Koran Jakarta | December 17 2017
No Comments

Maksimalkan Medsos untuk Dulang Untung

Maksimalkan Medsos untuk Dulang Untung

Foto : istimewa
Media sosial menjadi pilihan prioritas pengusaha UKM dalam menjalankan dan mempromosikan bisnis.
A   A   A   Pengaturan Font

Media sosial bukan hanya tempat untuk membuat status, dan memasang foto-foto. Dengan memaksimalkan fitur dan menampilkan konten menarik pengguna bisa memperolah penghasilan, terutama para pelaku usaha baik kecil.

Salah satu contoh dua pelaku UKM yang sukses mendulang untung melalui jejaring sosial Instagram Dulcet Patisserie dan Chic & Darling. Akun @dulcetpatisserie dirintis oleh dua orang kakak beradik bernama Karina Mecca dan Keshia Deisra, keduanya kini dikenal sebagai usaha kue lokal berbasis digital pertama di Jakarta.

UKM ini memposisikan dirinya sebagai usaha kue yang mengedepankan artistik dan kelezatan untuk melengkapi setiap momen penting pelanggan. Dulcet Patisserie selalu mengunggah kue-kue cantik mereka melalui akun Instagram dan membuat cerita menarik di bagian caption-nya.

Sementara itu, akun @chicanddarling dirintis oleh seorang perempuan yang tengah beradaptasi sebagai seorang ibu, Kania Annisa Anggiani. Chic & Darling merancang, membuat, dan memproduksi barang-barang unik yang dapat melengkapi kenyamanan rumah pelanggan. Dikenal sebagai industri rumahan Indonesia, Chic & Darling mengusung kreativitas sebagai garda depannya.

Kedua UKM ini memiliki pengalaman unik dan perjalanan menuju kesuksesan bersama Instagram, yang akan diceritakan oleh Karina Mecca selaku Brand and Marketing Director Dulcet Pattiserie dan Kania Annisa, Pendiri Chic & Darling.

Dalam menjalankan usahanya, Karina Mecca mengaku bahwa mereka menggunakan iklan Instagram sebagai platform yang paling relevan untuk menjangkau pelanggan setia maupun calon pelanggannya. Sehingga mereka dapat meningkatkan interaksi dan popularitas Dulcet Patrisserie di platform Instagram.

“Bisnis kami lahir dari Instagram dengan fanbaseyang cukup kuat. Oleh karena itu, Instagram akan tetap menjadi pilihan utama kami dalam menjalankan dan mempromosikan bisnis. Dalam kurun waktu tiga hingga enam bulan setelah bergabung dengan Instagram, pengikut kami meningkat secara drastis dan kami mendapatkan dukungan secara sukarela dari beberapa public figure,” jelas Karina Rabu (11/10).

Sementara Kania dari Chic & Darling juga memiliki pendapat yang sama dalam hal ini. “Instagram merupakan platform yang paling mudah dan sederhana  bagi perusahaan untuk menjalankan bisnis mereka, menemukan tujuan, dan berinteraksi dengan target pelanggan. Kami tidak dapat membayangkan platform lain yang akan memegang peranan penting sebesar itu dalam strategi pemasaran kami.”

Konten yang Menjual

Bagaimana mereka bisa berhasil? Konten merupakan hal yang utama. Jika berbicara mengenai Instagram, setiap hal kecil merupakan bagian dari konten yang harus diperhatikan – mulai dari foto, video, caption, hingga gambar yang bergerak. Konten yang baik akan mendorong terciptanya interaksi yang baik sesuai dengan yang diharapkan.

Bagi Dulcet Patisserie dan Chic & Darling, updatedan pengumuman secara berkala merupakan hal yang penting guna meningkatkan awarenesspelanggan akan produk-produk mereka. Tentu saja, fokus utamanya adalah konten visual.

“Kami memutuskan untuk mem-posting foto kue dan informasi secara berkala. Foto yang diambil harus orisinil, dapat memenuhi ekspektasi pelanggan, dan berhubungan dengan mereka. Keahlian fotografi tidak selalu menjadi hal yang utama. Selain foto, caption juga memegang peranan penting untuk menceritakan latar belakang produk dengan sentuhan personal,” jelas Karina tentang Dulcet Patisserie.

Sementara itu, Kania dari Chic & Darling menyampaikan, “Ketika Anda berbicara tentang Instagram, semua hal akan berpusat pada konten visual. Ketika Anda membuka Instagram, Anda akan mendapati diri Anda diterpa beragam insipirasi visual. Dengan kata lain, konten visual Anda harus kuat. Oleh karena itu, kami mencoba untuk konsisten dengan unggahan kami, mulai dari warna, pencahayaan hingga gaya foto.”

Tidak ada peraturan dalam mengunggah foto di Instagram, bisa setiap hari atau beberapa hari sekali, tergantung dari interaksi yang Anda inginkan untuk brand Anda. Temukan waktu terbaik saat pengikut Anda mengakses Instagram. Misalnya, di Jakarta orang cenderung membuka Instagram saat sedang terjebak kemacetan (dalam perjalanan menuju ke kantor atau pulang ke rumah).

Memaksimalkan Instagram

Instagram menawarkan beberapa fitur yang sangat mudah digunakan oleh UKM untuk meningkatkan bisnis mereka dan berinteraksi dengan para pengikut. Baik Dulcet Patisserie maupun Chic & Darling seringkali menggunakan video dan fitur-fitur Instagram seperti Boomerang, Stories, danMultiple Photo.

Fitur-fitur pada Instagram dinilai  cukup membantu mereka untuk semakin banyak berinteraksi dengan para pelanggan dan memberikan sentuhan yang berbeda. Selain itu, wawasan (insight) dari Instagram juga menjadi sesuatu yang sangat membantu perkembangan bisnis mereka dan berperan saat mereka sedang mengeksekusi strategi pemasaran.

“Kami dapat melihat interaksi yang kami dapatkan, foto mana yang lebih disukai dan mengevaluasi performa dari setiap posting di akun kami,” kata Karina. hay/E-6 

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment