Koran Jakarta | November 19 2018
No Comments
Teknologi Jaringan

Lebih Ngebut dengan 4,5G

Lebih Ngebut dengan 4,5G

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Operator telekomunikasi seluler tengah memperluas jaringan 4,5G untuk meningkatkan kapasitas dan menawarkan pengalaman lebih baik bagi pengguna.

Pelanggan telekomunikasi mobil tampaknya belum puas dengan kecepatan 4G LTe. Mereka membutuhkan kecepatan lebih baik untuk mendapatkan pengalaman menikmati layananrealitas maya (virtual reality/VR), realitas tertambah (augmented reality/AR), video ultra HD,dan streaming videp 4K secara mobile.

Teknologi 4,5 G dengan kecepatan 1 Gbps menjadi solusi sementara sebelumnya hadirnya teknologi 5G. Ada tiga teknologi untuk mendukung teknologi 4,5G yaitu carrier aggregation(CA), massive multiple- in-multiple-out (MIMO), 4 Transmit 4 Receive (4T4R), dan Modulasi 256 QAM. Untuk ponsel kelas menengah dengan harga 2,5 sudah mendukung teknologi 4.5G jenis CA. Sementara teknologi berbasais MIMO, 4 Transmit 4 Receive (4T4R), dan Modulasi 256 QAM hanya dimiliki oleh ponsel unggulan.

Terdapat ponsel yang hanya mendukung satu jenis teknologi 4,5G saja, namun demikian terdapat ponsel yang mendukng semua teknologi misalnya Samsung Galaxy A (2017). Menurut Vice President LTE XL Axiata, Rahmadi Mulyohartono, kebanyakan ponsel yang mendukung 4,5G menggunakan teknologi berbasis CA. “Paling banyak dengan teknologi carrier aggregation. Handphone dengan harga 2,5 juta sudah memakai teknologi ini,” kata dia di Jakarta, Selasa (13/2).

Pemilik ponsel dengan teknologi 3,5G berteknologi CA akan dapat berfungsi saat penataan frekuensi LTE 2,1 Ghz milik operator selesai pada April mendatang. Penataan frekuensi harus dilakukan karena teknologi 4,5G berbasis CA mengharuskan frekuensi yang saling berdampingan.

“Banyak operator frekuen- Lebih Ngebut dengan 4,5G Teknologi Jaringan sinya pecah-pecah. XL misalnya memiliki frekuensi 900 Mhz, 1.800 Mhz, dan 2.100 Ghz. Kalau frekuensi CA ditata maka speednya bisa ditata,” ujar Rahmadi.

Dengan rampungnya penataan frekuensi 2,1Ghz, XL Axiata akan menggarap jaringan 4,5G pada 2018 ini. Yakni dengan memanfaatkan carrier aggregation (CA), massive multiple-in-multiple-out (MIMO), 4 Transmit 4 Receive (4T4R), dan Modulasi 256 QAM. Saat ini layanan 4,5G XL masih sebatas di 20 XL Center di seluruh Indonesia.

Chief Technology Officer (CTO) XL Axiata Yessie D Yosetya, mengatakan, teknologi 4,5G dikembangkan XL untuk meningkatkan kapasitas lebih besar demi melayani pertumbuhan trafik yang terus meningkat. “Kapasitas kecil tidak akan mampu mencukupi kebutuhan pelanggan,” ujar dia.

Yessie mengungkapkan, pada 2018 XL akan membangun 10.000 - 12.000 BTS dimana sebanyak 3.000 BTS atau 25 persen merupakan BTS 4,5G, menambah jumlah BTS saat ini yang mencapai 101.094 BTS saat ini.

Untuk memperluas jangkauan layanan 4,5G, selain membangun BTS baru, XL akan membangun 2.000-3.000 km kabel serat optik baru. Penggelaran kabel ini akan menambah panjangan jaringan serat optik XL yang telah mencapai panjang 45.000 km.

Pada akhir 2017 trafik data XL telah mencapai 1.280 TB atau naik 10 kali lipat dari tahun2014. Dan XL mengklaim telah melayani 95 persen populasi di Indonesia, dimana di wilayah timur Indonesia dan pelosok Kalimantan operator ini telah hadir, seperti di Labuan Bajo, Maumere, Tabalong, dan lainnya. hay/E-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment