Koran Jakarta | September 16 2019
No Comments
Perkembangan Teknologi

LDII Siapkan Masyarakat Hadapi Revolusi Industri 4.0

LDII Siapkan Masyarakat Hadapi Revolusi Industri 4.0

Foto : KORAN JAKARTA/M ADEN MA'RUF
LOKAKARYA PENDIDIKAN | Dubes Singapura untuk RI, Anil Kumar Nayar (kanan), menerima cendera mata dari Ketua Umum DPP LDII, KH Abdullah Syam, seusai menjadi pembicara dalam lokakarya pendidikan dan ekonomi di Jakarta, Selasa (10/9), pekan lalu.
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Revolusi industri 4.0 menuntut adap­tasi yang cepat dari masya­rakat dan menciptakan pe­rubahan besar. Di bidang ekonomi mengubah cara orang berproduksi, distri­busi, dan konsumsi. Semen­tara di dunia pendidikan, memberi pilihan-pilihan bagaimana siswa belajar.

Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Dewan Pimpin­an Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP LDII), Prasetyo Sunaryo, dalam pe­laksanaan lokakarya nasio­nal yang akan fokus mem­bahas bidang pendidikan dan ekonomi, di Jakarta, Selasa (10/9).

Dalam pandangan LDII, masyarakat harus disiapkan dalam menyambut revolusi industri 4.0. Salah satunya dengan menghilangkan gap dalam penggunaan inter­net.

Sementara itu, secara paralel LDII mendorong warganya un­tuk memanfaatkan internet da­lam pendidikan dan ekonomi. “Beberapa warga LDII telah bergiat di bidang internet, baik di bidang pertanian, pendi­dikan, dan ekonomi,” imbuh Prasetyo.

Ia mengatakan era disrupsi yang memindahkan aktivitas sosial, politik, dan ekonomi dari alam nyata ke alam maya, me­mang berdampak serius. Me­nurut Prasetyo, umat manusia sebelumnya tak berpikir bahwa dunia bisa seperti ini. Terjadinya economic shifting mengakibat­kan kegoncangan, bisnis yang mapan bisa jatuh lalu muncul­lah jenis-jenis usaha baru yang memanfaatkan internet.

Sementara di bidang pen­didikan, sangat memungkin­kan matinya lembaga-lembaga kursus atau les, karena terdapat aplikasi yang memungkinkan siswa atau orangtua memilihkan guru les, seperti ruangguru.com.

Tanpa antisipasi atau pe­ngetahuan yang cukup, ma­syarakat bisa kehilangan mata pencaharian. Namun di sisi lain, bila dimanfaatkan, era digital memberi kesetaraan bagi semua orang untuk meng­akses kesejahteraan, membuka usaha, bahkan menjadi artis di YouTube, tanpa harus membin­tangi film atau membuat karya seni yang hebat.

“Kami mendorong warga LDII untuk bisa beradaptasi dengan revolusi industri 4.0, agar imbas terpuruknya eko­nomi, bisa disiasati dengan memanfaatkan kemudahan-kemudahan di era digital ini,” ujar Prasetyo.

Dalam lokakarya ini, kata Prasetyo, LDII mengundang 200 orang perwakilan dari DPW-seluruh Indonesia, prak­tisi ekonomi dan pendidikan. Acara dibuka oleh Wakil Ketua DPR, Utut Adianto, sekaligus menjadi pembicara kunci.

Terkait dipilihnya tema pen­didikan dan ekonomi, Prasetyo mengatakan dunia pendidikan dan ekonomi merupakan tu­lang punggung bangsa untuk menjadi bangsa yang maju, un­tuk itu kedua hal ini harus bisa beradaptasi dengan era digital. ruf/E-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment