Koran Jakarta | July 19 2018
No Comments
Kelompok Radikal - Penangkapan Berdasarkan Pengembangan Kasus

Lima Terduga Teroris Depok Masuk Jaringan JAD

Lima Terduga Teroris Depok Masuk Jaringan JAD

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font
Dalam sepekan terakhir, Polri melakukan penangkapan terduga teroris di berbagai wilayah di Tanah Air.

 

JAKARTA - Karopenmas Mabes Polri Brigjen M Iqbal mengatakan lima warga Depok yang ditangkap Densus 88 Antiteror Mabes Polri, Senin (9/7), berafiliasi dengan jaringan teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD).


“Kelompok yang telah berbaiat kepada Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) tersebut bertanggung jawab terhadap aksi-aksi teror yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini, termasuk rangkaian aksi teror bom di Jawa Timur, beberapa waktu lalu,” tegas Karopenmas Mabes Polri Brigjen M Iqbal, di Jakarta, Rabu (11/7).


Mereka ditangkap di Kampung Bojong Lio, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat. Kelima terduga teroris itu tinggal berdekatan, yakni di Jalan H Ipit, RT 002 RW 009. Cilodong, Depok.

Kelima terduga teroris itu, yakni Lukman, 30 tahun; Masruki, 42 tahun; Supriyadi, 40 tahun; Soni, 30 tahun; dan Roy Marten, 40 tahun. Kelima terduga teroris itu saling mengenal. Mereka tergabung dalam satu pengajian, di rumahnya Masruki di Taman RBQ (Ruang Baca Quran).


Dalam sepekan terakhir, Polri melakukan penangkapan terduga teroris di berbagai wilayah di Tanah Air. Tercatat, Polri melakukan penangkapan di empat lokasi berbeda dalam kurun waktu tiga hari.

Minggu (8/7), dilakukan penangkapan terduga teroris di Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Polisi pun menggeledah rumah terduga teroris tersebut yang berlokasi di Kemayoran, Jakarta Pusat keesokan harinya.


Dalam penggeledahan tersebut, polisi mendapati dua orang yang merupakan anak dan istri terduga teroris. Keduanya kemudian diamankan oleh aparat dan rumah pelaku telah diberikan garis polisi.


Kemudian, pada Senin (9/7), Densus 88 Antiteror menangkap dua terduga teroris di Cimalati, Kelurahan Cicurug, Sukabumi.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Agung Budi Maryoto, juga mengungkapkan, kedua terduga teroris itu merupakan bagian dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Terduga teroris dibekuk petugas ketika tengah mengendarai sepeda motor bersama istri dan anaknya.


Pada Selasa (10/7), terduga teroris SR diamankan Densus 88. SR dibekuk di Perumnas Harjamukti, Kota Cirebon, Jawa Barat. SR ditangkap ketika tengah berjalan kaki menuju minimarket yang lokasinya tidak jauh dari rumah saudaranya.

Diduga SR terlibat jaringan teroris yang akan melakukan penyerangan ke Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok beberapa waktu lalu.


Kemudian, Rabu (11/7), pukul 09.00 WIB, Densus 88 Mabes Polri menggerebek sebuah rumah kontrakan di RT 05/RW 35 Bedingin Wetan Sumberadi Mlati Sleman.

Seorang warga berinisial Sfh asal Tegal, Jawa Tengah (Jateng) yang diduga teroris ditangkap dan langsung dibawa Tim Densus menggunakan mobil. Istri terduga teroris beserta tiga anaknya juga turut diamankan petugas saat penggerebekan.


Tugas Bersama


Wakapolri Komjen Pol Syafruddin menyatakan penangkapan-penangkapan yang dilakukan kepolisian terhadap terduga teroris tersebut tidak begitu saja terjadi.

Penangkapan tersebut berdasarkan pengembangan kasus yang sudah ada. “Semua dilakukan berdasarkan pengembangan yang sudah ada, tidak serta-merta,” ungkap Syafruddin, di Istora Senayan, Jakarta, Rabu.


Syafruddin mengatakan karena dilakukan berdasarkan kepada pengembangan kasus, maka para terduga teroris tersebut berasal dari kelompok yang sama dengan yang sebelumnya. eko/Ant/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment