Koran Jakarta | January 17 2018
No Comments

Mediator Hubungan Industrial Harus Bersinergi

Mediator Hubungan Industrial Harus Bersinergi

Foto : ISTIMEWA
Menteri Ketenagakerjaan, M Hanif Dhakiri.
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Mediator hubungan industrial di pusat dan daerah diminta bersinergi. Hal ini untuk mencegah, meredam, dan mempercepat penyelesaian perselisihan hubungan industrial antara pekerja/buruh dan pengusaha.

“Saya ingin agar para mediator kita, baik di tingkat pusat maupun daerah, itu benar-benar bisa bersinergi, meningkatkan integritas dan profesionalismenya, sehingga hubungan industrial di negeri ini bisa semakin harmonis dan baik,” kata Menteri Ketenagakerjaan, M Hanif Dhakiri, saat menutup Forum Komunikasi Nasional Mediator Hubungan Industrial, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Hanif mengatakan mediator hubungan industrial berperan sebagai ujung tombak dalam membina dan mengembangkan hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan yang ditandai ketenangan bekerja para pekerja/buruh dan stabilitas dunia usaha.

“Untuk itu, kita harus tingkatkan kapasitas SDM mediator hubungan industrial agar inovatif, profesional, dan kreatif sehingga mampu bekerja sesuai dengan perkembangan dan perubahan zaman,” kata Menaker.

Hanif mengatakan saat ini ada sekitar 258.427 perusahaan, sementara jumlah mediator yang ada saat ini hanya 907 orang. Idealnya dibutuhkan sejumlah 2.692 mediator di mana setiap tahun seorang mediator membina 96 perusahaan atau delapan perusahaan setiap bulan. cit/E-3

Tags
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment