Masyarakat Harus Tetap di Rumah | Koran Jakarta
Koran Jakarta | May 30 2020
No Comments
PERSPEKTIF

Masyarakat Harus Tetap di Rumah

Masyarakat Harus Tetap di Rumah

Foto : ANTARA/M Risyal Hidayat
Sejumlah petugas Palang Merah Indonesia (PMI) membawa tulisan "Kami Tetap Bekerja Untuk Kalian, Kalian Tetap di Rumah Untuk Kami" di Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Sabtu (21/3/2020). Kegiatan tersebut sebagai imbauan bagi masyarakat sebagai upaya pencegahan penyebaran virus COVID-19.
A   A   A   Pengaturan Font

Pandemi virus korona atau Covid-19  yang telah menjangkiti hampir seluruh dunia dan menimbulkan korban jiwa lebih dari seribu, sesungguhnya bisa dicegah persebarannya dengan mudah dan tidak memerlukan biaya besar. Tetapi, jika manusia abai akan petunjuk dan tidak mematuhi prosedur yang dianjurkan otoritas kesehatan, akibatnya fatal dan biaya penyembuhannya menjadi sangat mahal.

Salah satu yang sering dianjurkan dan terus disosialisasikan ke penjuru dunia, menjaga jarak fisik dan sosial di antara manusia. Kemudian rajin mencuci tangan dengan sabun. Sebaiknya berada di rumah untuk menghindari terinveksi. Sebaliknya kita tak secara sadar menyebarkan virus yang sudah ada dalam diri kepada orang lain.

Seperti diungkapkan Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, Jumat (27), sampai pukul 12.00 WIB, jumlah penderita Covid-19 di Indonesia menjadi 1.046 pasien. Pasien yang meninggal dunia 87 dan sembuh 46 orang.

Dengan data ini, persebaran virus masih termasuk masif. Maka, masyarakat diminta menyadari dan melakukan tindakan yang dianjurkan otoritas kesehatan. Jika masyarakat masih abai, potensi penambahan jumlah positif Covid akan terus meningkat dan sulit melawan pandemi ini.

Memasuki masa peningkatan penderita Covid 19 yang semakin tinggi, tidak kurang dari Presiden Joko Widodo, dokter, paramedis, pegiat kesehatan, dan semua pihak yang peduli pentingnya pencegahan virus berbahaya ini, kita harus memperlihatkan tindakan yang arif dan bijasksana. Caranya, mengurangi aktivitas luar ruamh yang tak perlu sekaligus lebih banyak di rumah saja.

Selain itu yang sudah sering diingatkan banyak pihak, mencuci tangan pakai sabun (karena virus ini cepat hilang jika menempel di tangan dan dibasuh dengan sabun). Yang tak kalah penting, menjaga jarak fisik atau sosial yang biasa sisebut physical distancing atau social distancing. Informasi dari media sosial harus benar-benar disaring dan konfirmasi dengan teliti kebenarannya.

Selain informasi bermanfaat dari otoritas kesehatan yang kemudian disebarluaskan oleh masyarakat umum melalui berbagai saluran, banyak pula tips dan saran agar kita lebih banyak di rumah dan melakukan kegiatan positif, dan produktif. Sebisa mungkin mengajak anggota keluarga dan kolega yang tergabung dalam grup-grup media sosial untuk terus saling mengingatkan bahaya virus korona. Sepertinya kita sudah terkepung virus tersebut.

Namun demikian, bukan berarti kita tidak bisa lepas dari ancaman potensi pandemi ini. Langkah yang patuh dan cerdas menghindar dari bencana ini, termasuk bagi para warga yang karena pekerjaan dan kewajibannya harus tetap di luar rumah. Maka, langkah-langkah antisipasi bisa dilakukan dengan mudah, asalkan kosnsisten sesuai dengan saran otoritas kesehatan tadi.

Tetap di rumah memang salah satu cara utama yang kini dilakukan hampir seluruh penduduk dunia. Hanya, sebutannya berbeda-beda. Ada yang menyebut isolasi diri, work from home, membatasi diri dan sebagainya. Berada di rumah otomatis tidak melakukan kontak atau komunikasi langsung dengan orang lain yang mungkin secara fisik sehat tetapi sudah terinfeksi virus korona. Sebab banyak kasus memperlihatkan orang tertular virus setelah bertemu atau kontak langsung dengan orang yang sehat secara fisik.

Manfaat lain tetap berada di rumah adalah kesempatan sebagai anggota atau kepala keluarga untuk makin mempererat tali kekeluargaan yang mungkin selama ini sibuk bekerja. Artinya quality time keluarga makin tinggi dan ini membantu Indonesia serta dunai mencegah makin meluasnya virus korona.

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment