Koran Jakarta | June 22 2018
No Comments
Dirjen Perhubungan Udara, Agus Santoso terkait Harga Tiket Pesawat pada Masa Mudik Lebaran

Maskapai Tidak Boleh Menjual Tiket di Luar Aturan Pemerintah

Maskapai Tidak Boleh Menjual Tiket di Luar Aturan Pemerintah

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font
Menjelang libur Lebaran angkutan udara menjadi salah satu favorit masyarakat, khususnya yang ingin mudik keluar pulau Jawa. Hal yang selalu menjadi perhatian pemerintah adalah harga tiket yang tidak boleh melebihi dari ketentuan yang telah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan no. PM 14 tahun 2016.

 

Untuk mengetahui lebih jauh tentang hal tersebut berikut perbincangan Koran jakarta dengan Dirjen Perhubungan Udara, Agus Santoso, Rabu (13/6).

Sebenarnya bagaimana aturan pentarifan tiket pesawat?

Semua biaya dalam tiket sudah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan no. PM 14 tahun 2016 tentang Mekanisme formulasi perhitungan dan penetapan tarif batas atas dan batas bawah penumpang pelayanan kelas ekonomi angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri.

Lalu bagaimana dengan komponen pentarifan tersebut?

bahwa tarif tersebut bukan harga tiket. Untuk jadi harga tiket, tarif itu masih ditambah pajak dan asuransi. Selain itu, tarif tersebut juga harus disesuaikan dengan layanan di maskapai.

Maksudnya?

Iya jadi untuk maskapai full service seperti Garuda dan Batik Air, boleh menjual tarif itu sebesar 100 persen. Untuk medium service seperti Sriwijaya dan NAM air boleh menjual maksimal 90 persen dan LCC seperti Lion, Citilink dan Indonesia AirAsia boleh maksimal 85 persen.

Walaupun demikian maskapai tidak bisa seenaknya mengatur harga kan?

Tentu tidak, maskapai tidak boleh menjual tarif pesawat di atas yang sudah ditetapkan Pemerintah tersebut. Dalam PM itu ada harga tertinggi tarif tiap rute langsung (bukan transit) setiap rute domestik kelas ekonomi saja, bukan yang lain.

Jika ada yang melanggar?

Maskapai yang melanggar dikenakan sanksi peringatan hingga pembekuan rute penerbangan.

Tapi pemerintah juga telah memberikan pemneritahuan?

Kami sudah mengeluarkan Surat Edaran no. 4 tahun 2018 yang isinya antara lain maskapai tidak boleh menjual tarif penerbangan di tiket melebihi aturan. Kami juga melakukan pengawasan yang difokuskan di 36 bandar udara.

Bagaimana dengan pengawasannya?

Untuk mengawasinya Ditjen Hubud sudah menyebar inspektur dari Direktorat Angkutan Udara dan Kantor Otoritas Bandar Udara di seluruh Indonesia untuk melakukan pengawasan terkait tarif ini dengan cara menyamar. Pengawasan juga dilakukan melalui agen tiket dan pengawasan secara online.

Kalau masyarakat yang melaporkan?

Ini yang kami harapkan juga meminta masyarakat ikut mengawasi penjualan tiket pesawat ini. Jika melihat ada pelanggaran jangan takut untuk melaporkan melalui kontak center 151atau sosial media instagram, facebook, twitter @djpu151. Penumpang juga bisa melaporkan ke posko lebaran di tiap-tiap bandar udara.

Himbauan kepada masyarakat?

Kami meminta penumpang untuk lebih bijaksana dan teliti sebelum membeli tiket penerbangan untuk periode Lebaran tahun ini, baik di agen travel maupun secara online.

Beberapa hal yang perlu diteliti di antaranya adalah jenis-jenis biaya yang dibebankan. Serta jenis penerbangannya apakah langsung atau transit. m zaki alatas/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment