perbatasan di Kalbar

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Dari 171 daerah yang menggelar pemi­lihan kepala daerah (Pilkada), pemerintah telah mengangkat 13 penjabat, dua pejabat sementara, dan empat pelaksana tugas gubernur. Untuk tingkat kabupaten dan kota, telah diangkat

109 penjabat yang diam­bil dari penjabat pemerintah provinsi atau penjabat eselon II provinsi, kemudian 64 pen­jabat sementara, 35 pelaksana tugas, dan 39 pelaksana har­ian.

Untuk Kalimantan Barat (Kalbar) diangkat Penjabat Gubernur yaitu Doddi Riyat­madji. Guna mengetahui apa saja yang akan dilakukan oleh pimpinan di wilayah Kalbar, wartawan Koran Jakarta, Agus Supriyatna, berkesempatan mewawancarai Penjabat Gu­bernur Kalbar, Doddi Riyatmadji, di Jakarta, baru-baru ini. Berikut petikan selengkap­nya.

Anda ditunjuk sebagai Penjabat Gubernur Kalbar. Apa tugas utama di sana, mengingat Anda ini menja­bat sementara hanya sampai kepala daerah terpilih di pilkada dilantik?

Saya ditunjuk sebagai pen­jabat Gubernur Kalbar untuk menjalankan tiga misi penting. Tiga misi itu, yaitu menyukses­kan Pilkada 2018, menjadikan pemerintahan lebih baik, dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Untuk pertumbuh­an ekonomi, Presiden Joko Widodo sudah mengumpulkan seluruh kepala daerah.

Pertumbuhan ekonomi di Indonesia tumbuh sedikit. Saat pertemuan dengan Presiden Joko Widodo telah disampai­kan bahwa penyebab masalah pertumbuhan ekonomi ada dua yaitu berkaitan dengan investasi dan pajak. Oleh karena itu, pemerintah hadir membangun hingga pinggi­ran termasuk perbatasan. Itu merupakan salah satu upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Pemerintah terus berupaya mendorong per­tumbuhan ekonomi tersebut.

Apa kaitannya dengan Kalbar?

Kalbar merupakan salah satu provinsi yang wilayahnya berbatasan langsung dengan negara tetangga. Nah, salah satu upaya yang dilaksana­kan saat ini dengan memba­ngun daerah pinggiran dan perbatasan yang tertuang da­lam program Nawacita. Mi­sal Kapuas Hulu, salah satu daerah yang jadi perhatian utama kami. Di sana, per­kembangan Nawacita Presi­den Joko Widodo dilakukan.

Setelah pemu­ngutan suara di pilkada, keadaan di Kalbar ba­gaimana?

Perlu saya sampaikan berdasarkan pemetaan ten­tang potensi, Provinsi Kalbar menduduki ketiga rawan konflik menjelang pilkada. Tapi alhamdulillah, saat pe­mungutan suara, adem saja. Semoga tetap adem sampai dilantiknya kepala daerah terpilih hasil pilkada. Partisi­pasi juga alhamdulillah cukup baik. Ya, ini hasil kerja keras dan dukungan semua pihak, baik penyelenggara, pemer­intah daerah, kepolisian, TNI, tokoh masyarakat, warga, dan teman-teman media.

Tingkat partisi­pasi pemilih di Pilkada Kal­bar apakah memenuhi target?

Kemarin tingkat per­tisipasi pe­mi­lih di Pilkada di Kalbar tercatat sekitar 75 persen. Kalau sudah melewati angka 70 persen pada pilkada lang­sung itu menunjukkan angka yang baik. Kalau di Amerika hanya 40 persen saja. Capaian ini harus menjadi perhatian bersama.

Masyarakat juga ditun­tut melakukan hal-hal yang inovatif serta berani bersuara ketika menemukan sesuatu dalam birokrasi yang tidak sesuai aturan. Itu adalah spirit yang baik. Ayo, sama-sama mencermati, jangan biarkan kalau melihat birokrasi yang menyimpang dari aturan. Suarakan dan lawan.

Keberhasilan itu tidak lepas dari kiprah banyak pi­hak. Siapa saja?

Iya. Saya juga mem­berikan apresiasi dan peng­hargaan kepada TNI-Polri serta masyarakat yang telah mengawal proses sehingga situasi dan kondisi tetap aman, lancar, dan sukses. Jaminan keamanan kepada seseorang dalam menyalurkan hak pilihnya di TPS sangat baik. Terima kasih ada kerja keras dari aparat menjaga situasi dan kondisi di Kalbar.

Pertumbuhan ekono­mi di Kalbar bagaimana?

Saya berharap Kalbar menjadi daerah yang maju di Indonesia. Meski kalau berbicara tentang per­tumbuhan ekonomi di Indonesia belum seken­cang dari negara-negara lain. Nah, Presiden Joko Widodo ingin agar Indonesia menduduki rangking keempat puluhan. Namun, kini masih banyak daerah tertinggal di Indonesia.

Apa yang akan dilakukan untuk mengatasi keterting­galan tersebut?

Presiden Joko Widodo ber­usaha memfasilitasi yang dibu­tuhkan oleh wilayah-wilayah yang tertinggal untuk mampu mengikuti daerah-daerah yang sudah maju. Membuat inovasi-inovasi untuk memperbaiki layanan kepada publik. Saya mendapat amanah men­jadi Penjabat di Kalbar. Saya mempunyai tanggung jawab memperbaiki yang belum diperbaiki di Kalbar, supaya menjadi lebih baik.

Bagaimana sikap Anda dengan usulan pemekaran di Kalbar?

Sesuai UU yang baru, pembentukan daerah otonom baru harus dimulai penetapan daerah persiapan terlebih dahulu. Misalnya, jika ingin membentuk Provinsi Kapuas Raya maka Kapuas Raya itu di­bentuk dahulu sebagai daerah persiapan, kemudian dibi­ayai oleh yang membentuk. Selanjutnya, selama tiga tahun dilakukan evaluasi. Setelah evaluasi dan memenuhi per­syaratan, baru disiapkan ran­cangan undang-undangnya. Namun, bila belum memenuhi persyaratan maka tidak bisa disiapkan rancangan undang-undangnya. Begitulah ilustrasi sederhananya.

N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment