Koran Jakarta | October 20 2018
No Comments
Kinerja Asuransi

Manulife Indonesia Bukukan Laba Rp2,6 Triliun

Manulife Indonesia Bukukan Laba Rp2,6 Triliun

Foto : Koran Jakarta/M Yasin
PAPARAN KINERJA - President Director & CEO Manulife Indonesia Jonathan Hekster (kedua kanan) bersama Director and Chief Marketing Officer Novita Rumngangun (kanan), Director and Chief Financial Officer Colin Startup (kiri) dan Director Apriliani Siregar memperlihatkan kepuasan percakapan nasabah melalui WhatsApp, sebelum mengumumkan Kinerja Keuangan 2017 di Jakarta, Rabu (16/5). Asuransi Manulife Indonesia pada 2017 mencetak laba komprehensif 2,6 triliun rupiah, tumbuh 290 persen dari capaian pada tahun sebelumnya.
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia) membukukan laba secara komprehensif sebesar 2,6 triliun rupiah pada 2017, tumbuh 290 persen dari capaian pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut didukung oleh peningkatan kinerja unit-unit bisnis seiring dengan peningkatan layanan dan implementasi model bisnis berkelanjutan.

“Kami bangga dengan pencapaian di 2017 ini. Kinerja Manulife Indonesia terus membaik tiap tahunnya. Kami akan terus fokus dalam memberikan solusi keuangan yang tepat dan layanan terbaik untuk memenuhi kebutuhan nasabah kami yang beragam,” ujar Presiden Direktur & CEO Manulife Indonesia Jonathan Hekster dalam paparan kinerja konsolidasi Manulife Indonesia selama 2017 di Jakarta, Rabu (16/5).

Hadir pada kesempatan itu jajaran direksi Manulife Indonesia lainnya yakni Direktur & Chief Financial Officer Manulife Indonesia Colin Startup, Direktur dan Chief Legal & Compliance Officer Apriliani Siregar, Direktur dan Chief of Employee Benefits Karjadi Pranoto, Direktur dan Chief Marketing Officer Novita J Rumngangun, serta Direktur dan Chief Operating Officer Hans De Waal, dan Presdir PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Legowo Kusumonegoro.

Dalam paparan itu, premi bisnis baru pada 2017 tumbuh 19 persen dari tahun sebelumnya (yoy) menjadi 4,4 triliun rupiah. Total premi dan deposit tercatat sebesar 25 triliun rupiah, tumbuh 34 persen secara yoy. Dana kelolaan asuransi syariah juga meningkat menjadi 2,88 triliun rupiah pada 2017 dari tahun sebelumnya sebesar 2,3 triliun rupiah.

Selain itu, dana kelolaan MAMI mencapai 65,7 triliun rupiah. Manulife Indonesia yang telah beroperasi di Indonesia selama 33 tahun, memiliki beragam layanan keuangan, asuransi jiwa, asuransi kecelakaan dan kesehatan, layanan investasi, dan dana pensiun kepada nasabah individu maupun pelaku usaha di Indonesia.

Saat ini, Manulife Indonesia memiliki lebih dari 9.000 karyawan dan agen profesional di 24 kantor pemasaran dan melayani lebih dari 2,4 juta nasabah di Indonesia. Total dana kelolaan yang ditangani mencapai 67,6 triliun rupiah. Direktur & Chief Financial Officer Manulife Indonesia, Colin Startup menjelaskan penjualan melalui distribusi bancassurance berkotribusi sebesar 28 persen dari total kinerja perusahaan.

“Kontribusi itu ditopang kerja sama yang kuat antara Manulife Indonesia dengan para bank mitra dalam menyediakan solusi yang tepat bagi nasabah,” kata dia. Startup menambahkan pemantapan posisi modal yang makin kuat. Hal itu terlihat dari Risk-based Capital (RBC) sebesar 582 persen untuk bisnis konvensional dan 372 persen untuk Syariah, meningkat dari 2016 sebesar 410 persen untuk konvensional dan 87 persen syaria. Angka itu melampaui batas minimum 120 persen untuk konvensional dan 30 persen untuk Syaria.

 

Prospek Positif

 

Terkait prospek 2018 dan 2019, Hekster optimistis kinerja perusahaan akan tumbuh positif meskipun bersamaan dengan tahun politik, yakni adanya gelaran pemilihan umum kepala daerah dan pemilihan umum presiden.

“Tahun ini dan tahun depan adalah tahun politik. Tapi kami tetap optimistis indikasi masih seperti yang disampaikan AAJI yakni tahun ini akan ada pertumbuhan 20-30 persen,” tutur Hekster. 

 

mad/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment