Koran Jakarta | April 19 2019
No Comments
Politik Inggris

Lolos dari Mosi Tidak Percaya, May Hadiri KTT Uni Eropa

Lolos dari Mosi Tidak Percaya, May Hadiri KTT Uni Eropa

Foto : TOLGA AKMEN/AFP
PAYUNG INGGRIS - Seorang pedagang souvenir membentangkan payung bergambar Inggris di seberang Gedung Parlemen, London, Kamis (13/12). Theresa May kembali memimpin Inggris setelah lolos dari mosi tidak percaya.
A   A   A   Pengaturan Font

LONDON - Perdana Menteri (PM) Inggris, Theresa May lolos dari mosi tidak percaya anggota parlemen dari partainya sendiri pada Rabu (13/12) malam. Namun, hasil mosi menun­jukkan May telah kehilangan du­kungan sepertiga dari Partai Konser­vatif sehingga membuatnya harus berjuang keras untuk meloloskan ke­sepakatan Brexit di parlemen.

May meraih 200 dukungan suara dari anggota parlemen yang berasal dari Partai Konservatif, sedangkan 117 sisa suara partai, menginginkan dia mengundurkan diri sebelum pe­milu 2022.

Hasil ini membuat May akan ke­bal dari anggota Partai Konservatif. Pasalnya, partai ini tidak bisa meng­ajukan mosi serupa untuk beberapa tahun ke depan.

Mata uang Inggris, poundsterling langsung menguat pasca-keputusan Parlemen terhadap May. Sebelum pemungutan suara dimulai, May me­ngatakan kepada anggota parlemen bahwa dia berencana untuk mundur sebelum pemilihan 2022.

“Saya senang menerima dukungan rekan-rekan saya dalam pemungutan suara malam ini. Sejumlah besar ko­lega melakukan pemungutan suara pada saya, dan saya mendengarkan apa yang mereka inginkan,” katanya di The Downing Street, setelah peng­umuman hasil pemungutan suara.

May menegaskan, dia ingin me­lanjutkan kewajibannya mewujud­kan Brexit, dan berharap seluruh pi­hak mendukung.

May kemudian terbang menuju ke Brussels untuk menghadiri KTT Uni Eropa, Kamis (13/12). May berharap para pemimpin Uni Eropa melaku­kan sesuatu dan membantunya me­loloskan Brexit di parlemen Inggris.

Namun, meski para pemimpin Uni Eropa bersimpati atas hambatan yang dihadapi May, mereka dengan tegas menolak setiap upaya negosiasi ulang kesepakatan Brexit, yang baru saja rampung setelah 17 bulan pe­rundingan.

May datang ke KTT Uni Eropa di Brusel, untuk menerima deklarasi 27 pemimpin Uni Eropa soal kekha­watiran “backstop Irlandia” dalam Brexit. Pernyataan sepanjang enam paragraf itu dirancang untuk meme­nuhi dan memudahkan kesepakatan Brexit lolos di parlemen Inggris.

Tidak Mengikat

Menurut para diplomat Eropa, para pemimpin itu tidak akan mem­biarkan backstop, atau batalnya kese­pakatan itu sendiri.

Namun, pernyataan di KTT itu akan menyatakan backstop hanya akan terjadi dalam periode yang sing­kat, dan hanya selama benar-benar dibutuhkan.

“Kami siap untuk memastikan apakah jaminan lebih lanjut dapat di­berikan. Jaminan tersebut tidak akan mengubah atau bertentangan de­ngan perjanjian penarikan diri Ing­gris,” kata mereka.

Pernyataan itu tidak akan mengi­kat secara hukum bahwa upaya untuk membuka perbatasan Inggris dengan Irlandia tidak akan digunakan untuk mengikat Inggris ke dalam serikat pa­bean tanpa batas. AFP/SB/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment