Koran Jakarta | August 19 2018
No Comments
Teror pada Penyidik KPK

Mata Kiri Novel Sudah Mulai Membaik

Mata Kiri Novel Sudah Mulai Membaik

Foto : ANTARA /Aprillio Akbar
Menuju Rumah Sakit - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menyapa wartawan saat akan dirujuk ke rumah sakit khusus mata di Jakarta, Selasa (11/4) usai tragedi penyiraman air keras.
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Setelah menjalani perawatan di Singapura selama tiga minggu kondisi mata kiri penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan yang terpapar air keras itu terus membaik. “Setelah melewati perawatan intensif selama lebih dari 20 hari di Singapura, terdapat beberapa perkembangan perawatan Novel menunjukan kondisi membaik,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Rabu (3/5).

Ia menambahkan kemarin (2/5), dokter mata melakukan enam tindakan untuk menangani mata Novel. Tindakan yang dilakukan diantaranya menganalis langsung terhadap kedua bola mata menggunakan alat periksa mata manual. Kemudian, kata Novel dokter juga memberikan cairan kimia terhadap kedua bola mata, untuk mengetahui kondisi mata dengan indikator warna, memberikan Eye Drop, pengecekan tekanan pada mata dan pemasangan lensa pada mata kanan.

“Mata kiri Novel yang mengalami perkembangan cukup lambat pun kini memperlihatkan perubahan yang signifikan. Kornea hitam pada mata kiri Novel mulai tumbuh, namun masih lambat lantaran suplai darah dan oksigen baru mulai ada. Penumpukan kalsium pada selaput mata sebelah kiri ini mulai berkurang akibat penggunaan obat,” katanya. Febri juga mengungkapkan, dokter yang menangani Novel menyebut, perlu kesabaran dalam proses penyembuhan mata Kasatgas penyidikan kasus dugaan korupsi proyek e-KTP itu.

Ia juga mengatakan, pemberian obat ke Novel pun sangat diperhatikan lantaran memiliki efek samping. Sedangkan mata kanan suplai darah dan oksigen progresnya semakin membaik. Dalam waktu dua minggu diharapkan ada pertumbuhan kornea yang signifikan. Febri menegaskan, pihak keluarga dan KPK berharap pihak kepolisian dapat segera menangkap pelaku penyerangan dan membongkar aktor intelektual dalam aksi teror ini.

Penyiraman air keras terjadi saat Novel berjalan kaki menuju rumahnya setelah salat subuh di Masjid Al Ikhsan, 11 April lalu. Ada dua orang yang berboncengan di satu motor mengikutinya. Motor itu berjalan pelan saat berada di dekat Novel. Lalu orang yang di belakang menyiramkan cairan yang belakangan diketahui sebagai air keras. Cairan itu mengenai wajah Novel. Dia sempat lari menghindar, sedangkan dua orang yang ada di motor kabur. mza/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment