Limbah Durian dan Nangka untuk Cadangan Energi | Koran Jakarta
Koran Jakarta | April 9 2020
No Comments
SAINSTEK

Limbah Durian dan Nangka untuk Cadangan Energi

Limbah Durian dan Nangka untuk Cadangan Energi

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

Para peneliti kini tengah mengembangkan bagaimana limbah durian dan nangka diubah menjadi kapasitor super yang dapat menyimpan serta mengisi energi untuk perangkat elektronik dengan sangat cepat.

Produk baru yang berfungsi untuk menyimpan listrik dan mampu mengisi perangkat elektronik, seperti ponsel, tablet, laptop, atau bahkan mobil listrik tak akan lama lagi bakal muncul. Saat ini, para peneliti dari University of Sydney telah melakukan penelitian untuk menciptakan kapasitor super.

Mereka telah mengembangkan sebuah metode baru dengan menggunakan limbah durian dan nangka untuk membuat cadangan energi yang berguna sebagai teknologi pengisian daya listrik yang cepat.

Profesor Associate School of Chemical and Biomolecular Engineering, Vincent Gomes, menjelaskan bagaimana ia dan tim peneliti berhasil mengubah buah tropis tersebut menjadi kapasitor super.

Lantas bagaimana cara kerjanya? “Menggunakan durian dan nangka yang dibeli dari pasar. Kami mengubah bagian limbah buah (biomassa) menjadi kapasitor super yang dapat digunakan untuk menyimpan listrik secara efisien," kata Gomes.

Menurut Gomes, mereka menggunakan metode rekayasa hijau yang tidak beracun dan tidak berbahaya melalui pemanasan dalam air serta pengeringan beku biomassa buah. Hasilnya, durian dan nangka yang ditransformasikan menjadi karbon aerogel yang stabil, bahan sintetis yang sangat ringan, dan berpori yang bisa digunakan untuk berbagai aplikasi.

“Karbon aerogel menjadi super-kapasitor hebat karena sangat berpori. Kami kemudian menggunakan aerogel yang diturunkan dari buah untuk membuat elektroda yang kami uji sifat penyimpanan energinya, yang kami temukan luar biasa," tambah Gomes.

 

Super Kapasitor

 

“Super kapasitor seperti reservoir energi yang membagikan energi dengan lancar. Mereka dapat dengan cepat menyimpan energi dalam jumlah besar dalam perangkat berukuran kecil dan kemudian memasok energi untuk mengisi daya perangkat elektronik, seperti ponsel, tablet, dan laptop, dalam beberapa detik,” kata Gomes.

Masih menurut Gomes, dibandingkan dengan baterai, super kapasitor tidak hanya mampu mengisi daya perangkat dengan sangat cepat, tetapi juga dalam urutan siklus pengisian yang lebih besar daripada perangkat konvensional.

“Kapasitor super saat ini terbuat dari karbon aktif yang tidak seefisien yang disiapkan selama proyek ini,” tambah Gomes.

Pemilihan limbah durian dan nangka, menurut Gomes, karena berdasarkan pada tempat yang disediakan oleh alam untuk membuat aerogel berpori. “Super kapasitor durian dan nabati berkinerja jauh lebih baik daripada bahan yang saat ini digunakan dan sebanding, jika tidak lebih baik, dari bahan berbasis graphene mahal dan eksotis,” kata Gomes.

Limbah durian, lanjut Gomes, merupakan zat bebas biaya yang ingin segera dibuang oleh masyarakat karena baunya yang menjijikkan. Tapi, hal itu merupakan sumber berkelanjutan yang dapat mengubah limbah menjadi produk untuk secara substansial mengurangi biaya penyimpanan energi melalui bahan kimia, protokol sintesis hijau.

Untuk apa teknologi ini digunakan? Teknologi ini nantinya diharapkan dapat digunakan untuk menciptakan dan menyimpan energi menggunakan bahan-bahan yang bersumber secara berkelanjutan yang tidak berkontribusi terhadap pemanasan global.

“Dihadapkan dengan ini dan persediaan bahan bakar fosil yang semakin menipis di dunia, super-kapasitor yang diturunkan secara alami memimpin jalan untuk mengembangkan perangkat penyimpanan energi efisiensi tinggi," katanya.

 

nik/dariberbagaisumber/S-2

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment