Koran Jakarta | October 24 2017
No Comments

Mahasiswa UGM Ciptakan A plikasi Pendeteksi Vaksin

Mahasiswa UGM Ciptakan A plikasi Pendeteksi Vaksin

Foto : KORAN JAKARTA/eko s putro
A   A   A   Pengaturan Font

YOGYAKARTA - Sebanyak lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) membuat aplikasi yang bisa mendeteksi keaslian sebuah vaksin. Ini dilakukan seiring dengan banyaknya vaksin palsu yang beredar di masyarakat.


“Dengan aplikasi ini, masyarakat bisa cek secara mandiri, apakah vaksin asli atau palsu. Caranya dengan memindai kode QR pada kemasannya. Kode QR adalah kode-kode berbentuk sandi dalam sebuah bentuk kotak. QR ini tidak bisa dipalsukan.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pun belum bisa menjangkau pengawasan secara menyeluruh jika ada vaksin palsu,” jelas Novriza, salah satu anggota tim, di Yogyakarta, Jumat (11/8).


Kelima mahasiswa tersebut adalah Novrizal Dwi Rozaq, Anggito Kautsar, Musthafa Abdur Rosyied, Aditya Laksana Suwandi, dan Almantera Tiantana. Mereka merupakan mahasiswa Fakultas Teknik yang tergabung dalam Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi.


Aplikasi pendeteksi keaslian vaksi tersebut diberi nama Aplisin (aplikasi pengecekan keaslian). Cara kerja Aplisin yakni dengan membaca kode QR (Quick Response) di setiap botol vaksin yang diproduksi, bahkan bisa membaca botol itu sudah digunakan beberapa kali. Aplikasi ini bisa mengecek asli dan palsunya sebuah produk obat vaksinasi. YK/E-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment