Koran Jakarta | July 17 2018
No Comments

Mahasiswa Universitas Brawijaya Ciptakan Aplikasi Difodeaf

Mahasiswa Universitas Brawijaya Ciptakan Aplikasi Difodeaf

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

MALANG - Mahasiswa Program Studi Teknik Informa­tika Fakultas Ilmu Komputer (Filkom) Universitas Brawijaya (UB) Malang, menciptakan aplikasi Dictionary for Deaf (Di­fodeaf), yakni aplikasi penerjemah bahasa verbal menjadi bahasa isyarat.

Salah seorang mahasiswa anggota tim Difodeaf Filkom UB, Anjas Pramono, di Malang, Jawa Timur, Minggu (24/6), menge­mukakan diciptakannya aplikasi tersebut berlatar belakang ke­beradaan kaum difabel di lingkungan sekitar yang perlu men­dapat perhatian dan jumlahnya yang cukup banyak.

“Pada beberapa negara berkembang seperti Malaysia, Indonesia, dan India kaum difabel cukup banyak. Kurang­nya perhatian masyarakat atas keberadaan para difabel ber­dampak pada aktivitas mereka yang terisolasi dan masih sa­ngat terbatas,” kata Anjas.

Angka difabel tunarungu dan wicara tergolong banyak di Indonesia. Keterbatasan mereka dalam berkomunikasi menjadi permasalahan yang besar bagi mereka, apalagi masyarakat pada umumnya masih belum dapat mengguna­kan bahasa isyarat untuk dapat berkomunikasi dengan para difabel tuna rungu.

Difodeaf adalah aplikasi telepon seluler berbasis An­droid yang dapat membantu berkomunikasi antara orang normal dan penderita tunarungu. Caranya, aplikasi ini akan membantu pengguna untuk mempelajari bahasa isyarat. Difodeaf dilengkapi fitur yang dapat mengubah kata dari bahasa Inggris atau Indonesia menjadi gambar ilustrasi da­lam bahasa isyarat.

SB/E-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment