Koran Jakarta | June 22 2018
No Comments
Hubungan Bilateral

Makedonia Ubah Nama Negara

Makedonia Ubah Nama Negara

Foto : AFP/Robert ATANASOVSKI
Ubah Nama l PM Makedoni, Zoran Zaev, saat konferensi pers di Ibu Kota Skopje, untuk mengumumkan perubahan nama negara menjadi Republik Makedonia Utara, Selasa (12/6). Perubahan nama dilakukan setelah sengketa selama hampir 3 dekade dengan Yunani yang memiliki nama provinsi yang sama.
A   A   A   Pengaturan Font

ATHENA – Negara Makedonia dan Yunani pada Selasa (12/6) akhirnya bisa membuat kesepakatan dan mengakhiri sengketa nama yang telah berlangsung selama 27 tahun setelah Makedonia memutuskan mengganti nama negaranya jadi Republik Makedonia Utara.Atas keputusan itu, Republik Makedonia Utara bisa melanjutkan pengajuan jadi negara anggota Uni Eropa (UE) dan NATO yang sebelumnya terganjal veto oleh Yunani akibat sengketa nama itu.

“Dua pihak sepakat untuk mengubah nama negara bekas Republik Yugoslavia setelah perundingan diplomasi yang intensif selama berbulan-bulan,” demikian pernyataan Perdana Menteri Republik Makedonia Utara, Zoran Zaev, saat konferensi pers di Skopje. “Nama ini akan digunakan baik secara internal oleh pemerintah dan secara eksternal ketika melakukan urusan luar negeri,” imbuh PM Zaev.

Makedonia sebelumnya hanya diakui oleh organisasi internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan nama eks Republik Yugoslavia Makedonia.

Atas tercapainya kesepakatan bilateral itu, PM Yunani, Alexis Tsipras berkomentar bahwa negaranya berhasil menorehkan kemenangan diplomasi dan juga mendapatkan peluang bersejarah di kawasan demi terciptanya persahabatan, kerja sama dan pembangunan bilateral.

Yunani sebelumnya memprotes negara tetangganya yang berada di utara wilayahnya karena memiliki nama negara yang sama dengan wilayah provinsinya. Yunani lalu menuntut agar Makedonia mengubah atau memodifikasi namanya untuk menghindari klaim apapun atas wilayah dan warisan peninggalan kawasan Makedonia di utara Yunani, yang merupakan tempat kelahiran Aleksander Agung.

Saat masih berkuasa dahulu kala, Aleksander Agung pernah berkuasa di wilayah teritorial yang saat ini meliputi wilayah negara Yunani, Makedonia, Bulgaria dan Albania.

 

Tunggu Referendum

Setelah tercapai kesepakatan bilateral, maka parlemen kedua negara harus meratifikasi kesepakatan itu dan Makedonia diperkirakan akan menggelar referendum tentang perubahan konstitusi terkait penggantian nama negara mereka.

PM Tsipras meminta pemerintah Makedonia harus mendapatkan persetujuan parlemen dan jika tidak maka undangan untuk bergabung dalam anggota NATO pada pertengahan Juli nanti bisa dibatalkan dan negosiasi untuk jadi anggota UE pada KTT UE pada pengujung Juni nanti akan terhenti sampai sini.

Tercapainya kesepakatan bilateral Yunani-Makedonia, disambut baik oleh Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg. “Kesepakatan bersejarah ini perjanjian hasil kesabaran diplomasi bertahun-tahun dan keinginan dua pemimpin negara untuk memecahkan sengketa yang berdampak pada kawasan yang sudah begitu lama,” kata Stoltenberg. “Kesepakatan ini bisa memudahkan Makedonia jadi anggota NATO,” pungkas dia. 

 

Ant/I-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment