Koran Jakarta | April 19 2019
No Comments

Mahasiswa Undip Kembangkan Bahan Bakar Alternatif

Mahasiswa Undip Kembangkan Bahan Bakar Alternatif

Foto : KORAN JAKARTA/HENRI PELUPESSY
Produksi Biodiesel - Dosen pembimbing yang juga Guru Besar Teknik Kimia Undip Semarang Andri Cahyo Kumoro (ketiga dari kiri) bersama tiga mahasiswa yang berhasil mengembangkan Membrane Separation & Catalyst (Mer-C), yang berasal dari limbah serbuk marmer untuk produksi biodiesel, pengganti bahan bakar jenis solar yang ramah lingkungan di Kota Semarang, Jawa Tengah kemarin. Ketiga mahasiswa tersebut adalah Misbahudin Alhanif, Ari Purnomo dan Ummi Az Zuhra.
A   A   A   Pengaturan Font

SEMARANG - Tiga mahasiswa jurusan Teknik Kimia Universitas Diponegoro (Undip) Semarang berhasil mengembangkan Membrane Separation & Catalyst (Mer-C), yang berasal dari limbah serbuk marmer untuk produksi biodiesel, pengganti bahan bakar jenis solar yang ramah lingkungan.


Ketiga mahasiswa tersebut adalah Misbahudin Alhanif, Ari Purnomo, dan Ummi Az Zuhra dengan dosen pembimbing yang juga Guru Besar Teknik Kimia Andri Cahyo Kumoro.


Ketua tim PKM Mer-C, Misbahudin Alhanif, mengemukakan kebutuhan bahan bakar diesel yang semakin meningkat menyebabkan tingginya jumlah impor solar.


“Bahan bakar alternatif pengganti solar yakni biodiesel masih terbatas penggunaannya, karena kan dalam produksi biodiesel tidak digunakan proses yang sederhana, memerlukan konsumsi energi yang tinggi,” kata dia, di Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (25/5).


Dengan inovasi yang dilakukannya, pihaknya berharap masalah krisis energi fosil akan dapat teratasi dengan energi terbarukan yang memiliki harga jual dan mampu bersaing dengan bahan bakar fosil. SM/E-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment