Koran Jakarta | May 27 2017
No Comments

Manajemen Keuangan Keluarga

Manajemen Keuangan Keluarga

Foto : KORAN JAKARTA
A   A   A   Pengaturan Font

Pertanyaan :

Bu Rossa, bagaimana caranya mengelola keuangan keluarga agar tidak defisit setiap bulan? Rita, Depok

Jawaban :

Uang merupakan sesuatu yang jumlahnya sangat relatif bagi tiap orang; terkadang, ada orang yang bergaji hanya sedikit di atas upah minimum provinsi namun hidupnya nampak santai dan keluarganya tidak pernah terjebak masalah keuangan. Sebaliknya, ada orang yang bergaji di atas 10 juta rupiah per bulan namun setiap akhir bulan selalu pusing karena terjebak berbagai tagihan dan nyaris tidak pernah punya tabungan yang memadai. Hal ini bisa terjadi karena orang-orang di kategori kedua tidak memiliki manajemen keuangan yang baik.

Sebesar apa pun gaji Anda, jika pengeluaran tidak disesuaikan dengan pemasukan, Anda tidak akan pernah punya cukup uang tersisa di akhir bulan dan bahkan bisa beresiko terlilit utang atau mendapat sejarah kredit yang buruk. Dengan berlatih melakukan manajemen pengeluaran dan pemasukan sederhana, Anda akan bisa mengatur keuangan dengan lebih baik untuk kebutuhan seluruh keluarga tiap bulan tak peduli berapa pun besarnya gaji Anda. Seorang pengusaha besar atau mereka yang memiliki penghasilan puluhan juta rupiah dapat menyewa ahli keuangan untuk membantu mengatur keuangan mereka. Akan tetapi, tidak harus selalu demikian. Mengatur keuangan dapat dilakukan siapa saja asal ada niat dan mau menyisihkan waktu.

Jika Anda sudah memperoleh penghasilan tetap atau baru menikah dan ingin bisa mengatur keuangan keluarga dengan lebih baik, lakukan langkah-langkah manajemen keuangan sederhana berikut ini:

1. Tentukan pemasukan tetap Anda setiap bulan setelah dikurangi pengeluaran wajib seperti potongan pajak. Jika Anda memiliki pekerjaan lepas, lihatlah rata-rata honor yang Anda dapat selama enam bulan hingga setahun dengan cara menjumlahkan semuanya lalu dibagi enam atau dua belas.

2. Tentukan juga pengeluaran rata-rata Anda tiap bulan, namun batasi diri hanya pada hal-hal yang pokok, misalnya biaya ‘tiga wajib’ yaitu listrik, air dan telepon, uang sekolah anak, uang bensin, belanja keperluan rumah tangga, biaya kesehatan atau biaya tak terduga, bayar sewa rumah dan pajak. Sesuaikan dengan keperluan rumah tangga Anda masing-masing.

3. Kumpulkan dan kelompokkan semua tAnda terima yang berkaitan dengan kategori-kategori tersebut di atas. Masukkan ke dalam amplop tersendiri dengan diberi nama untuk Anda pelajari. Hal ini juga mencegah salah kalkulasi karena Anda hanya mengira-ngira berapa pengeluaran Anda.

Manajemen Keuangan KeluargaSiapkan buku catatan tersendiri dan bagilah pemasukan dan pengeluaran Anda menjadi dua kolom dengan kategori masing-masing ditulis secara terperinci baik nama maupun jumlah uangnya. Pencatatan ini berguna untuk memberi Anda gambaran yang lebih nyata tentang pemasukan dan pengeluaran Anda tiap bulan.

5. Jika Anda lebih sering melakukan transaksi belanja atau pembayaran dengan kartu seperti kartu kredit dan debet, pelajari kategori pembayaran pada laporan kartu debet atau kredit Anda di akhir bulan, lalu lakukan mulai dari cara nomor empat.

Manajemen keuangan ini dapat Anda lakukan di akhir pekan saat Anda tidak sibuk, dan lebih bagus lagi jika Anda melakukannya bersama suami, terutama jika Anda berdua sama-sama bekerja. Dengan melakukan hal ini, Anda bukan hanya dapat mengendalikan pengeluaran dengan lebih baik, melainkan juga menghindari defisit anggaran belanja di akhir bulan dan bahkan bisa menyisakan uang untuk ditabung atau diinvestasikan. Hal ini juga dapat Anda perkenalkan dan jelaskan pada anak-anak Anda, dengan penjelasan yang disesuaikan dengan usia dan pemahaman mereka, agar anak-anak Anda pun dapat merasakan pentingnya melakukan manajemen keuangan sejak dini.

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment