Koran Jakarta | October 18 2019
No Comments
Politik Hong Kong

Lam Tak Akan Kesampingkan Bantuan Tiongkok

Lam Tak Akan Kesampingkan Bantuan Tiongkok

Foto : ISTIMEWA
Car­rie Lam
A   A   A   Pengaturan Font

HONG KONG – Pemimpin eksekutif Hong Kong, Car­rie Lam, pada Selasa (8/10) mengatakan bahwa interven­si Tiongkok untuk mengakh­iri aksi protes prodemokrasi yang telah berlangsung selama 4 bulan, adalah merupakan se­buah opsi yang dimungkinkan setelah terjadi kerusuhan yang melumpuhkan kota semioto­nom itu.

“Saat ini, saya masih me­miliki keyakinan yang am­at kuat bahwa kita harus bi­sa mencari solusi sendiri. Ini telah mendapat dukungan dari pemerintahan pusat (Beijing) yang menyatakan bahwa Hong Kong harus menangani secara sendiri masalahnya,” kata Lam.

“Namun jika situasinya menjadi lebih buruk, maka tak ada pilihan lain (untuk memin­ta bantuan Tiongkok) juka kita ingin Hong Kong mendapatkan peluang lainnya,” imbuh pe­mimpin eksekutif Hong Kong itu.

Kota pusat keuangan itu telah dilanda aksi demo sela­ma 4 bulan dan akhir pekan la­lu aksi unjuk rasa semakin me­manas setelah pengunjuk rasa turun ke jalan untuk mempro­tes diberlakukannya undang-undang darurat era kolonial yang melarang demonstran menggunakan masker penut­up wajah saat turun ke jalan.

Aksi unjuk rasa pada akhir pekan berubah jadi kericuhan dan bentrokan setelah demon­stran merusak puluhan stasiun kereta bawah tanah, toko-toko yang memiliki kaitan dengan Tiongkok daratan, melakukan aksi pembakaran dan mem­buat barikade di jalanan.

Terkait penerapan undang-undang darurat dilaporkan se­banyak 77 orang telah ditang­kap karena menentang laran­gan yang diberlakukan sejak akhir pekan lalu. “Berarti se­jak dimulai aksi unjuk rasa pa­da Juni, sudah 2.363 orang di­tangkap secara keseluruhan,” kata polisi Hong Kong.

Mengenai larangan menggenakan masker penu­tup wajah, Lam mengatakan kepada awak media bah­wa masih terlalu dini untuk mengatakan apakah undang-undang itu efektif atau tidak. “Saya yakin Anda akan setuju bahwa kebijakan baru itu per­lu waktu agar menjadi efektif pengimplementasiannya,”kata Lam.

Pengekangan Internet

Selain belum membutuh­kan bantuan Tiongkok untuk mengatasi aksi protes di Hong Kong, Lam juga tidak tertarik atas saran oleh satu anggota kabinet yang pro-Beijing ber­nama Ip Kwok-him, yang men­gatakan bahwa Hong Kong dapat mengekang akses ke in­ternet dalam upaya membend­ung aksi protes.

“Saya berkomitmen untuk menggunakan instrumen poli­tik, hukum dan kebijakan, ter­masuk dialog, untuk menye­lesaikan beberapa masalah di kota kita,” kata Lam.

Sementara itu Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, telah mendesak agar solusi secara manusiawi diter­apkan dalam menangani krisis politik di Hong Kong.

“Saya pikirmereka harus melakukannya dengan cara yang damai,” kata Trump pada awak media. “

Menanggapi pernyataan Trump, pemimpin eksekutif Hong Kong segera melontar­kan kecaman. “Saya harap sia­pa pun, terutama orang asing, kapan pun mereka harus men­gomentari situasi Hong Kong saat ini, mereka harus melihat fakta secara objektif,” pungkas Lam. ang/AFP/I-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment