Koran Jakarta | November 22 2019
No Comments
I bu Kota Baru I Kerusuhan di Penajam Paser Utara Kriminal Murni

McKinsey Ditunjuk sebagai Konsultan Studi Kelayakan

McKinsey Ditunjuk sebagai Konsultan Studi Kelayakan

Foto : istimewa
Bambang Brodjonegoro
A   A   A   Pengaturan Font
McKinsey telah memenangkan tender senilai 25 miliar rupiah atau 1,77 juta dollar AS untuk menyiapkan pramasterplan pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur.

 

JAKARTA – Pemerintah me­nunjuk manajemen konsultan multinasional, McKinsey & Company, untuk melakukan studi kelayakan pemindahan ibu kota yang baru ke sebagi­an Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kaliman­tan Timur.

“Iya, kalau enggak salah konsorsium yang dipimpin McKinsey, tapi anggotanya sebagian dari Indonesia,” kata Menteri Perencanaan Pem­bangunan Nasional sekaligus Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, di Kantor Bap­penas, Jakarta, Kamis (17/10).

McKinsey telah meme­nangkan tender senilai 25 miliar rupiah atau 1,77 juta dollar AS untuk menyiapkan pramasterplan pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur itu. Pemenang tender itu telah diumumkan mela­lui laman resmi pemerintah. Peserta lelang 103 kandidat, termasuk kelompok yang me­libatkan Roland Berger dan Boston Consulting.

Ketika ditanya berapa lama McKinsey & Company mem­butuhkan waktu menyelesai­kan kajiannya terkait rencana pemindahan ibu kota nega­ra ke Kalimantan Timuritu, Bambang belum bisa memas­tikan.

“Mereka menyiapkan pra­masterplan,” tambahnya.

Sementara itu, Deputi Bi­dang Pengembangan Regional Bappenas, Rudy Soeprihadi Prawiradinata, mengatakan McKinsey akan menjadikan studi awal pemerintah tentang isu-isu, termasuk dampak so­sial, budaya, lingkungan serta ekonomi, sebagai landasan kajian.

“Mereka tidak akan mu­lai dari nol karena kami telah melakukan banyak peneliti­an. Mereka akan menentukan strategi ke depan, itu sebabnya kami mencari konsultan kelas dunia,” kata dia.

Studi tiga bulan juga akan melihat pendanaan yang dibu­tuhkan secara lebih rinci dan bagaimana ibu kota baru akan terhubung dengan kota-kota terdekat di Balikpapan dan Samarinda. Adapun perkiraan biaya untuk memindahkan ibu kota negara ke Kaliman­tan Timur sebesar 466 triliun rupiah.

Kriminal Murni

Di tempat yang sama, Bam­bang mengatakan kerusuh­an di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, tak perlu dikhawatirkan. Sebab, keru­suhan tersebut merupakan kriminal murni.

“Ya, itu kriminal biasa, kan di Jakarta sering tawuran. Inti­nya bisa dikendalikan,” ujar Bambang.

Walaupun demikian, Bam­bang mengaku tetap akan memperhatikan unsur kebu­dayaan lokal dalam pemin­dahan ibu kota baru. Dengan begitu, diharapkan tidak akan ada konflik sosial di ibu kota baru tersebut di masa menda­tang.

“Itu mungkin luapan emo­si, tapi saya yakin kita juga akan memperhatikan budaya dan kebiasaan masyarakat lo­kal, sehingga proses peminda­han ibu kota tidak akan terjadi hambatan,” kata Bambang.

Sebelumnya, telah ter­jadi kerusuhan di Penajam Paser Utara, Rabu (17/10). Kabid Humas Polda Kaliman­tan Timur, Kombes Pol Ade Yaya Suryana, mengatakan kerusuhan itu diduga dipicu ketidakpuasan keluarga kor­ban dalam penanganan kasus dugaan penganiayaan yang terjadi sebelumnya di Pan­tai Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Selasa (16/10). Dua warga kena tikam, yakni RN, 18 tahun dan CD, 19 ta­hun sekitar pukul 23.00 Wita. RN mengalami luka berat, se­mentara CD meninggal dunia.

Sejumlah massa kemudian mendatangi Pelabuhan Pena­jam, dan merusak fasilitas pe­labuhan, termasuk membakar loket penjualan tiket.

Ade mengatakan saat ini kondisi di Pelabuhan sudah kembali normal. “Situasi sudah kondusif. Pemadam kebakaran juga sudah masuk ke Tempat Kejadian Perkara (TKP),” kata Ade. ags/Ant/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment