Koran Jakarta | September 19 2019
No Comments

Matchamu Siap Gebrak Pasar Teh Tanah Air

Matchamu Siap Gebrak Pasar Teh Tanah Air

Foto : KORAN JAKARTA/EKO S PUTRO
LAUNCHING MATCHAMU | Co-Founder sekaligus Chief Market Officer Macthamu, Niniek Febriany, pada launching Matchamu, di Yogyakarta, beberapa waktu lalu.
A   A   A   Pengaturan Font

Berawal dari bisnis iseng kafe Matcha pada tahun 2013, brand Matchamu tahun ini akan menggebrak pasar teh sachet di Tanah Air. Tak hanya bermain di kelas B dan C, Matchamu telah menyiapkan produk untuk menyasar market C dan D dan juga paket franchise teh tarik dengan harga terjangkau.

“Target tahun 2019 ini, Matchamu bisa nation wide. Mei tahun ini, Matchamu sudah ada di semua national key account seperti Superindo, Circle K, Alfamart, Alfamidi, dan semua swalayan berjejaring lainnya,” kata Co-Founder sekaligus Chief Market Officer (CMO) Macthamu, Niniek Febriany, kepada Koran Jakarta baru-baru ini di Pabrik Matchamu, di Yogyakarta, belum lama ini.

Matchamu adalah pemenang Bekraf Food Startup 2017 yang digawangi oleh dua founder dan dua co-founder, kawan karib yang sama-sama lulusan Arsitektur Universitas Gadjah Mada (UGM) 2009.

Pabrik Matchamu berdiri pada awal tahun 2019 setelah mendapat pendanaan dari perusahaan investment food startup. Ada tiga strategi agresif yang akan dieksekusi tahun ini, yakni menjadi brand utama Teh Matcha di Chain Kunci, tersebar merata di market C dan D, dan bekerja sama dengan OTW Street Food untuk membuat dua ribu pop up store dengan sistem franchise.

Niniek mengatakan untuk market B, C di Chain Kunci, Matchamu menjual dengan harga 14. 600 rupiah dalam kotak yang berisi tiga sachet. Untuk market C dan D, ia akan menjual produk dengan harga di bawah dua ribu rupiah melalui jaringan toko kelontong tradisional, abang-abang kopi sepeda, warung kecil, dan angkringan. Sedangkan franchise akan dijual dengan harga 15 juta rupiah per booth dengan produk tak terbatas pada teh matcha, namun juga black tea dan teh tarik.

Menangkan Kompetisi

CEO Matchamu, Lintang Wuriantari mengatakan, pasar minuman kemasan siap saji di Indonesia bernilai triliunan rupiah, namun di produk teh konsumsi rata-rata per tahun per orang di Indonesia masih jauh tertinggal dari negara-negara tetangga. Malaysia misalnya, setiap tahun mengonsumsi 1,5 kilogram teh per tahun per orang, sedangkan Indonesia saat ini baru 500 gram per orang per tahun.

Macthamu berusaha mengisi itu dengan produk teh Matcha, produk teh hijau terbaik asli Jepang, dan bukan sekadar “kecap”, Matchamu menjadikan ingredient terbaik sebagai basis untuk memenangkan kompetisi.

“Ada beberapa kompetitor, namun Macthamu-lah yang menjamin bahwa teh kita benar-benar menjaga ingredient jujur. Tanpa perisa, pewarna, dan pengawet. Hanya terdiri dari tiga komposisi, yakni premium matcha dari Jepang, krimer kelapa asli, dan gula nonrafinasi,” kata Lintang. YK/E-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment